Art For Orangutan

CHILDREN COLORING AND DRAWING COMPETITION FOR INDONESIAN ORANGUTANS

Here it is, young Orangufriends who unknowingly have donated Indonesian orangutans. They participated in the coloring and drawing competition on the last day of the 2018 Art For Orangutan exhibition held by Gigi Nyala with Orangufriends at the Jogja National Museum. Through their interests, they show concern for orangutans. Maximum age for coloring is 7 years old but apparently there was a 2.4 year-old who have participated, Her name was Malika. The registration fee was Rp. 30,003.00, which some of the donations go to orangutans in the rehabilitation center.

Dessy Rachma, who was one of the three judges in the competition, conveyed the lack of abstractive ‘expression skills’ she found in similar events she has been judging, coloring and drawing competition at children level. Because the expression has a subjective judgment, I might like it but not necessarily so to other judges. And in the world of art, expressive works that tend to be abstract must have accountability, at least explaining that red is red and blue is the soul. Thus most scores are usually obtained from the results of the skills or the visible skills on paper. The combination of sad or cheerful color composition is also one of the scoring focus.

After Alfa Gashani, Imam Arifin and Dessy completed assessing and scoring the children work, then the winners of coloring competition category were announced, Tsania Hasna Salsabila (1st Place), Pelangi Widi Prameswari (2nd place) and Syaila Areta G (3rd Places). Winners got cash prizes, certificates and gifts from Gummy Box. 36 children participated in coloring competition, which were dominated by kindergarten children. Meanwhile, the drawing competition category was attended by 24 participants and won by Rayhan Syahrul Bastian (1st Place), Erina Triastuti (2nd Place) and Calista Zahra Diah Pramesty (3rd Place).
Art makes children powerful … (EBO)

LOMBA MEWARNAI DAN MENGGAMBAR ANAK UNTUK ORANGUTAN INDONESIA
Ini dia, orangufriends cilik yang tanpa mereka sadari sudah menyumbang untuk orangutan Indonesia. Mereka adalah yang ikut lomba mewarnai dan menggambar di hari terakhir pameran Art For Orangutan 2018 yang diselenggaran Gigi Nyala bersama Orangufriends di Jogja Nasional Museum. Lewat minatnya, mereka menunjukkan kepeduliannya pada orangutan loh. Usia maksimal untuk mewarnai 7 tahun tapi ternyata ada yang baru berusia 2,4 tahun sudah ikut berpartisipasi, Malika namanya. Karena dari biaya pendaftaran sebesar Rp 30.003,00 sebagian menjadi donasi untuk orangutan yang berada di pusat rehabilitasi.

Dessy Rachma yang menjadi satu di antara tiga juri lomba menyampaikan minimnya ‘skill ekspresi’ yang abstraktif di ajang yang sama sepanjang dia menjadi juri lomba mewarnai dan menggambar tingkat anak-anak. Karena ekspresi itu memiliki sifat penilaian yang subjektif, aku bisa saja suka tapi juri yang lain belum tentu. Dan dalam dunia seni rupa, karya ekspresif yang cenderung abstrak itu harus memiliki pertanggungjawaban, setidaknya menjelaskan merah adalah merah dan biru adalah kalbu. Sehingga skor terbanyak biasanya diperoleh dari hasil olah skill atau keterampilan yang kelihatan di atas kertas. Perpaduan warna yang dimasukkan menjadi komposisi yang sendu atau ceria juga menjadi salah satu fokus penilaian.

Setelah Alfa Gashani, Imam Arifin dan Dessy menyelesaikan penilaian terhadap karya anak-anak yang mengikuti lomba maka diputuskanlah pemenang untuk kategori lomba mewarnai, Tsania Hasna Salsabila (Juara 1), Pelangi Widi Prameswari dan Syaila Areta G (Juara 3). Pemenang mendapatkan hadiah uang tunai, piagam dan bingkisan dari Gummy Box. Peserta mewarnai diikuti 36 anak yang didominasi anak-anak TK. Sementara itu, kategori lomba menggambar diikuti 24 peserta dan dimenangkan oleh Rayhan Syahrul Bastian (Juara 1), Erina Triastuti (Juara 2) dan Calista Zahra Diah Pramesty (Juara 3).

Art make children powerfull…

OPENING OF THE 3rd ART FOR ORANGUTAN

Finally, the artists talk about orangutans through their work. For the next four days, the 3rd Art For Orangutan will be held at the Jogja National Museum. There are 205 artists involved from all over the world. “I was surprised when I was called by the customs, related to the work of a French artist. But after the artist sent fees that we have to redeem, we could take the work to show it off.”, said Ramadhani from the Centre for Orangutan Protection.

The opening was enlivened by bands that were willing to perform at no cost. “It’s a charity event, we are happy to be able to take part. This is how we speak. #SawitBrengsek”.”, said Daniek Hendarto who is a vocalist for a punk band Miskin Porno. Besides Miskin Porno, the opening of Art For Orangutans also included Dirty Glass, Not A Woy, Tiger Paw, Since K.O., Martyl and Umar Haen.
“Those are the musicians who have repeatedly performed in the charity event held by Orangufriends. Orangufriends itself is an orangutan support group. They are volunteers who come from Jakarta, Surabaya, Bandung and Yogyakarta.”, added Ramadhani.

Not only that, Ridki R Sigit from Mongabay Indonesia and the Huhum Hambilly participated in the discussion on the first day. Announcement of Short Story Writing Contest with the theme “A Good Life for Orangutan” was also an awaited event. Dwi Asih Rahmawati won the first place with the title of “Opera Cinta Minah”, Fahmi Nurul Fikri won the second place with the title “Hoo the King” and “The Beauty of the Future” by Rania Thahirah won 3rd place.

Art For Orangutan, an exhibition across ages, genders, backgrounds, cultures and generations to promote love of orangutans as Indonesia’s proud animal.(EBO)

PEMBUKAAN ART FOR ORANGUTAN KE-3
Akhirnya, para seniman bersuara tentang orangutan lewat karyanya. Selama empat hari kedepan, Art For Orangutan ke-3 akan digelar di Jogja Nasional Museum. Ada 205 seniman yang terlibat dari seluruh dunia. “Sempat kaget saat dipanggil bea cukai, terkait karya dari seniman Perancis. Tapi setelah seniman mengirim biaya yang harus kami tebus, karya bisa kami ambil untuk dipajang.”, ujar Ramadhani dari Centre for Orangutan Protection.

Hari pertama pembukaan dimeriahkan band yang bersedia tampil tanpa biaya. “Namanya juga acara amal, kami senang bisa mengisi acara. Ini cara kami bersuara. #SawitBrengsek”, ujar Daniek Hendarto yang merupakan vokalis band punk Miskin Porno. Selain Miskin Porno, pembukaan Art For Orangutan juga diisi Dirty Glass, Not A Woy, Tiger Paw, Since K.O., Martyl dan Umar Haen.
“Mereka musisi yang sudah berulang kali mengisi acara amal yang diselenggarakan Orangufriends. Orangufriends sendiri merupakan kelompok pendukung orangutan. Mereka relawan yang datang dari Jakarta, Surabaya, Bandung dan Yogyakarta sendiri.”, tambah Ramadhani.

Tak hanya itu, Ridki R Sigit dari Mongabay Indonesia dan Huhum Hambilly ikut mengisi diskusi hari pertama. Pengumuman Lomba Penulisan Cerita Pendek dengan tema “A Good Life for Orangutan” pun menjadi acara yang ditunggu-tunggu. Dwi Asih Rahmawati dengan judul Cerpen “Opera Cinta Minah” menjadi juara 1. “Hoo si Raja” yang merupakan karya Fahmi Nurul Fikri menempati juara kedua. “Indahnya Bumi Masa Depan” karya Rania Thahirah menyabet juara 3.

Menariknya lagi, di hari pertama ini, ada Live Screen Print dari Survive Garage dengan desain dari Anti Tank dan Sebtian. “Cukup dengan membawa satu kaos polos dan sablon di tempat. Cukup donasi Rp 20.000,00 saja.”. Art For Orangutan, sebuah pameran lintas usia, gender, latar belakang, budaya dan generasi agar semakin luas dan semakin mencintai orangutan sebagai satwa kebanggaan Indonesia. Untuk kamu yang ingin ikut menyumbang orangutan lewat acara AFO bisa melalui https://www.kitabisa.com/bantuafo

WRITING COMPETITION ON ORANGUTAN HAS BEEN CLOSED

Two days before the closing of the Orangutan Short Story Writing Competition, Center for Orangutan Protection’s BNI account 1377888997 was flooded with donations of Rp. 25,003.00 as proof of participation in the competition. Ten best works are planned to be printed into books. This competition was an Indie Book Corner collaboration with the Center for Orangutan Protection.

Finally on the due date, Sunday, January 6, 2019 at 23:00 WIB the committee received 128 short stories. The committee were amazed by the ideas and storyline of each incoming short story with the theme of A Good Life for Orangutans. Starting from stories about orangutans who lost their habitat to orangutan stories in the decades ahead.

For one month, the committee will select the short stories. The initial stage 50 works are selected, then ten best works are determined. Of the ten works, three winners were chosen. “Thank you for participating. There are many ways to take part in protecting orangutans. This donation is for orangutans.”, Septian said. The winner’s announcement will be published at the opening of The 3rd Art For Orangutan on Thursday, February 14, 2019 at the Jogja National Museum, Yogyakarta. (EBO)

LOMBA MENULIS CERPEN ORANGUTAN DITUTUP
Dua hari menjelang penutupan Lomba Menulis Cerpen Orangutan, rekening BNI 1377888997 atas nama Centre for Orangutan Protection dibanjirin donasi Rp 25.003,00 sebagai bukti keikutsertaan peserta dalam lomba. Sepuluh karya terbaik rencananya akan dibukukan. Lomba ini merupakan kolaborasi Indie Book Corner dengan Centre for Orangutan Protection.

Hingga akhirnya pada hari Minggu, 6 Januari 2019 pukul 23.00 WIB panitia menerima 128 cerpen. Cerpen-cerpen yang masuk dengan tema A Good Life for Orangutan membuat panitia kagum dengan ide dan jalan cerita setiap cerpen. Mulai dari cerita mengenai orangutan yang kehilangan habitatnya sampai cerita orangutan di puluhan tahun ke depan.

Selama satu bulan, panitia akan menyeleksi cerpen-cerpen tersebut. Tahap awal ada 50 karya yang masuk yang selanjutnya akan ditentukan sepuluh karya terbaik. Dari sepuluh karya tersebut lah penentuan tiga pemenang. “Terimakasih atas keikutsertaannya. Banyak cara untuk ambil bagian dalam perlindungan orangutan. Donasi ini untuk orangutan.”, ujar Septian. Pengumuman pemenang akan dipublikasikan pada pembukaan Art For Orangutan 3 pada Kamis, 14 Pebruari 2019 di Jogja National Museum, Yogyakarta.

HELP ORANGUTANS THROUGH ART FOR ORANGUTAN

Art is an universal languages that can be accepted by many. it will become a medium to deliver current issues on what happened to orangutans. The artists, with their creativities, will show the themes of orangutan thru their arts. All the spirit is summarized by Art for Orangutan (AFO) in the form of an art exhibition that has been visited by many people.

There were 122 art works with around 1500 visitors when the 2nd AFO was held in 2016. The exhibition that was held for 4 days had it own attraction for people to visit, see, respond, and understand the condition of our current orangutans. The support for orangutans was flowing in every way.

Another energy from AFO is the collective works of Centre for Orangutan Protection (COP) supporters who are members of Orangufriends with several art communities such as Gigi Nyala, IAM Project, etc. All agreed that AFO is an art activity that is not to be affiliated with the interested parties of orangutans, especially for event supporters or sponsorship.

The fundraising is expected to cover the cost of gallery and musical instruments rental, catalogue printing and transportation for performers/panelists. Your support is the key success of #artfororangutan3 that will be held on Feb 14-17, 2019 in Yogyakarta. More people to support, more people to care about orangutans! Find us by click https://kitabisa.com/bantuafo

BANTU ORANGUTAN LEWAT ART FOR ORANGUTAN
Seni adalah bahasa universal yang bisa diterima oleh orang banyak, akan menjadi jembatan untuk menyampaikan isu terkini pada apa yang terjadi dengan orangutan. Para seniman dengan kreatifitas tersendiri akan menyampaikan tema-tema orangutan melalui karyanya. Semangat itu yang dirangkum oleh Art for Orangutan (AFO) menjadi sebuah pameran seni yang banyak dikunjungi oleh orang.

Ada 122 karya seni dengan jumlah pengunjung sekitar 1500 orang saat AFO kedua di tahun 2016 yang lalu. Pameran yang berlangsung selama 4 hari ini menjadi magnet tersendiri untuk orang-orang datang, melihat, merespon dan mengerti hingga memahami kondisi orangutan terkini. Dukungan untuk orangutan pun mengalir dengan deras dengan caranya masing-masing.

Semangat lain dari AFO adalah kerja kolektif anggota pendukung Centre for Orangutan Protection (COP) yang tergabung dalam Orangufriends dengan beberapa komunitas seni seperti Gigi Nyala, IAM Project dll. Semua sepakat bahwa AFO adalah kegiatan seni yang mencoba untuk tidak berkonflik kepentingan bagi orangutan, terutama dengan para pendukung acara atau sponsorship.

Penggalangan dana ini diharapkan bisa menutupi pengeluaran biaya seperti sewa galeri, alat musik, cetak katalog dan transportasi pengisi acara. Dukungan teman-teman adalah kunci sukses #artfororangutan3 yang akan dilaksanakan 14-17 Pebruari 2019 di Yogyakarta, sehingga semakin banyak yang peduli dengan orangutan. Kamu bisa bantu lewat https://kitabisa.com/bantuafo

ORANGUTAN SHORT STORY WRITING COMPETITION

Art for Orangutan 2018, the 3rd art exhibition will be different from previous years. The special thing of AFO 2018 is we are not only reaching fine artists but also writers. For those of you who like writing, you are now invited to take an active role in the conservation of orangutans and other wildlife. Collect your short story for our writing competition no later than Sunday, January 6, 2019, at 23.00 WIB.

Competition terms:
– Each participant can only send one story
– The work has to be original and never been published in the media or any other competition
– Writing should be in proper and correct Indonesian
– The work is sent in Word format (.doc or .docx)
– The judges will select 10 best works to be published in a book and 3 best stories to be the winners.
– All short stories belong to the committee and copyrights remain to the authors
– The decision of the judges is absolute and cannot be disputed

Requirements:
– Open for public
– A4 paper size, font Times New Roman MS 12, space 1.5, Margin 4-4-3-3
– Minimum writing of 800 and a maximum of 1500 words
– Send your short story along with the scan/photo of the donation proof, identity (KTP/KTM/KP) and original work statement sheet to email: afo3.cerpen@gmail.com with email title: Participant name_ Title of story_Phone number
– Donation of IDR 25,003.00 (twenty-five thousand three rupiahs) to BNI account 1377888997 on behalf of Center for Orangutan Protection.

Prize:
1st Place: IDR 700,000.00 + 2 Anthology Books + COP merchandise + Certificate
2nd Place: IDR 500,000.00 + 2 Anthology Books + COP merchandise + Certificate
3rd Place: IDR 300,000.00 + 2 Anthology Books + COP merchandise + Certificate

7 of the 10 best works will get 1 Anthology Book
All short story participants will get an e-certificate

The winners will be announced on the official Instagram account @orangutan_COP @giginyala and @indiebookcorner at the opening of #ArtForOrangutan3 on Thursday, February 14, 2019, at Jogja National Museum, Yogyakarta. (SAR)

LOMBA MENULIS CERPEN ORANGUTAN
Art For Orangutan, pameran seni rupa ke-3 kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Yang membedakan adalah jangkauan pelaku seni yang tak hanya terbatas pada seni rupa saja. Untuk kamu yang hobi menulis pun kini diajak untuk aktif mengambil peran dalam pelestarian orangutan dan satwa liar lainnya. Pengumpulan karya lomba penulisan cerita pendek/cerpen paling lambat hari Minggu, 6 Januari 2019 pukul 23.00 WIB.

Mekanisme Lomba:
– Setiap peserta hanya dapat mengirimkan satu karya
– Karya bersifat asli/orinal dan belum pernah dipublikasi di media atau sedang diikutsertakan dalam lomba mana pun
– Bahasa Indonesia yang digunakan dengan baik dan benar
– Hasil karya dikirim dengan format Word
– Dewan juri akan memilih 10 karya terbaik yang akan dibukukan dan 3 pemenang.
– Karya cerpen menjadi milik panitia dan hak cipta tetap pada penulis
– Keputusan dewan juri mutlak dan tidak bisa diganggu gugat

Persyaratan:
– Terbuka untuk umum
– Ukuran kertas A4, font Times New Roman MS 12, spasi 1.5, Margin 4-43-3
– Panjang tulisan minimal 800 dan maksimal 1500 kata
– Kirimkan karya cerpen beserta scan/foto bukti donasi, identitas diri (KTP/KTM/KP) dan lembar pernyataan orisinalitas karya ke email: afo3.cerpen@gmail.com dengan judul email: Nama peserta_Judul Karya_No HP
– Donasi Rp 25.003,00 (dua puluh lima ribu tiga rupiah) ke rekening BNI 1377888997 a.n Centre for Orangutan Protection

Hadiah
Juara 1: Rp 700.000,00 + 2 Buku Antologi + Merchandise COP + Piagam
Juara 2: Rp 500.000,00 + 2 Buku Antologi + Merchandise COP + Piagam
Juara 3: Rp 300.000,00 + 2 Buku Antologi + Merchandise COP + Piagam

7 dari 10 karya terbaik akan mendapatkan 1 Buku Antologi
Semua peserta lomba cerpen akan mendapatkan e-sertifikat

Pengumuman pemenang akan dipublikasikan di akun instagram resmi @orangutan_COP @giginyala dan @indiebookcorner pada pembukaan #artfororangutan3 pada Kamis, 14 Pebruari 2019 di Jogja National Museum, Yogyakarta.

ART FOR ORANGUTAN: A GOOD LIFE FOR ORANGUTAN

Developments often forget the natural ecosystem. Forest inhabitants are intentionally eliminated for either this reason or from illegal hunting. So, is the life of an animal less valuable than human’s desire to develop? Is a decent life for animals not worth fighting?

For the third time, an art exhibition called Art For Orangutan will be back with topic “A Good Life for Orangutan”. Looking at the problems of a type of the closest species to human that is orangutan, artists are put their knowledge of orangutan problems into two, three, or even four dimensional arts.

Our hope, through the #artfororangutan3 exhibition, is that we will not be stuck in conflicting situations. Instead, we want to rethink the image of orangutans and how they will survive in the future from a different perspective: that orangutans are not only primates but also part of our lives.

Initiated by the Centre for Orangutan Protection (COP) in collaboration with the Gigi Nyala community, the first Art for Orangutan (AFO) was held in February 2015 at the Jogja National Museum, entitled “Life for Umbrella Species”. For a second time, AFO was held in November 2016 at the same place, entitled “Refusing Extinction”. AFO itself is a charity exhibition held to campaign for the protection, rehabilitation and the end of violence against wildlife, especially orangutans. This time, we also want this event to resound through the #artfororangutan3 so we can be reminded that there are other creatures besides humans that have the right to a decent life and that can continue to exist.

GUIDELINES
#artfororangutan3 will be held on February 14-17 2019 at the Jogja National Museum (JNM), Yogyakarta. With the following conditions:
1. The artist or exhibitor should be interested in caring for wildlife and that they should be free to live in the wild.
2. The submitted work has a strong concept that is suitable to the theme. 3. Must follow on Instagram @orangutan_COP and @giginyala.
4. Participants must fill out the form and register online no later than Tuesday, January 15, 2019. (The registration link will not be accessible past that date).
5. A maximum of 3 (three) artworks can be submitted.
6. The registration fee per artwork is Rp. 50.003,- (lima puluh ribu tiga rupiah) for Indonesian artists and $10 USD (ten USD) for foreign artists. Payment must be received by February 5, 2019 and can be made to: BNI Bank account 1377888997 Centre for Orangutan Protection or by PayPal to hardi@orangutan.id / Centre for Orangutan Protection.
7. After making the transfer, please send proof of transfer to email: artfororangutan.tiga@gmail.com with the email subject: Artist Name_Title of Works.
8. The work should then be sent to the following address:

An. Daniek Hendarto (#artfororangutan3)
Camp APE Warrior – Centre for Orangutan Protection (COP)
Jl. Gito Gati, Gondanglegi RT/RW: 01/13, Tegal Weru, Sari Harjo, Ngaglik. Kec. Sleman, Kab. Sleman, Yogyakarta, Indonesia. 55581
Mobile Number: +62-813-2883-7434

9. The artist will get an exhibition certificate #artfororangutan3 in soft file / digital format which will be sent 5 days after the exhibition #artfororangutan3 and get an exhibition catalog which will be sent along with the return of the work.
10. The work submitted can be personal or collective / group work with any media. 11. The cost of shipping and returning artwork will be fully covered by the artist.
12. Packing work must be adjusted to the needs and security of the work. Delivery of works must be through a clear and legal shipping service.
13. Submitted work must be from the last 2 (two) years and never have been included in previous Art For Orangutan exhibitions.
14. The maximum size of 2D (two dimensional) work is 200 cm x 200 cm. The maximum size of 3D (three dimensional) work is H: 200 cm, W: 150 cm and L: 150
15. Copyright for works, oral and written statements given and made by artists is entirely the responsibility of the artist.
16. The committee has the right not to exhibit works received for reasons of politeness and propriety, especially those relating to pornography and racial intolerance. If this happens, #artfororangutan3 committee will notify the artist. The #artfororangutan3 exhibit will be visited by the general public with a variety of ages from children to adults.
17. The international deadline for sending artwork is Monday, January 14, 2019 (postmark). If sent past this date, the #artfororangutan3 committee has the right not to display the work.
18. The #artfororangutan3 committee is responsible for the ongoing process of the exhibition such as unpacking work upon arrival, installing, displaying and packing again.
19. The #artfororangutan3 committee will sell the work provided that the work is indeed allowed by the artist to be sold. 60% of the price will be given to the artist and 40% will be donated to the Center for Orangutan Protection.
20. Consignment of sales of work will continue for 2 weeks after the exhibition takes place. 21. The #artfororangutan3 committee will package and send the artist’s work to the
address that corresponds to the form sent at the cost provided by the artist.
22. Within 40 days after the exhibition is complete, if there is no confirmation from the artist to take or receive their packaged work, the Center for Orangutan Protection will have full rights to the work.
23. If anything else happens to the work and exhibition (force majeure) it will be resolved by deliberation and consensus.
24. More information email : artfororangutan.tiga@gmail.com or Ramadhani (COP) +62 813 4927 1904 / Ervance (Giginyala) +62 857 1580 3439.
Timeline Art For Orangutans # 3 :
- International deadline for delivery (postmark) : Monday, January 14, 2019
– End of registration (online data entered) : Tuesday, January 15 , 2019
– Exhibition of Art for Orangutans # 3 : February 14 -17, 2019
- Return / retrieval of works : Until – 5 April 2019
Registration Form : https://s.id/ArtForOrangutan3

Pembangunan sering sekali melupakan ekosistem alam. Penghuni hutan tersingkir secara sengaja dengan kehilangan rumahnya ataupun karena perburuan liar. Apakah nyawa seekor hewan tidak lebih berharga dibandingkan pembangunan tersebut? Apakah kehidupan tersebut tidak layak diperjuangkan?

Untuk ketiga kalinya, pameran seni rupa Art For Orangutan akan kembali hadir dengan tajuk “A Good Life For Orangutan”. Melihat permasalahan satu jenis individu yang sangat dekat sekali dengan manusia, yaitu orangutan. Bagaimana para pelaku seni memahami permasalahan orangutan dan mencoba menuangkannya dalam bentuk dua dimensi, tiga bahkan empat dimensi.

Tentu saja harapannya, Art For Orangutan tidak hanya terjebak pada situasi konfliktual, melainkan memikirkan kembali, imaji-imaji akan orangutan dan bagaimana keberlangsungannya di kemudian hari melalui perspektif lain. Bahwa orangutan bukan hanya primata, namun bagian dari kehidupan kita dengan ide-ide segar dan di luar kebiasaan.

Digagas oleh Centre for Orangutan (COP) yang bekerjasama dengan komunitas Gigi Nyala, AFO pertama kali pada Pebruari 2015 berjudul “Life for Umbrella Species” di Jogja Nasional Museum. Kali kedua dengan tajuk “Menolak Punah” diselenggarakan pada November 2016 di tempat yang sama. AFO merupakan pameran amal untuk kampanye perlindungan, rehabilitasi dan menghentikan kekerasan terhadap satwa liar, terutama orangutan. Kali ini, dengan tanda pagar, menggemakan #artfororangutan3 agar kita semua tidak lupa bahwa makhluk hidup lain berhak mendapatkan kehidupan layak dengan dijaganya keberlangsungan hidupnya.

PANDUAN
#ArtForOrangutan3 akan dilakukan pada tanggal 14-17 Februari 2019 di Jogja National Museum (JNM), Yogyakarta. Dengan ketentuan sebagai berikut :
1. Seniman atau peserta pameran memiliki semangat kepedulian terhadap satwa liar, bahwa satwa liar lebih layak dan indah hidup dialam.
2. Karya yang dikirimkan memiliki konsep yang kuat dengan kesesuaian tema.
3. Wajib follow Instagram @orangutan_COP dan @giginyala.
4. Peserta berkewajiban mengisi formulir dan batas akhir pendaftaran secara online paling lambat Senin, 21 Januari 2019. (Melebihi tanggal tersebut secara otomatis link pendaftaran tidak akan bisa diakses/dibuka).
5. Mengirimkan maksimal 3 (tiga) judul karya.
6. Peserta dalam Negeri membayar Rp. 50.003,- (lima puluh ribu tiga rupiah) dan seniman manca Negara membayar USD 10 (sepuluh dollar) untuk satu judul karya. Pembayaran ditransfer ke rekening BNI 1377888997 an. Centre for Orangutan Protection sebelum tanggal 5 Februari 2019.
7. Setelah melakukan transfer harap mengirimkan bukti transfer ke email: artfororangutan.tiga@gmail.com dengan judul email : Nama Peserta_Judul Karya.
8. Karya kemudian dikirimkan ke alamat sebagai berikut :

An. Daniek Hendarto (AFO #3)
Camp APE Warrior – Centre for Orangutan Protection (COP)
Jl. Gito Gati, Dusun Gondanglegi 01/13, Tegal Weru, Sari Harjo, Ngaglik.
Kec. Sleman, Kab. Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581
No Hp : 0813-2883-7434

9. Peserta akan mendapatkan sertifikat keikutsertaan pameran #artfororangutan3 dalam bentuk softfile/digital yang akan dikirimkan 5 hari pasca pameran #artfororangutan3 dan mendapatkan katalog pameran yang akan diberikan bersamaan dengan pengembalian karya.
10. Karya yang dikirimkan bisa berupa karya personal atau kolektif/kelompok dengan media apapun.
11. Biaya pengiriman dan pengembalian karya sepenuhnya ditanggung oleh peserta.
12. Packing karya disesuaikan dengan kebutuhan dan keamanan karya. Pengiriman karya harus melalui jasa pengirim yang jelas dan legal.
13. Karya yang dikirimkan adalah karya terbaru dalam 2 (dua) tahun terakhir dan belum pernah diikutkan dalam pameran art for orangutan sebelumnya.
14. Ukuran maksimal karya 2D (dua dimensi) dengan ukuran maksimal 200 cm x 200 cm. 3D (tiga dimensi) dengan ukuran maksimal T: 200 cm, L: 150 cm dan P: 150 cm
15. Hak cipta atas karya, pernyataan lisan maupun tertulis yang diberikan dan dibuat oleh seniman adalah sepenuhnya tanggungjawab seniman.
16. Panitia berhak untuk tidak memamerkan karya yang diterima dengan alasan kesopanan dan kepatutan, terutama yang berhubungan dengan pornografi dan SARA. Jika ini terjadi, Panitia #artfororangutan3 akan melakukan konfirmasi kepada peserta. Pameran #artfororangutan3 akan dikunjungi oleh kalangan umum dengan variasi umur dari anak-anak hingga orang dewasa.
17. Batas akhir pengiriman karya adalah pada tanggal Jumat, 25 Januari 2019 (Cap Pos). Jika melebihi tanggal tersebut maka Panitia #artfororangutan3 berhak untuk tidak memamerkan karya tersebut.
18. Panitia #artfororangutan3 bertanggung jawab dalam proses berlangsungnya pameran seperti pembongkaran karya ketika datang, pemasangan, memamerkan dan packing kembali.
19. Panitia #artfororangutan3 akan melakukan penjualan karya dengan ketentuan bahwa karya tersebut memang oleh peserta diperkenankan untuk dijual. Dengan prosentase penjualan karya sebesar 60% dari harga karya yang terjual
menjadi hak seniman dan 40% didonasikan untuk Centre for Orangutan Protection.
20. Melakukan konsinyasi penjualan karya selama 2 minggu setelah pameran berlangsung.
21. Melakukan teknis pengembalian karya peserta ke alamat yang sesuai dengan formulir yang dikirim dengan biaya ditanggung oleh seniman.
22. Jika dalam waktu 40 hari setelah pameran selesai dan tidak ada konfirmasi dari peserta untuk mengambil atau siap menerima paketan karyanya kembali maka karya akan menjadi hak Centre for Orangutan Protection.
23. Jika ada hal lain yang terjadi terhadap karya dan acara pameran (force majeure) maka akan diselesaikan secara musyawarah dan mufakat.
24. Informasi lebih lanjut melalui email : artfororangutan.tiga@gmail.com atau Ramadhani (COP) +62 813 4927 1904 / Ervance (Giginyala) +62 857 1580 3439.
Timeline Art For Orangutan #3
- Batas akhir pendaftaran (data online masuk) : Senin, 21 Januari 2019
– Batas akhir pengiriman karya (cap pos)
– Pameran Art for Orangutan #3
– Pengembalian/pengambilan karya:
Jumat, 25 Januari 2019 : 14 – 17 Februari 2019 : Hingga – 5 April 2019
Formulir Pendaftran : https://s.id/ArtForOrangutan3