APE PROTECTOR

PEMBENTUKAN PATROLI ANAK NAGARI PANTI SELATAN

Hari pertama Pelatihan dan Pembentukan PAGARI (Patroli Anak Nagari) untuk wilayah Nagari Panti Selatan, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman, Sumatra Barat dimulai dengan pembukaan acara yang dipimpin oleh Kepala BKSDA Resort Pasaman, Bapak Ade Putra yang juga sebagai pembina PAGARI di Sumatra Barat. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa pembentukan PAGARI di Panti Selatan ini merupakan tim PAGARI keenam di Sumatera Barat dan yang kedua di Kabupaten Pasaman.

Kepala Nagari Panti Selatan, Didi Al Amin menceritakan perjumpaan dengan harimau sumatra di ladang dan membuat resah warga di Nagari Panti Selatan bermula akhir tahun 2022 hingga awal tahun 2023. Centre for Orangutan Protection bersama aparatur Nagari Panti Selatan terus bertemu dan berdiskusi hingga ada solusi yang bisa dikerjakan bersama, yaitu pembentukan PAGARI yang memang merupakan program BKSDA Sumbar. Inilah pelatihan yang berlangsung tiga hari kedepan yang akan kita jalani bersama.

Dua hari diawal adalah teori dan sehari terakhir praktek simulasi konflik dirancang bersama-sama antara BKSDA Sumbar, COP, dan Sintas Indonesia. Materi tentang bagaimana perilaku harimau sumatra, sebaran, dan bagaimana mengetahui jejaknya akan disampaikan oleh SINTAS Indonesia. Sedangkan untuk peraturan dan perundang-undangan, birokrasi dan metode patroli disampaikan oleh tim BKSDA Sumatera Barat. (DAN)

TIM ITPCOP KUNJUNGI SDN 19 RAMBAH LANAI SONTANG

Senin pagi di akhir bulan, Nagari Sontang Cubadak diguyur hujan nan lebat. Baru sekitar jam 08.00 hujan mereda dan tim pun berangkat menuju SDN 19 Rambah Lanai, tepatnya di Kejorongan Binubu Kubu Gadang, Sumatra Barat untuk kegiatan edukasi bersama siswa-siswi di sekolah tersebut. Sambutan staf dan guru sangat baik dan cekatan dalam mempersiapkan kelas serta perlengkapan yang dibutuhkan.

Dari total 6 kelas, kami terpaksa membagi tiga sesi yang terdiri dari 2 kelas. Untuk anak SD tentu saja durasi pertemuan dibuat efektif dan efisien. Ini jadi tantangan tersendiri buat tim ITPCOP untuk menjelaskan orangutan, harimau dan satwa liar endemik Sumatra dan bagaimana menjaga satwa liar agar tidak punah.

Antusiasnya anak-anak sempat membuat tim kewalahan. “Setiap pertanyaan yang kami berikan, hampir semua anak mengangkat tangan untuk menjawab. Ini bukti bahwa materi yang diberikan dapat diterima dengan baik oleh para siswa”, ujar Reva Waskito salah satu anggota tim PAGARI (Patroli Nagari) yang telah melakukan patroli sejak awal tahun 2022 ini. Semoga sedikit pengetahun ini menjadi bekal untuk mereka belajar tentang pentingnya menjaga satwa liar dan habitatnya agar tetap lestari. (REV)