BERANI SI TANGAN PANJANG

Berani adalah orangutan yang cukup disegani oleh teman se-kandangnya. Tak ada yang berani merebut makanan dari tangan Berani. “Kini, Berani kami juluki si tangan panjang.”, kata Widi Nursanti sambil gemas. Bagaimana tidak, ia sering mencuri buah milik Septi di keranjang buah Septi. Kandang Berani yang berisi anak-anak orangutan jantan tepat bersebelahan dengan kandang orangutan Septi.

Manuver menggoyangkan lengan demi sampai di keranjang buah Septi sangat lincah. Bermodalkan tangannya yang panjang dan kekeran mata yang tepat. Ia semakin suka mengulanginya sebab Septi tak menghiraukannya, kadang juga karena Septi hanya diam saja karena perut kembungnya membuatnya tak nyaman.

Hanya sesekali saja Septi menangkis lengannya yang hendak mengambil nanas milik Septi. Maklum, Septi begitu menyukai buah nanas. Berani biasanya tidak akan menyerah sebelum mendapat setidaknya 1 buah dari keranjang Septi. Berani paling sering mendapatkan jeruk. (WID)

APE DEFENDER BERSIAP SELAMATKAN BAYI ORANGUTAN

Senja ini tim APE Defender mendapat telepon, “Ada orangutan kecil yang dipelihara warga dan kita harus menyelamatkannya.”, ujar kepala BKSDA  SKW I Berau, Kalimantan Timur. Tentu saja tidak mudah menyelamatkan orangutan di tengah pandemi COVID-19 ini. Banyak protokol kesehatan yang harus diperhatikan mulai dari kesehatan pribadi, tim dan orangutan.

Malam ini juga kordinasi berjalan cukup lancar, “Untung saja internet di camp COP Borneo sudah menyala dan berfungsi. Terimakasih The Orangutan Project, tanpa koneksi internet, mungkin informasi baru akan sampai keesokan harinya.”, ujar Widi, manajer Pusat Rehabilitasi COP Borneo.

Malam hari setelah mempersiapkan kandang di klinik berikut hammock untuk orangutan yang akan diselamatkan, dokter hewan Flora mengecek kembali tas rescue orangutan untuk memastikan tidak ada alat medis maupun obat-obatan yang tertinggal. Para perawat satwa pun mengangkat kandang angkut ke mobil APE Defender agar besok pagi bisa langsung berangkat. “Selamat malam… doa kan kami baik-baik saja dan semua berjalan dengan lancar besok.”, ujar drh. Flora Felisitas yang sudah tiga bulan ini berada di camp aja sebagai upaya mencegah penyebaran virus Corona. 

 

KOLA DISAMBUT BAIK DI BERAU

Puluhan anak-anak dan beberapa komunitas mahasiswa pecinta alam di Berau dengan membawa tulisan “Welcom Home Cola” menyambut kedatangan pesawat Sriwijaya pada Sabtu sore, 21 Desember 2019 di bandara Kalimarau, Berau, Kalimantan Timur. Kedatangan pesawat tersebut membawa satu individu orangutan bernama Kola yang merupakan repatriasi dari Kerajaan Thailand kepada Pemerintah Indonesia.

Pemulangan Kola dilakukan oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yaitu BKSDA Kalimantan Timur, bapak Sunandar Trigunajasa bersama kepala BKSDA SKW I, bapak Dheny Mardiono. Penyambutan kedatangan Kola dihadiri bupati kabupaten Berau, bapak Muharram dan wakilnya Agus Tamtomo serta jajaran pemerintahan kabupaten Berau.

“Kabupaten Berau mendapatkan kepercayaan yang luar biasa dengan pengembalian orangutan Kola dan inisiasi dari teman-teman BKSDA Kalimantan Timur.”, ujar Agus Tamtomo ketika setelah melepaskan tim yang membawa orangutan Kola ke pusat rehabilitasi orangutan COP Borneo.

Pengembalian orangutan Kola dari Thailand oleh KLHK merupakan salah satu langkah yang terus dilakukan selama beberapa tahun terakhir ini untuk satwa langka yang masih berada di luar Indonesia. BKSDA Kalimantan Timur sangat mendukung pusat rehabilitasi yang dikelola oleh Centre for Orangutan Protection di KHDTK Labanan, terutama untuk proses rehabilitasi orangutan. (DAN)

Page 2 of 212