PALM OIL KILLS, GAPKI

A proud member of Orangufriends stand up alone in the front of a venue where the Pro Palm Oil propaganda event being held by Indonesian Palm Oil Assosiation (GAPKI). The association visits campus across Indonesia to spread the lies about palm oil. The Centre for Orangutan Protection publish the very fresh evidence today on how the orangutan being threatened by the forest clearing to make for oil palm plantation around PT. AE and Makin in East Kalimantan.

Seorang anggota Orangufriends yang bangga berdiri sendirian di depan tempat berlangsungnya propaganda pro sawit yang diselenggarakan oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia. Mereka berkunjung ke kampus – kampus di Indonesia untuk menyebarkan kebohongan. Pada hari ini juga, COP mempublikasikan bukti segar hari ini yang menunjukkan bagaimana pembabatan hutan untuk membuka kelapa sawit telah mengancam kelangsungan hidup ORANGUTAN di sekitaran PT. AE dan Makin di Kalimantan.

INDONESIA SUSTAINABLE PALM OIL

Alongside with the Ministry of Agriculture, the Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) are ignoring our appeal to the fate of orangutans in the concession area of PT. AE. Apparently, they choose to cover up the crimes against orangutan and its habitat. Share this wide and far, make it your FB cover.
Bersama dengan Kementerian Pertanian, ISPO mengabaikan seruan kami untuk nasib orangutan yang berada di kawasan konsesi perkebunan kelapa sawit PT. AE. Mereka memilih untuk menutupi kejahatan kerhadap orangutan dan habitatntya. Sebarkan ini seluas dan sejauh mungkin. Jadikan sampul FB mu.

4 TRACHYPITHECUS AURATUS SAVED

Four Javan Langurs have been rescued from the illegal wildlife trade in Banyuwangi. The East Java Directorate General of Conservation of Natural Resources and Ecosystems Section 5, assisted by the Banyuwangi police force, COP and Animals Indonesia, carried out the arrest of the offender implicated in the trafficking of protected wildlife at the Sukowidi Petrol Station, Banyuwangi, East Java. Trafficker Arif, 28, acquired the animals from hunters in the Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Probolinggo and Sirubondo regions, as well as the Baluran and Alas Purwo National Parks.
“Do not purchase any wild animals whatsoever! This will automatically break the chain of the wildlife trade.”, stated Daniek Hendarto of the COP APE Warrior team. Throughout 2016, APE Warrior has exposed three cases of wildlife trafficking. In February 2016, a trafficker in Bantul (initials M.Z.) and a veterinarian from the Mangkang Zoo in Semarang (initials H.N.) were caught red-handed performing a transaction. At this time, the case of the Bantul trader (M.Z.) is undergoing trial in the Bantul District Court. In the same month, a collector of Sumatran tiger pelts (S.H.N., 44) was arrested selling a complete tiger pelt 130cm in length, along with the bones, still soaking in preservative fluids. This female tiger was estimated to be a juvenile, with three gunshot holes evident in the body, made by the hunter.
Based on clause 21, sub-clause (2) of Regulation No. 5, 1990, on the Conservation of Living Natural Resources and their Ecosystems, the penalty for offenders of trafficking of protected wildlife is 5 years imprisonment and a fine of Rp.100.000.000,00 (~USD $7300).
Daniek adds, “Penalties for perpetrators of wildlife crime must be severe, so that they are made afraid and wary of committing these crimes.”.
‪#‎CombatIllegalWildlifeTrade‬
Empat ekor Lutung Jawa berhasil diselamatkan dari perdagangan illegal di Banyuwangi. KSDAE Seksi 5 Jawa Timur dibantu Polres Banyuwangi, COP dan Animals Indonesia melakukan penangkapan perdagangan satwa liar kategori dilindungi di SPBU Sukowidi, Banyuwangi, Jawa Timur. Pedagang Arif berusia 28 tahun mendapatkan satwa dilindungi tersebut dari para pemburu di sekitaran Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Probolinggo, Sirubondo termasuk Taman Nasional Baluran dan Taman Nasional Alas Purwo.
“Jangan beli satwa liar apapun! ini akan memutus rantai perdangangan satwa liar dengan sendirinya.”, tegas Daniek Hendarto, APE Warrior COP. APE Warrior selama tahun 2016 ini telah mengungkap tiga kasus perdagangan satwa liar. Bulan Februari 2016 yang lalu seorang pedagang satwa liar di Bantul (MZ) dan seorang dokter hewan kebun binatang Mangkang di Semarang (HN) tertangkap tangan sedang melakukan transaksi. Saat ini kasus pedagang Bantul (MZ) sedang menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Bantul. Masih pada bulan yang sama, seorang pengepul harimau Sumatera (Shn, 44 tahun) tertangkap tangan sedang menjual kulit harimau utuh sepanjang 130 cm lengkap dengan tulangnya yang masih di dalam cairan pengawet. Harimau betina ini diperkirakan berusia remaja dengan tiga lubang di tubuhnya bekas tembakan si pemburu.
Berdasarkan pasal 21 ayat (2) dari Undang-Undang RI No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya ancaman hukuman bagi pelaku perdagangan satwa liar dilindungi adalah 5 tahun penjara dan denda Rp 100.000.000,00
Daniek menambahkan, “Hukum pelaku kejahatan terhadap satwa liar harus berat, agar takut dan jera untuk melakukan kejahatan tersebut.”.

UPDATE BANTUL WILDLIFE TRADE

Sidang ke-5 terdakwa MZ (pedagang satwa liar di Bantul, Yogyakarta) yang tertangkap tangan (8/2) dengan barang bukti satu anak beruang madu, satu binturong, satu bayi lutung, satu elang bondol hitam, tiga ekor ular sanca bodo dan tigabelas anakan merak pada 8 Februari 2016. Sidang pada 23 Mei, mendengarkan saksi ahli bapak Donan Satria Yudha, dosen Biologi UGM untuk memberikan keterangan hewan dilindungi yang diperdagangkan dan PP No 7 tahun 1999.
https://orangutanprotection.com/…/a-wildlife-trader-was-arr…/
‪#‎APEWarrior‬ ‪#‎AntiWildlifeCrime‬

COP AT IBEX JEC

Untuk yang sedang di Yogyakarta, mampir ke pameran IBEX (Indonesian Biodiversity and Enviroment) di Jogja Expo Center (JEC).
COP ada di JEC sejak 19-22 Mei 2016 dari pukul 10.00 – 22.00 WIB.
Jangan lewatkan merchandise COP ya…
Centre for Orangutan membutuhkan KAMU lewat KADO.
1. Kampanye
2. Adopsi
3. Donasi
4. Orangufriends
Selain itu BELI Merchandise COP.
‪#‎orangufriendevents‬ ‪#‎IBEX‬

UCI SUFFERS PROLAPSE RECTAL

Last week, May 19,2016 the little Leci was got a fever dan she is now recovered. Uci currently suffers from prolapse rectal (the rectum slides out of place and usually sticks out of the anus) and need to have a rest from forest school. Such a hectic weeks in the clinic of COP Borneo. Thank you With Compassion & Soul that has built this clinic and Orangutan Veterinary Aid – OVAID that has completed the equipments.
Seminggu yang lalu, si mungil Leci sakit demam dan sudah pulih kembali. Sekarang Uci sakit prolaps rektal dan harus istirahat dari sekolah hutan. Minggu-minggu yang sibuk di klinik COP Borneo. Terimakasih With Compassion & Soul yang telah membangun klinik ini dan Orangutan Veterinary Aid – OVAID yang telah mengisi peralatan medisnya.

COP SCHOOL BATCH #6 ARRIVED

Selamat datang para siswa COP School Batch #6 di Camp APE Warrior. Camp para pejuang Centre for Orangutan Protection.
18 Mei 2016, ini akan menjadi awal perjalanan, bersiap menemukan fakta di lapangan, menyelaraskan keinginan, pikiran, pengalaman dan kenyataan. Mari berbuat sesuatu dari yang kecil. Tetap semangat, menghadapi tantangan. Seribu satu jalan ke Roma… pastikan kita tidak berhenti saat menemukan halangan.
‪#‎COPSchool6‬ harapan itu masih ada.

GET WELL SOON LECI

Orangutan Leci was evacuated by APE Defender (rapid response team of COP) from Kebon Agung Village, Sangatta, East Kutai, East Kalimantan on April 3, 2016. Leci was found by a farmer in a farm, separated from its mother. Orangutans get to the farms because the forest has been cleared for oil palm plantations.
Just like other ordinary kid, May 12, 2016 orangutan Leci also needs to be treated at the clinic of COP Borneo because of fever. Fortunately, Leci still has a will to eat so she does not need an IV. Get well soon, Leci.. hopefully the quarantine period will end very soon.
‪#‎forestwars‬
Orangutan Leci adalah orangutan yang dievakuasi APE Defender (tim gerak cepat COP) dari desa Kebon Agung, Sangatta, Kutai Timur, Kalimantan Timur pada 3 April 2016 yang lalu. Leci ditemukan seorang petani di kebunnya sendirian, terpisah dari induknya. Orangutan terpaksa mendatangi kebun masyarakat karena hutan sebagai habitatnya habis dibabat untuk perkebunan kelapa sawit. ‪#‎conflictpalmoil‬
Seperti anak kecil pada umumnya, saat ini 12 Mei 2016, orangutan Leci pun harus dirawat di klinik COP Borneo karena demam. Untungnya, Leci masih semangat untuk makan sehingga tidak perlu diinfus. Animal keeper dan paramedis menjadi ibu penggantinya. Cepat pulih ya Leci… semoga masa karantina cepat berakhir.

KONG TOYS FROM MELBOURNE ZOO

Boredom is the biggest problem to wildlife that are in cage . To overcome it, we can create enrichment to make orangutans busy. ‘Kong Toy’ ( a ball with holes ), donation from Melbourne Zoo is an example of enrichment combined with orangutan’s food. Kong Toys is filled with grains and honey. May 12, 2016 Orangutans will be busy taking it out, train their finger and sharpen their ability to smell. Each orangutan finish it in different ways. Time goes so fast.
Kebosanan adalah masalah utama yang diderita satwa liar yang berada dalam kurungan. Untuk mengatasi itu, dibutuhkan pengkayaan/enrichment yang membuat orangutan tersebut sibuk. Sumbangan ‘Kong Toy’ (bola dengan lubang) dari Melbourne Zoo adalah contoh enrichment yang dikombinasi dengan makanan orangutan. Kong Toys diisi biji-bijian dan madu. 9 Mei 2016, Orangutan pun sibuk mengeluarkannya, melatih jari-jarinya dan mempertajam penciumannya. Setiap orangutan menyelesaikan dengan cara yang berbeda. Tak terasa waktu pun berlalu.
‪#‎enrichmentorangutan‬

CAMPUS VISIT AT AHMAD DAHLAN UNIVERSITY

COP bangga pada Orangufriends. Minggu, 8 Mei 2016 yang lalu, Orangufriends Yogya mengisi materi di jurusan Biologi, Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Materi yang disampaikan mengambil tema “Tidak ingin hilang seperti rumah kami”.
Save or Delete, You Decide!
‪#‎proudofOrangufriends‬ ‪#‎schoolvisit‬ ‪#‎campusvisit‬