SOUND FOR ORANGUTAN 2025 EDISI BORNEO
Sound For Orangutan 2025 kembali mengguncang Samarinda dengan tema “Born to be Wild” bertempat di Temindung Creative Hub. Acara ini menjadi ruang pertemuan bagi musisi, komunitas seni, aktivis lingkungan, dan masyarakat yang peduli pada masa depan orangutan.
Tahun ini, semangat kolaborasi terasa kuat. Para penggiat lingkungan dan komunitas kreatif menyatukan energi mereka untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap konservasi orangutan serta habitatnya. SFO menjadi momentum langka di Samarinda yang menggabungkan musik, seni, dan pesan lingkungan dalam satu panggung. Deretan band lokal seperti Swankscum, Outlier, GNR, Roots Side Up, Louise, dan Grossfuss tampil penuh energi. Komunitas graffiti ‘warga sekitar hood’ dan aktivis setempat yang juga memperkaya pengalaman acara dengan karya dan pesan mereka.
Lebih dari 80 orang hadir dan memberikan respons positif. Banyak penonton dan performer berharap SFO bisa digelar kembali tahun depan dengan skala lebih besar, mengingat konser amal bertema orangutan seperti ini merupakan yang pertama di Samarinda.
Sound For Orangutan 2025 mengukuhkan bahwa musik bukan hanya hiburan, tetapi juga suara yang mampu menyatukan komunitas untuk menjaga kelestarian orangutan dan hutan yang menjadi rumah mereka. (WIB)



