ORANGUTAN MERIAHKAN HARI KONSERVASI ALAM NASIONAL 2024 DI BOYOLALI

“Jangan lupa 10 menit lagi kita ramaikan booth ‘A’ karena ada kuis!”…
“Booth kami tutup dulu sementara karena ikut lomba di booth ‘B’ yaa teman-teman!”…
“Eh booth COP ada photo booth tuh, yuk kita foto bersama!”…
Suasana di acara Hari Konservasi Alam Nasional 2024 memang meriah dengan seruan-seruan semangat seperti ini. Setiap booth berlomba-lomba menjadi yang paling menarik, menampilkan program-program unik mereka. Namun, dibalik persaingan itu, semangat gotong-royong dan kerja sama tetap kental terasa di antara para penggiat konservasi. Tidak jarang, kami bertukar atribut dengan booth lain untuk saling mendukung dan meramaikan suasana. Bahkan, boneka orangutan milik COP tak henti-hentinya berkeliling alun-alun, mampir ke berbagai booth tetangga. Bantuan dari teman-teman booth lain dalam mempromosikan booth COP dan BKSDA Kalimantan Timur menjadi kenangan manis yang bikin rindu!

Acara pameran konservasi yang berlangsung dari tanggal 27-29 Agustus 2024 menjadi ajang luar biasa bagi COP untuk berkumpul dengan berbagai instansi dan lembaga konservasi dari Sabang hingga Merauke. Sebagai mitra dari BKSDA Kalimantan Timur, COP memanfaatkan momen ini untuk memperkenalkan program rehabilitasi orangutan Kalimantan yang berfokus pada penyelamatan, rehabilitasi, dan pelepasliaran orangutan ke habitat aslinya. Selama tiga hari pameran, COP bersama teman-teman Orangufriends berbagi informasi dan pengalaman tentang upaya konservasi yang dilakukan. Tidak hanya diskusi, kami juga mengadakan kuis seputar orangutan dan satwa liar, yang tentu saja memancing antusiasme pengunjung dengan hadiah-hadiah seru yang sudah disiapkan!

HKAN 2024 juga menawarkan berbagai kegiatan menarik seperti pameran konservasi alam, talkshow bioprospeksi, bedah buku, hingga jambore konservasi alam. Acara ini dibuka oleh Prof. Dr. Satyawan Pudyatmoko, S.Hut, M.Agr.Sc., selaku Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, dan ditutup dengan meriah oleh Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc., Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Suasana acara sangat dinamis, dipenuhi energi positif dan semangat konservasi dari para peserta. Selain menjadi ajang reuni bagi para penggiat konservasi, acara ini juga menjadi sumber pengetahuan baru dan inspirasi untuk berbagai aksi pelestarian alam di seluruh Indonesia. Dengan semangat persahabatan, para peserta bertukar cerita, ide, dan inspirasi, menjadikan HKAN 2024 sebagai momentum penting untuk merayakan kecintaan kita terhadap alam Indonesia yang luar biasa! (DIM)

HUKUMAN PENGEPUL SISIK TRENGGILING BOYOLALI

Pengadilan Negeri Boyolali menetapkan terdakwa “AR” telah terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Memperniagakan satwa liar yang dilindungi dalam keadaan hidup dan bagian lain dari satwa liar”. Atas terjadinya operasi tangkap tangan perdagangan yang terjadi pada Kamis, 12 Oktober 2023 yang lalu oleh tim Polhut BPPHLHK Jabalnusra dengan Polres Boyolali.

Dengan barang bukti yang dihadirkan dalam sidang berupa 5 (lima) ekor Trenggiling (Manis javanica) dalam kondisi hidup dan dilepasliarkan di kawasan Hutan Suaka Margasatwa Gunung Tunggangan, Kabupaten Sragen, serta 8,5 (delapan koma lima) kilogram sisik trenggiling yang diserahkan untuk negara.

Terdakwa dijatuhi hukuman dengan pidana penjara selama 2 tahun dan denda sejumlah Rp 5.000.000,00 (lima juta rupiah) dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 2 (dua) bulan. Dakwaan ini mengacu dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Dalam satu tahun terakhir, tercatat sedikitnya 9 kasus perdagangan ilegal satwa dilindungi yang ditangani oleh tim APE Warrior COP. Putusan pengadilan kasus trenggiling Boyolali ini merupakan satu dari keseluruhan kasus yang masuk tahap P-21. Setelah ditetapkannya putusan ini harapannya dapat memberikan dampak positif kepada masyarakat untuk ikut melestarikan tidak dengan membeli satwa liar dilindungi baik dalam kondisi hidup atau bagian-bagiannya. Hal ini bisa menjadi edukasi kepada masyarakat tentang satwa liar yang dilindungi.

Apresiasi yang tinggi juga patut diberikan kepada para penegak hukum yang kini menggolongkan kejahatan terhadap satwa liar termasuk extraordinary crime. Dengan demikian, para pelaku dapat berpikir ulang untuk mengulangi kejahatannya dan yang sedang beraktivitas memperdagangkan satwa liar dilindungi maupun bagiannya dapat menghentikan usahanya. (DIT)

ORANGUTAN ANNIE NAIK PERAHU APE GUARDIAN

Ranger APE Guardian berlari mendekati pos monitoring dengan membawa berita mengejutkan. Dua bulan tanpa tanda-tanda orangutan yang baru dilepasliarkan membuat ulah, menjadi anugerah yang luar biasa. Tapi nafas Billy yang terengah-engah sembari berpikir untuk melaporkan bahwa ada orangutan yang memasuki pondok penanaman bibit di muara sungai menjadi sambaran petir di siang bolong. Persiapan mitigasi konflik yang tersipan rapi, serta merta ikut berlari bersama para ranger APE Guardian COP.

Annie tengah duduk di depan pondok. Antara geli dan khawatir melihat kondisi Annie, orangutan yang menjalani rehabilitasi selama 6 tahun ini segera mendekati tim. Annie mengikuti ranger tanpa menghiraukan pekerja penanaman yang ketakutan. Annie terus diarahkan turun ke pesisir sungai dan menyuruhnya naik ke atas perahu. Tentu saja tak semudah itu. Annie terdiam saat sampai tepi tangga. Hari mulai sore, Annie pun berhasil naik ke atas perahu.

Tim membawanya ke arah hulu, mendekati pohon Syzygium Sp. Annie pun bergegas meraih ranting pohon itu. Ranger masih terus berjaga, waspada jika Annie berusaha menyeberangi sungai yang sedang surut ini. Pukul 18.07 WITA Annie teramati naik ke atas pohon Bayur dan membuat sarang sederhana dari tumpukan beberapa dedaunan. Dia pun tidur, tim pun kembali ke pos monitoring. Sore yang menggelikan.

Esok pagi, tim berjaga dan memutuskan untuk membawa Annie lebih ke dalam hutan. Kali ini dengan tiga perahu. Annie berhasil naik ke atas perahu tanpa mesin. Satu perahu yang sudah terikat menarik perahu yang dinaiki Annie. Sementara perahu ketiga mengawal kedua perahu menuju hulu Sungai Menyuq. Lagi-lagi tak semudah itu. Annie panik dengan berjalan ke depan dan belakang perahu, lama kelamaan Annie pun duduk dengan tenang sampai ke tujuan pemindahan. Semoga Annie menemukan sumber pakan yang melimpah di titik ini. Merdeka ya Annie, 17 Agustus kali ini tidak akan pernah kami lupakan! (PEY)