APE WARRIOR SELAMATKAN 8 BAYI LUTUNG DAN 4 ELANG DARI PEDAGANG DI JAWA TIMUR

Kediri – Tim Tipidter Polda Jawa Timur bersama Centre for Orangutan Protection berhasil menggagalkan transaksi perdagangan satwa dilindungi di dua kota yang berbeda di Kota Kediri dan Ngawi, Jawa Timur. Pada Senin (8/2) tepatnya di Perumahan Permata Biru, Kediri dan transaksi di Terminal Kertonegoro, Kabupaten Ngawi berhasil mengamankan 8 (delapan) bayi lutung jawa dan 4 (empat) elang.

Pedagang bernama Vlad PE (31) bersama istrinya mengaku mendapatkan barang/satwa dari berbagai daerah seperti Jombang dan Surabaya yang kemudian mereka jual belikan melalui situs jejaring sosial media (facebook). Dari pedagang tersebut didapatkan barang bukti 8 Lutung Jawa (Trachypithecus auratus) dan satu Elang Brontok (Nisaetus cirrhatus) yang siap diperjualbelikan oleh dua orang pedagang.

Tim Tipidter Polda kemudian menelusuri informasi adanya transaksi burung elang yang akan dilakukan di Ngawi, Jawa Timur. Dari tangkap tangan di Terminal Kertonegoro, tim berhasil mengamankan tiga orang beserta tiga Elang Paria (Milvus migrans) berikut bisnya. Ketiga orang tersebut merupakan supir dan dua kondektur dari bis trayek Surabaya-Yogyakarta.

Seiring majunya teknologi, tren perdagangan satwa liar pun bergeser ke media online. Jualan online dinilai lebih aman dari razia petugas. Pedagang cukup memajang foto satwa liar di media online dengan banderol harga tanpa harus bertatap muka.Jika pembelisetuju harga yang ditawarkan, pedagang akan memberikan nomer rekening dan setelah dana ditransfer masuk, pedagang akan menggunakan jasa pengiriman. Hanya sedikit pedagang yang mau melakukan Cash On Delivery (COD).

Banyaknya tangkapan mengindikasikan tingginya permintaan satwa dilindungi oleh para ‘pecinta’ atau kolektor. Selain itu, menjamurnya komunitas pecinta primata dan reptor juga disinyalir menaikkan permintaan satwa ini di pasaran. “Jangan beli satwa liar apapun, itu akan memutus rantai perdagangan satwa liar dengan sendirinya”, tegas Satria Wardhana, kapten APE Warrior yang merupakan kordinator Tim Anti Perdagangan Satwa COP.

“COP berharap kepada perusahaan angkutan umumseperti bis dan jasa pengiriman lebih ketat dan memberikan pemahaman kepada pekerjanya bahwa membawa dan mengangkut satwa liar yang dilindungi merupakan pelanggaran atau kejahatan hukum”, tambah Satria lagi.

Berdasarkan Pasal 21 ayat (2) dari Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya ancaman hukuman bagi pedagang satwa liar dilindungi adalah 5 tahun penjara dan denda Rp 100.000.000,00

Untuk informasi dan wawancara hubungi

Satria Wardhana
Anti Wildlife Crime COP
HP: 0821 3429 6179
email: info@orangutanprotection.com

ALUMNI COP SCHOOL BUKA POSKO BANTUAN SATWA DI MAMUJU

Dokter hewan satu ini adalah salah satu orang yang berinisiatif untuk membuka posko bantuan terhadap kesehatan satwa sesaat setelah gempa berkekuatan 6,2 magnitudo mengguncang kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat pada Jumat (15/1/2021). Drh. Fikri Ma’ruf namanya, dia seorang alumni COP School batch 7 yang juga jebolan FKH UNAIR, saat ini bertugas sebagai dokter hewan di Dinas Peternakan dan Pertanian Kabupaten Mamuju.

Posko kesehatan satwa tak hanya membagi pakan satwa namun juga memberikan pelayanan medis gratis untuk satwa yang terdampak gempa. Bersama tim APE Warrior yang telah berpengalaman menangani satwa terdampak bencana alam melakukan street feeding. Sehingga kegiatan ini mendapat apresiasi dari warga karena pada saat satwa peliharaan ditinggal oleh pemiliknya mengungsi, satwa-satwa seperti anjing dan kucing masih mendapatkan perlakuan yang layak dengan adanya street feeding pada pagi dan sore hari.

Semua kegiatan ini dilakukan dengan ikhlas tanpa pamrih oleh drh. Ma’ruf dan timnya demi membantu satwa yang terdampak bencana alam gempa bumi Mamuju. “Tulisan ini didedikasikan untuk para punggawa COP School agar tetap semangat dan terus berjuang demi satwa, baik itu satwa lia maupun satwa domestik,” ujar Ibnu Ashari, alumni COP School batch 1. (NOY)

HARI INI APE WARRIOR MEMBERI MAKAN 353 KUCING DI MAMUJU

Pagi hari penuh semangat diawali dengan hujan deras? Street feeding dari satu perumahan ke perumahan terpaksa ditunda. Namun pukul 09.00 WITA, kami tetap membuka posko pembagian pakan anjing dan kucing di jalan RE Martadinata, Mamuju, Sulawesi Barat. Semenjak posko dipindahkan ke area belakang memang warga yang mengambil pakan jumlahnya menurun cukup jauh. Walau sudah diberikan penanda di depan gerbang untuk mengarahkan warga.

Selain pakan anjing dan kucing warga juga banyak yang mencari pakan ayam dan burung. Namun menurut informasi warga lain sudah ada toko pakan burung yang buka dan melayani pembeli. Maka pada sore kami pun melakukan street feeding sembari mengecek kembali burung-burung yang ditinggal di rumah-rumah warga.

Sepanjang street feeding hari ini, kami memberi makan 46 kucing dengan paket pakan yang dibagikan sebanyak 76 paket untuk 307 kucing dan 4 anjing. Malam ini ditutup dengan kedatangan satu keluarga yang membawa anjingnya dengan kondisi yang cukup kritis dan masih dalam pemantauan. Semoga besok pagi diawali dengan kabar yang lebih baik. (LIA)

LINDA, HARAPAN BAGI SATWA DI MAMUJU

“Kak, ada laporan ini kucingnya ditinggal mengungsi di rumah sudah dua minggu, minta tolong dibantu cek katanya,” ucap Linda, memberikan laporan warga terkait kucing yang ‘tertinggal’ di rumah-rumah warga Mamuju akibat gempa pada 15 Januari 2021 lalu.

Siapa menyangka, tertundanya rencana kembali ke Bogor akibat COVID-19 justru membawanya menjadi salah satu relawan inti di posko kesehatan hewan di Mamuju, Sulawesi Barat. Bersama drh. Maaruf yang sudah dikenalnya sejak magang di Dinas Peternakan membukakan jalan baginya untuk mengaplikasikan kecintaan pada satwa.

“Aku boleh ikutan ya…,” kata Linda ketika melihat postingan drh. Maaruf di instagram mengenai rencana membuka posko kesehatan hewan. Maka mahasiswi kedokteran hewan semester 8 ini pun bergegas berangkat dari posko pengungsian dimana ia dan keluarganya tinggal, menuju kantor Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan.

Meski masih mengungsi dan harus membantu ibunya, Linda terus aktif membantu mendampingi pelayanan medis dan menjaga posko. Ia juga menyebarkan kontaknya di media sosial sebagai kontak pelaporan bila ada warga yang membutuhkan bantuan pemeriksaan kucing atau anjing dan peliharaan lainnya yang tertinggal di rumah akibat mengungsi.

Selain itu setiap hari Linda juga membantu melakukan street feeding pada kucing dan anjing di jalanan dan di perumahan yang ditinggal penduduk. Meski begitu ia tetap berencana melanjutkan penelitiannya agar segera lulus dan bisa terjun langsung menangani pasien-pasien yang membutuhkan. Semoga segera lulus Linda dan menjadi dokter hewan yang bisa menginspirasi banyak orang! (LIA)

APE WARRIOR MERASAKAN GEMPA M 4,4 DI MAJENE

Posko Bantuan Satwa Gempa Mamuju pindah ke belakang Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan yang berjarak sekitar 50-70 m dari area awal yaitu di Puskewan. Khusus Sabtu ini, pembagian pakan di posko dan street feeding tidak dijalankan. “Lumayan sibuk pindah-pindah, ternyata banyak juga yang harus diangkut,” ujar Liany D. Suwito dari tim APE Warrior COP.

Hari Minggu, 31 Januari 2021, street feeding sudah di mulai sejak pukul 07.00 WITA. Ada 68 kucing dan 3 anjing yang berhasil diberi pakan. Sementara warga yang datang ke posko yang baru pindah untuk 360 kucing. “Laporan kucing yang tertinggal pemiliknya masih terus masuk, segera kami datangi. Selain perumahan, terminal dan pelabuhan tak luput menjadi lokasi street feeding,” kata Liany lagi.

APE Warrior kedatangan 2 orang relawan yang membantu distribusi logistik manusia dan street feeding pada anjing dan kucing di dusun-dusun di pusat gempa Malunda, Majene. Mereka bercerita bahwa dusun-dusun sepi penduduk dan banyak anjing-anjing yang memerlukan pakan bantuan. Maka kami memberikan 1 sak pakan anjing dan juga untuk kucing.

“Malam ini, pukul 20.15 WITA kami kembali merasakan gempa yang berdasarkan info dari media sosial berpusat di titik yang sama dengan gempa pada tanggal 15 Januari 2021. Doakan kami ya, semoga kami tetap bisa bertugas dan menolong satwa lebih banyak lagi.”. (LIA)

MAMUJU PASTI BANGKIT KEMBALI

Tak peduli dihadang panas ataupun hujan, ia kayuh sepedanya dengan semangat tanpa ragu sedikitpun. Karena bila ia ragu sedikit saja, maka kucingnya terancam kelaparan hari ini.

Sakiip namanya, bocah laki-laki berusia sekitar 9 tahun yang tak pernah absen datang ke posko di Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Semua demi memberi makan kucingnya di rumah. Dan Sakiip hanyalah satu dari sekitar 200 lebih warga yang hampir setiap hari datang mengambil makanan untuk hewan peliharaan mereka di posko.

Sejak gempa menggetarkan dan bahkan menghancurkan banyak rumah dan bangunan di Mamuju-Majene, situasi menjadi berantakan. Banyak fasilitas umum yang rusak dan sulit beroperasi. Bahkan beberapa warga merasa trauma dan belum mau tidur di dalam rumah mereka hingga sudah 10 hari lewat gempa.

Semua hanya dapat berharap tidak ada lagi gempa susulan sehingga situasi segera dapat berjalan normal. Namun masa-masa seperti ini pun nyatanya telah menjadi petunjuk bahwa kepedulian manusia terhadap satu sama lain dan bahkan kepada binatang sangatlah tinggi. Hal ini memberikan kita ketenangan dan keyakinan bahwa Mamuju pasti akan bangkit kembali. (LIA)

SAAT DOKTER HEWAN BEKERJA SUKARELA DI MAMUJU, INDONESIA HEBAT

Gempa Mamuju-Majene, Sulawesi Barat merupakan satu diantara bencana alam yang menghampiri tanah air Indonesia. Masih di tengah wabah Corona yang terus meningkat, tim APE Warrior COP kembali mengirim tim tanggap bencananya. Beruntung sekali relawan satwa yang bergabung di Orangufriends langsung merapatkan barisan. Kenapa COP sampai harus turun ke Sulawesi?

Toko makanan anjing dan kucing pun tutup dan belum dapat beroperasi normal. Warga kesulitan mencari makan untuk kucing-kucing peliharaan mereka dan bahkan beberapa kucing sampai stres dan sakit. Setiap hari ada saja kucing yang dibawa ke posko dengan keluhan muntaber dan sakit mata maupun kulit.

Beruntung di Mamuju masih ada dokter-dokter hewan yang begitu peduli dengan kondisi hewan-hewan yang terdampak bencana dan bahkan menolak untuk mengungsi bersama keluarga mereka. Semua untuk membantu menyalurkan pakan dan memeriksa kesehatan para hewan. Dan semua gratis, tanpa bayaran sedikit pun.

Karena sibuknya membagi makanan di posko dan melakukan penanganan medis di siang hari, para dokter hanya bisa melakukan operasi-operasi di malam hari, bahkan hingga tengah malam. Dan paginya kembali bersiap membersihkan dan membuka kembali posko.

“Kami yakin, masa pemulihan bencana gempa di Mamuju dapat lebih cepat. Dedikasi para dokter hewan untuk hewan peliharaan di Mamuju memang luar biasa. Indonesia Hebat!” ujar Liany D. Suwito, tim APE Warrior di Mamuju. (LIA)

APE WARRIOR BANTU PEMBERSIHAN SHELTER BANJARSARI

Berdasarkan hasil peninjauan aktivitas Gunung Merapi selama bulan Januari 2021, BPPTKG Yogyakarta mengubah rekomendasi zona bahaya dari selatan-tenggara menjadi selatan-barat daya. Hal ini disebabkan guguran material erupsi Gunung Merapi yang berupa lava pijar serta awan panas terpantau mengarah ke hulu Sungai Krasak dan Boyong.

Dengan adanya perubahan rekomendasi tersebut, Dusun Kalitengah Lor di Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, D.I. Yogyakarta, kini tidak lagi termasuk zona bahaya erupsi. Warga beserta ternak dari Dusun Kalitengah Lor yang sudah berada di barak pengungsian selama kira-kira 3 bulan dapat dipulangkan.

Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman menginstruksikan pemulangan ternak dilakukan hari Minggu, 24 januari. Pemulangan dilakukan menggunakan kendaraan yang sudah disiapkan oleh dinas, sedangkan warga yang memiliki kendaraan sendiri memulangkan ternaknya secara mandiri. Tim APE Warrior turut memantau kegiatan pemulangan ternak ini.

Setelah Shelter Ternak Banjarsari dikosongkan, pada hari Senin, 25 januari, tim APE Warrior juga membantu pembersihan shelter. Pembersihan shelter diakhiri dengan penyemprotan disinfektan oleh para relawan ke seluruh area kandang mulai dari atap, tiang, sekat hingga tanah als kandang. Sterilisasi kandang pasca pengosongan penting dilakukan untuk memastikan kuman patogen penyebab infeksi seperti virus, bakteri dan jamur yang mungkin ada selama kandang terisi, mati dan tidak membawa penyakit bagi manusia maupun hewan di sekitar. (Inez_Orangufriends)

GEMPA MAMUJU: HOME FEEDING

Agak susah menjelaskan bagaimana home feeding ini. Sederhananya, kami memberi makan kucing-kucing dan anjing yang tertinggal di rumah-rumah. Terutama yang berada di perumahan. Satu komplek perumahan, kami bisa menemukan antara sepuluh hingga 20 kucing. Mereka berkeliaran mencari makan di bak sampah.

Gempa yang mengguncang Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat yang terjadi sebelum subuh 6,2 SR pada Jumat, 15 Januari membuat warga panik dan trauma berada di dalam rumah. Gempa tidak hanya sekali tapi juga disambung dengan gempa susulan yang terjadi hampir tiap hari hingga beberapa hari. Akhirnya masyarakat Mamuju yang didominasi oleh warga pendatang dari kota lain di Sulawesi memilih ‘mudik’. Segera pergi menjauhi kota Mamuju.

Karena tergesa-gesa meninggalkan rumah akhirnya lupa dengan hewan peliharaan. Ada yang masih di dalam kandang, ada yang terjebak dalam rumah karena pemiliknya lupa membuka satu celah untuk kucing bisa keluar rumah. Tapi ada juga yang sempat membuka sedikit jendela agar kucingnya bisa keluar dan masuk.

Akhirnya, nomor kontak Posko Kesehatan Hewan yang dibangun oleh PDHI Sulawesi Selatan dan Barat di Mamuju banyak mendapatkan laporan oleh pemiliknya diminta untuk diperiksakan rumahnya. Apakah hewan kesayangan mereka yang berkaki empatnya aman-aman saja.

Tim relawan yang salah satunya dari Centre for Orangutan Protection melakukan pencarian rumah-rumah tersebut. Sesampainya di depan rumah, biasanya langsung melakukan video call whatsapp ke pemiliknya. Menjelaskan bahwa tim sudah berada di depan rumah. Dengan video call tersebut memberikan rasa aman kepada tim bahwa tim relawan satwa datang untuk memeriksa dan menghindari kecurigaan masyarakat sekitar.

Dengan dipandu pemilik rumah yang berada di luar kota Mamuju, video call terus berjalan dan tim relawan terus memanggil kucingnya. Melalui celah jendela yang terbuka tim memperlihatkan kondisi dalam rumah. Kemudian tiba-tiba satu kucing muncul di balik kursi. Sang pemilik kucing yang jauh di luar kota histeris mengucapkan syukur bahwa kucingnya masih hidup dan sehat. Tim relawan satwa kemudian memberikan makanan kering yang bisa untuk dua hari dan menuangkan air minum di teras.

Inilah salah satu jawaban dari banyak pertanyaan kenapa diperlukan posko kesehatan hewan di pasca bencana. Karena setiap nyawa berharga. (DAN)

PERKEMBANGAN TIM MERAPI DI AKHIR JANUARI 2021

Hari Minggu tanggal 24 Januari akan dilakukan pemulangan ternak sapi masyarakat ke dusun Kalitengah Lor, Cangkringan, kabupaten Sleman, DI. Yogyakarta. Pemulangan dilakukan mengacu pada laporan BPPTKG yang menyatakan penurunan aktivitas Merapi dan berubahnya potensi bahaya luncuran lava pijar yang mengarah ke sektor Barat daya-Selatan, tepatnya melalui jalur hulu sungai Krasak.

Tim APE Warrior memantau pemulangan ternak karena status gunung Merapi yang masih di level III atau Siaga. Tim berencana untuk membantu teknis pembersihan shelter Banjarsari pada 25-26 Januari. “Kami berharap ini adalah keputusan yang tepat dan terbaik untuk peternak dan ternaknya. Kami berusaha untuk lakukan yang terbaik yang kami bisa,” ujar Satria Wardhana, kapten APE Warrior COP.

Pemantauan aktivitas vulkani Gunung Merapi akan tetap dilakukan. Selama seminggu kedepan , tim Animal Rescue akan melakukan feeding street untuk hewan peliharaan seperti kucing dan anjing di sekitaran Gunung Merapi. Tim juga melakukan assessment singkat daerah yang kemungkinan akan terdampak dengan berpindahnya arah potensi bahaya luncuran lava pijar. (SAT)