HAPPI IS BUSY WITH HIS CUCUMBER

The four limbs work well. His twenty fingers gripped this new diet. Cucumber is a favorite fruit at the end of May. Happi does not allow one hand or leg to be idle, all must be full of food.

Living in a hostel with the same menu often makes boarders run away for snacks outside. Of course, it must be supported by sufficient finance. The same is true for orangutans in the COP Borneo orangutan rehabilitation center in Berau district, East Kalimantan. When in forest school, it’s time for them to look for their natural food. Then what about when the forest school had to be stopped like now?

Substitution of feed variations in COP Borneo that usually happens every 3 months is awaited time. Menu changes are set to get the right calorie and nutritional composition but still in accordance with the set budget. White pumpkins are reported to be left over when given. This report was immediately responded to with a change of white pumpkin with cucumber. And the result …

Happi is one of the orangutans who really enjoys this menu change. His bright face shown with his hands and feet full of cucumbers. (EBO)

 

HAPPI SIBUK DENGAN TIMUNNYA

Keempat anggota tubuhnya bekerja dengan baik. Kedua puluh jarinya mencengkeram menu baru ini. Buah ketimun menjadi buah favorit di akhir bulan Mei. Happi tak membiarkan satu tangan atau kaki pun menganggur, semuanya harus penuh dengan makanan. 

Tinggal di sebuah asrama dengan menu makanan yang sama sering membuat penghuni asrama melarikan diri untuk jajan di luar. Tentu saja, harus didukung dengan keuangan yang cukup. Sama halnya orangutan yang berada di pusat rehabilitasi orangutan COP Borneo yang berada di kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Saat berada di sekolah hutan, adalah saatnya mereka mencari pakan alaminya. Lalu bagaimana saat sekolah hutan terpaksa dihentikan seperti saat ini?

Pergantian variasi pakan di COP Borneo yang biasanya setiap 3 bulan sekali pun menjadi waktu yang dinantikan. Perubahan menu diatur untuk mendapatkan komposisi kalori dan nutrisi yang pas namun tetap sesuai dengan anggaran yang ditetapkan. Buah labu putih dilaporkan banyak bersisa saat diberikan. Laporan ini langsung ditanggapi dengan pergantian labu putih dengan ketimun atau buah timun. Hasilnya…

Happi adalah salah satu orangutan yang sangat menikmati pergantian menu ini. Wajah cerianya terpancar dengan tangan dan kaki yang penuh menggenggam timun. (SAD)

 

A NEW BASKET FOR MORE HYGIENE

Feed holds the most important role in orangutan growth and development in a rehabilitation center. but on the other hand it is also the main media for disease to spread. Herbicides, pesticides, germs, pollutants when carried on the road and contact with other animals when in fed sheds are nightmare because these fruits might spread disease.

So, is there a solution for everything? Of course there are, every fruit is washed and rinsed. Is thus all feed safe from harmful contaminants? Not yet, there is still one more critical point, which is when bringing food to orangutans.

Usually the transport media is supported by using a sack then collected in a lajung (a kind of basket made of woven rattan) per each cage. Now woven baskets that are easier to clean are the choice of the medical team. “Yes, usually the remnants of feed are still stucked in sacks and between lajung. With hand-held baskets that are in more suitable size, it is expected to be easier to clean so that the hygiene can be maintained.

The Borneo COP Orangutan Rehabilitation Center always strives to improve the quality of caring for its orangutans. What do you think? (EBO)

KERANJANG BARU AGAR PAKAN LEBIH HIGENIS

Pakan memegang peranan terpenting dalam tumbuh kembang orangutan. namun di sisi lain juga sebgai media utama penyebaran penyakit. Herbisida, pestisida, kuman, polutan saat dibawa di jalan serta kontak dengan hewan lain ketika di gudang pakan menjadi momok penyebaran penyakit dari buah-buah tersebut.

Lantas, adakah solusi untuk semuanya? Tentu ada, setiap buah dicuci dan dibilas. Apakah dengan begitu seluruh pakan aman dari kontaminan berbahaya? Belum, masih ada satu cara lagi critical point yaitu saat membawa pakan ke orangutan.

Selama ini, media angkut disokong dengan menggunakan karung kemudian dikumpulkan dalam lajung (semacam keranjang gendong dari anyaman rotan) per tiap kandang. Kini keranjang tenteng dari anyaman yang lebih mudah dibersihkan menjadi pilihan tim medis. “Iya, biasanya sisa-sisa pakan masih saja menyangkut di karung maupun sela-sela lajung. Dengan keranjang tenteng yang ukurannya lebih pas diharapkan lebih mudah dibersihkan sehingga higenisnya dapat tetap terjaga. 

Pusat Rehabilitasi Orangutan COP Borneo selalu berusaha dalam peningkatan kualitas perawatan orangutannya. Bagaimana menurutmu? (SAT)

WHEN BABY BITES LANDED SMOOTHLY (2)

An orangutan baby named Alouise was only 1 year old, but his fearful attitude was shown by biting all the humans who tried to approach him, including the medical team. At the beginning of his arrival he looked very scared. Even his body trembles. Although he has been adapted at the arrival quarantine enclosure and is getting used to the presence of orangutan nurses. But still when invited out to the playground area, he was still very scared and biting.

The bite is also different from the other eight baby orangutans. The bite is very strong and long, different from Popi and Mary who bite only to threaten. Alouise’s baby bite is enough to make the skin peel and turn blue for more than 3 days.

Because of Alouise’s nature, who is still afraid of the orangutan nurse, the medical team is looking for orangutan companion for him. A companion who can be a foster parent so that Alouise becomes comfortable. The choice fell on Septi. In the past, Septi had been a foster parent for Popi. Now, Septi is back as a foster parent for Alouise.

Hopefully baby Alouise’s can reduce the trauma huh … (EBO)

SAAT GIGITAN BAYI MENDARAT DENGAN MULUS (2)

Bayi orangutan bernama Alouise baru berumur 1 tahun, namun sikap takutnya ditunjukkan dengan menggigit semua manusia yang berusaha mendekatinya, tak terkecuali tim medis. Awal kedatangan memang dia terlihat sangat takut. Bahkan badannya bergetar. Meskipun telah diadaptasikan di kandang karantina kedatangan dan mulai terbiasa dengan kehadiran perawat orangutan. Namun tetap saja saat diajak keluar ke area playground, dia masih sangat takut dan menggigit.

Gigitannya juga berbeda dengan kedelapan bayi orangutan lainnya. Gigitannya sangat kuat dan lama, beda dengan Popi dan Mary yang menggigit hanya untuk mengancam. Gigitan bayi Alouise cukup untuk membuat kulit terkelupas dan membiru selama lebih dari 3 hari.

Karena sifat bayi Alouise yang masih takut dengan perawat orangutan, tim medis mencarikan pendamping orangutan untuknya. Pendamping yang bisa menjadi induk asuh agar Alouise menjadi nyaman. Pilihan jatuh pada orangutan Septi. Dulu, Septi pernah menjadi induk asuh untuk orangutan Popi. Kini, Septi kembali menjadi induk asuh untuk Alouise. 

Semoga bayi Alouise bisa mengurangi traumanya ya… (FLO)

Page 70 of 346« First...102030...6869707172...8090100...Last »