Hutan selalu punya cara menyambut siapa pun yang datang dengan niat baik. Begitu pula saat kami tiba di Kawasan Hutan Lindung Gunung Batu Mesangat untuk menjalankan misi sederhana namun bermakna, yaitu menanam pohon bayur sebagai sumber pakan alami orangutan. Udara sejuk, suara burung berkicau, dan gemerisik dedaunan menyertai langkah pertama kami, seolah menjadi pembuka sebuah perjalanan kecil yang penuh harapan.
Perjalanan menuju lokasi tanam memang tidak selalu mulus. Ada kalanya sungai surut sehingga perahu harus ditarik, di lain waktu kami harus menembus hutan yang rapat. Capek? Iya. Namun justru di situlah letak serunya. Setibanya di lokasi, kami langsung berbagi peran, mulai dari menggali tanah, menata bibit bayur, hingga memastikan jarak tanam yang tepat. Setiap kali satu bibit berdiri tegak, ada rasa puas yang sulit dijelaskan, seperti menitipkan harapan baru bagi hutan.
Bayur bukan pohon sembarangan. Buahnya menjadi salah satu sumber pakan penting bagi satwa liar, termasuk orangutan. Batangnya kuat, dan keberadaannya membantu menjaga keseimbangan ekosistem serta kesehatan hutan secara keseluruhan.
Kegiatan ini bukan sekadar menanam pohon, tetapi juga menanam harapan. Harapan bahwa beberapa tahun ke depan, bayur-bayur ini akan tumbuh tinggi dan kokoh, menjadi tempat orangutan bergelantungan sekaligus menyediakan sumber makanan yang melimpah. Harapan agar hutan tetap hidup dan lestari, sehingga generasi mendatang masih dapat menyaksikan orangutan bebas berkeliaran di rumah alaminya.
Karena pada akhirnya, menanam pohon adalah cara paling sederhana, namun paling berarti untuk memberi kembali kepada alam. DI Gunung Batu Mesangat, setiap bayur yang ditanam membawa pesan yang jelas, hutan ini penting, orangutan ini berharga, dan masa depan mereka ditentukan oleh langkah kecil yang kita ambil hari ini. (Hasanah_Orangufriends)
