Uncategorized

Indonesia only have 4 decent zoos.

According to the Ministry of Environment and Forestry, Indonesia only have 4 decent zoos. It means that the rest are just hell. We at COP try our best to help individual orang-utans in abandoned zoos. The most difficult thing is changing the culture and perception to animals among zoo people. It is very hard job indeed. This pictures was taken several years ago before we help. Soon they will have new home. Just stay tune in this page.
Menurut Kementerian Lingkungan dan Kehutanan, Indonesia hanya memiliki 4 kebun binatang yang layak. Ini berarti sisanya hanyalah neraka satwa. Kami di COP mencoba yang terbaik untuk menolong orangutan – orangutan di kebun binatang telantar. Hal paling sulit adalah merubah budaya dan persepsi mereka pada satwa. Kerja yang keras memang.

8th anniversary

10437645_10153133694578944_5845909498115682879_nTime flies. It’s been 8 years now we fight crimes against orangutans. We save animal’s life everyday, together, in the front lines.
Let’s celebrate this. Make it as your profile picture.
Waktu berlalu cepat. Tak terasa sudah 8 tahun kita melawan kejahatan terhadap orangutan. Kita menyelamatkan nyawa satwa setiap hari, bersama, di garis depan. Mari kita rayakan ini. Jadikan foto profilmu.

Orangutan Di Pontianak Mati Karena Trauma Fisik

Metrotvnews.com, Pontianak: Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Kalimantan Barat Siti Chadidjah Kaniawati mengungkapkan orangutan yang ditemukan warga di Dusun Danau, Desa Peniraman, Kabupaten Pontianak, mati karena adanya unsur kekerasan.

“Dari hasil otopsi yang dilakukan, tidak ditemukan adanya penyakit atau tidak ada keluhan patologis. Dan secara umum, orangutan tersebut dapat dinyatakan sehat,” kata Siti Chadidjah Kaniawati, Rabu (23/10).

Read More

Taman Nasional Kutai: Solusi Konflik Lamban, Taman Nasional Pelan-pelan Terjual (bagian I)

Kondisi Taman Nasional Kutai (TNK) kian memprihatinkan. Beragam aktivitas perambahan di hutan konservasi seluas 198.629 hektare ini terus terjadi, dan kian merajalela. Selain aktivitas pembalakan liar, ancaman nyata datang dari aktivitas jual beli lahan yang diduga dilakukan masyarakat setempat.

Hal ini, diungkapkan Kepala Seksi Pengelolaan TNK wilayah Sangatta, Hernowo Supriyanto, beberapa waktu lalu, di Balai Sangkima. Hernowo mengungkapkan, tidak hanya terkonversi menjadi pemukiman dan perkebunan warga. Area TNK khususnya yang berlokasi di sepanjang poros Bontang-Sangatta rawan terjadi transaksi jual beli tanah.

Read More
Page 5 of 512345