BERANI PENASARAN DENGAN ORANG BARU

Saat pertama kali bertemu dengan orangutan, hati-hati dengan tatapan matanya. Seperti halnya saat kita pertama kali berkenalan dengan seseorang. Tatapan mata biasanya sulit untuk berbohong. Tidak terkecuali orangutan yang bernama Berani. Berani, menunjukkan keingintahuannya. Rasa penasaran akan sesuatu yang baru, terutama orang yang akan mengurusnya. 

Pagi ini, delapan orangutan akan ke sekolah hutan, termasuk Berani. Berani adalah orangutan jantan yang diselamatkan dari kandang kayu rumah warga Kutai Timur, Kalimantan Timur. Tanpa bius, Berani yang berusia 6 tahun dimasukkan kandang evakuasi. “Berani terlalu jinak untuk orangutan.”, ujar Hardi saat evakuasi. 

Berada di sekolah hutan hampir setahun terakhir ini belum juga membuatnya liar. Berani masih sering terlihat di lantai hutan. Sibuk dengan dirinya sendiri bahkan mengajak bermain perawat satwa. Memegang tangan perawat satwa, memperhatikannya dan kemudian mencoba memanjat pohon. Pilihan pohonnya biasanya pohon mati. kemudian turun lagi, tak lebih di ketinggian lima meter, Berani akan turun dengan sendirinya. Jhonny, kordinator perawat satwa di pusat rehabilitasi orangutan COP Borneo, dimana Berani saat ini berada mengatakan, “Berani seperti Pingpong. Pingpong dulu juga lebih sering bermain di lantai hutan. Merehabilitasi Berani pasti sulit sekali.”.

Setiap individu orangutan adalah pribadi yang unik. Selama proses di COP Borneo, setiap orangutan memiliki catatan tersendiri. Khusus orangutan Berani, proses ini akan lebih panjang dan penuh tantangan. Terimakasih atas dukungan pecinta orangutan. Semoga Berani memberikan harapan lebih baik lagi di bulan selanjutnya. 

 

KOLA DISAMBUT BAIK DI BERAU

Puluhan anak-anak dan beberapa komunitas mahasiswa pecinta alam di Berau dengan membawa tulisan “Welcom Home Cola” menyambut kedatangan pesawat Sriwijaya pada Sabtu sore, 21 Desember 2019 di bandara Kalimarau, Berau, Kalimantan Timur. Kedatangan pesawat tersebut membawa satu individu orangutan bernama Kola yang merupakan repatriasi dari Kerajaan Thailand kepada Pemerintah Indonesia.

Pemulangan Kola dilakukan oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yaitu BKSDA Kalimantan Timur, bapak Sunandar Trigunajasa bersama kepala BKSDA SKW I, bapak Dheny Mardiono. Penyambutan kedatangan Kola dihadiri bupati kabupaten Berau, bapak Muharram dan wakilnya Agus Tamtomo serta jajaran pemerintahan kabupaten Berau.

“Kabupaten Berau mendapatkan kepercayaan yang luar biasa dengan pengembalian orangutan Kola dan inisiasi dari teman-teman BKSDA Kalimantan Timur.”, ujar Agus Tamtomo ketika setelah melepaskan tim yang membawa orangutan Kola ke pusat rehabilitasi orangutan COP Borneo.

Pengembalian orangutan Kola dari Thailand oleh KLHK merupakan salah satu langkah yang terus dilakukan selama beberapa tahun terakhir ini untuk satwa langka yang masih berada di luar Indonesia. BKSDA Kalimantan Timur sangat mendukung pusat rehabilitasi yang dikelola oleh Centre for Orangutan Protection di KHDTK Labanan, terutama untuk proses rehabilitasi orangutan. (DAN)

MARY FLU

Sebulan terakhir ini, Mary terlihat bersin. Pilek benar-benar membuatnya sulit bersaing mendapatkan makanan di pagi hari dari perawat satwa. Tentu saja, karena Mary menjadi sedikit lebih lambat dalam menghabiskan makanan paginya sebelum berangkat ke sekolah hutan. Makanannya sering direbut Bonti bahkan Jojo. Kebiasaannya untuk menghabiskan makanan di atas juga penyebabnya. 

Usia Mary saat ini masih dua tahun. Tubuh kecilnya terlihat sangat lincah. Mengambil makanan yang diberikan perawat satwa dan langsung naik ke atas hammock untuk menghabiskan makanannya. Untunglah, perawat satwa mengingat siapa saja yang belum mendapatkan bagian buahnya. Mary pun dipanggil lagi untuk mengambil buah sirsak bagiannya. “Mary…”. Dan Mary pun turun untuk mengambil bagiannya.

Khusus untuknya, ada ‘bolus’. Bolus adalah bulatan obat yang telah dicampur dengan makan bayi dan madu. Pemberian bolus sesekali mengalami kesulitan karena Mary terlihat bosan. Di dalam bolus terdapat campuran obat flu dan vitamin. Kadang dia pun tersedak karena bolus cukup besar dan dia langsung menelannya. Semoga pileknya cepat sembuh ya, walaupun hujan terus menerus turun di saat sore hari di Pusat Rehabilitasi Orangutan COP Borneo, Berau, Kalimantan Timur.

Page 51 of 348« First...102030...4950515253...607080...Last »