SHARE STORIES AT ACICIS 2020

ACICIS (The Australian Consortium for ‘In-Country’ Indonesian Studies) once again held the NGO Fair to accommodate the Australian students who wanted to look for internship or volunteering program while they stay in Indonesia. So, on February 13, 2020, at the corridor of Social and Politics Faculty of Gadjah Mada University (UGM), COP and other NGOs was invited to open a booth as a place to share our works as in previous years.

Not only participated by the Australian students, the NGO Fair also attract Indonesian students, especially the ones who were studying in UGM. There are enough students who interested with COP work. They just found out that Indonesia also have an NGO that focused in saving orangutan. Some of them also interested to join and participated in COP works by being a volunteer or an intern in COP office.

One student from Australia enthusiastically told us in Bahasa that he had once participated in an orangutan conservation program in Indonesia. He also said that he is so interested in conservation works. Some other student also supported us by buying our merchandise that we brought at that time.

Although the event didn’t last long, we glad that we can share some information with people from Indonesia and other countries. We are also grateful when we realize that there are still a lot of young people who interested and aware of the importance of protecting and saving orangutan in Indonesia. Through this event we hope that there will be more people who support and also became involved directly in the conservation works in Indonesia.

Thank you ACICIS for the opportunity given for us to share our story with our friends from Australia. See you again next year. 🙂 (LDS)

ADA CERITA DI ACICIS 2020

ACICIS (The Australian Consortium for ‘In-Country’ Indonesian Studies) kembali mengadakan kegiatan NGO Fair untuk mewadahi para mahasiswa dari Australia yang ingin melakukan magang atau menjadi sukarelawan selama berada di Indonesia. Pada 13 Februari 2020, bertempat di selasar FISIPOL UGM, COP kembali diundang untuk membuka stand dan berbagi informasi bersama dengan beberapa NGO atau LSM lainnya seperti tahun-tahun sebelumnya.

Tak hanya diikuti oleh para mahasiswa dari Australia, mahasiswa Indonesia terutama yang sedang berkuliah di UGM juga ikut meramaikan kegiatan ini. Cukup banyak mahasiswa dari ACICIS dan UGM yang tertarik pada kegiatan COP. Mereka baru mengetahui ada juga NGO terkait penyelamatan orangutan yang berasal dari Indonesia. Beberapa juga tertarik untuk mengikuti kegiatan-kegiatan COP dengan menjadi relawan ataupun melakukan magang di kantor COP.

Seorang pengunjung dari Australia juga dengan antusias bercerita menggunakan Bahasa Indonesia bahwa ia sebelumnya pernah mengikuti kegiatan konservasi orangutan. Ia mengatakan bahwa ia memang tertarik dan senang dengan kegiatan konservasi. Beberapa pengunjung lainnya juga turut mendukung dengan membeli merchandise-merchandise yang kami bawa saat itu.

Meski kegiatan tidak berlangsung lama, kami senang karena bisa berbagi informasi dengan orang-orang dari dalam ataupun luar negeri. Kami juga bersyukur karena ternyata masih ada anak-anak muda yang tertarik dan menyadari pentingnya usaha perlindungan serta penyelamatan orangutan di Indonesia. Kami harap melalui kegiatan ini semakin banyak orang yang mendukung dan juga mau ikut terlibat langsung dalam usaha konservasi di Indonesia. 

Terima kasih ACICIS atas kesempatan yang diberikan bagi kami untuk berbagi dengan teman-teman dari Australia. Sampai jumpa lagi tahun depan. 🙂 (LDS)

MEMO THE GREAT PITCHER OF COP BORNEO

One time when the animal keepers were on their holiday, we (the volunteers) were asked to help clean the septic tank in each cage area. One of the septic tank is placed right next to the Memo’s cage. With a curious mind, Memo watched the five of us with Flora as the vet took turns in digging and moving the dirt from the septic tank.

However, when we were busy with cleaning, suddenly we heard something.

“Duk…”

A red tomato rolled next to us. It turns out that Memo threw us with some left over fruits.

Indeed, Memo is famous as a great pitcher in COP Borneo. Some of us have tasted her sharp shot of tomatoes or eggplants. And we usually try to remind her not to threw away and waste her foods.

Memo is a clever orangutan, but unfortunately Memo can not be released to the wild because she has a history of Hepatitis B. That’s why she tried to do anything to amused herself and to reduce her boredom and curiosity.

Only this time it seemed that Memo was trying to attract our attention so we did not just pay attention to the almost empty septic tank but also play with her.

Okay Memo, please be patient, we will immediately pay attention to you after we finish clean the septic tank. (LDS)

MEMO SI PELEMPAR JITU DI COP BORNEO

Suatu kali ketika para perawat satwa sedang libur, kami para relawan diminta untuk membantu membersihkan septic tank di setiap area kandang. Salah satu septic tank berada tepat di samping kandang Memo. Dengan penasaran Memo memperhatikan kami berlima bersama drh. Flora yang sedang bergantian menggali dan memindahkan kotoran dari dalam septic tank.

Namun ketika sedang sibuk-sibuknya dan khusyuk membersihkan septic tank, tiba-tiba terdengar sebuah suara.

“Duk…”

Sebuah tomat merah menggelinding terjatuh di dekat kami. Ternyata Memo dengan isengnya melempari kami dengan buah-buah yang beum dimakannya.

Memang, Memo terkenal sebagai pelempar ulung. Beberapa dari kami sudah merasakan tomat atau terong lemparannya yang jitu. Dan kami sering kali berusaha mengingatkannya untuk tidak membuang-buang makanannya.

Memo adalah orangutan yang pintar, namun sayangnya Memo tidak dapat dilepasliarkan karena memiliki riwayat penyakit Hepatitis B. Oleh karena itu, berbagai cara ia lakukan untuk sekedar mengurangi rasa bosan dan penasarannya.

Hanya kali ini, sepertinya Memo memang berusaha menarik perhatian kami agar tidak hanya memperhatikan septic tank yang sudah hampir kosong itu dan bermain dengan dirinya.

Baiklah Memo, sabar ya… setelah selesai kami akan segera memperhatikan dirimu lagi. (LDS)

KOLA TAK BISA MEMBUKA MANGGIS

Pandangan pertamanya jatuh pada manggis. Namun… Kola membuangnya dan mengambil cempedak untuk dinikmati. Ternyata Kola tidak bisa membuka buah manggis. Kerasnya kulit manggis tanpa tahu cara membukanya tak cukup membuat penasaran orangutan repatriasi Thailand ini. Kola menyerah. 

Perawat satwa mendekati Kola sambil membawa manggis, menekan manggis dengan kedua tangannya. Kola berhenti memakan cempedaknya dan meletakkannya di bagian dalam kandang. Kola memperhatikan tangan perawat satwa dengan seksama dan menjulurkan tangannya. 

Jari telunjuknya mengutik bagian putih dari manggis. Kola memakannya dan… semua manggis bagiannya habis. Perawat satwa membukakan lagi manggis berikutnya. Kola menyukai manggis. Sampai Kola mencari sisa-sisa di kulit manggis yang baru saja dimakannya.

“Baiklah Kola, selanjutnya kamu harus bisa membuka manggis sendiri ya! Manggis ini termasuk buah hutan loh. Di hutan lebih banyak buah lainnya yang membutuhkan cara untuk menikmati buahnya. Jangan menyerah Kola!”. (WET)

Page 30 of 334« First...1020...2829303132...405060...Last »