ORANGUTAN BANGUN SARANG BERSAMA DI SEKOLAH HUTAN BORA

Pada suatu hari, orangutan berjenis kelamin betina berkesempatan berkegiatan di sekolah hutan. Ada Mary, Popi, Bonti dan Jojo. Kali ini, Jojo terlihat membuat sebuah sarang bersama dengan teman-teman sebayanya itu, tentu saja tanpa Bonti. Jojo terlihat sibuk mematah-matahkan ranting-ranting kecil yang berada di sekitarnya.

Setelah itu, Jojo dan teman-temannya terlihat sangat berusaha keras agar bisa membentuk sebuah sarang yang luas karena jika sarang yang ia buat kecil, maka tidak akan cukup untuk teman-temannya yang lain. Oleh karena itu, Jojo dan teman-temannya akan terus memperbaiki sarangnya dan terus menumpuki ranting-ranting agar sarang yang mereka buat bisa terlihat luas dan bisa ditempati untuk bermain.

Meskipun sarang yang dibuat oleh Jojo dan teman-temannya itu tidak terlalu bagus dan terlihat berantakan namun itu sama sekali tidak membuat Jojo dan teman-temannya patah semangat untuk membentuk sarang agar terlihat lebih bagus dan nyaman lagi. (SIM)

APE WARRIOR BANTU PEMBERSIHAN SHELTER BANJARSARI

Berdasarkan hasil peninjauan aktivitas Gunung Merapi selama bulan Januari 2021, BPPTKG Yogyakarta mengubah rekomendasi zona bahaya dari selatan-tenggara menjadi selatan-barat daya. Hal ini disebabkan guguran material erupsi Gunung Merapi yang berupa lava pijar serta awan panas terpantau mengarah ke hulu Sungai Krasak dan Boyong.

Dengan adanya perubahan rekomendasi tersebut, Dusun Kalitengah Lor di Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, D.I. Yogyakarta, kini tidak lagi termasuk zona bahaya erupsi. Warga beserta ternak dari Dusun Kalitengah Lor yang sudah berada di barak pengungsian selama kira-kira 3 bulan dapat dipulangkan.

Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman menginstruksikan pemulangan ternak dilakukan hari Minggu, 24 januari. Pemulangan dilakukan menggunakan kendaraan yang sudah disiapkan oleh dinas, sedangkan warga yang memiliki kendaraan sendiri memulangkan ternaknya secara mandiri. Tim APE Warrior turut memantau kegiatan pemulangan ternak ini.

Setelah Shelter Ternak Banjarsari dikosongkan, pada hari Senin, 25 januari, tim APE Warrior juga membantu pembersihan shelter. Pembersihan shelter diakhiri dengan penyemprotan disinfektan oleh para relawan ke seluruh area kandang mulai dari atap, tiang, sekat hingga tanah als kandang. Sterilisasi kandang pasca pengosongan penting dilakukan untuk memastikan kuman patogen penyebab infeksi seperti virus, bakteri dan jamur yang mungkin ada selama kandang terisi, mati dan tidak membawa penyakit bagi manusia maupun hewan di sekitar. (Inez_Orangufriends)

JANGAN KASIH MAKAN ORANGUTAN DI PINGGIR JALAN!

Sebagian besar dari kita pasti percha memberi makan satsa, bark itu hewan peliharaan di rumah ataupun satwa di tempat-tempat hiburan. Menyenangkan bukan? Tidan ada salahnya untuk membagi kasih sayang dengan sesama mahluk hidup dengen çemberi sedikit makanan. Namun, jika objek yang diberikan pakan adalah satwa liar di alam liarnya, kegiatan menyenangkan tersebut bisa menjadi awal mula kejadian yang menyedihkan.

Bukanlah hal yang mustahil untuk mendapati orangutan, owa atau satwa liar lainnya saat melewati daerah berhutan. Sebaliknya, hal ini justru banyak didapati dan dimanfaatkan oleh beberapa orang sebagai daya tarik tersendiri. Di tahun 2017, tim COP mendapati satu individu orangutan jantan dewasa di pinggir jalan poros antar-provinsi. Orangutan tersebut berdiam dengan santainya di pinggir jalan dan meminta makan pada mobil-mobil yang melewatinya. Terlihat bekas-bekas buah dan makanan berceceran di sekitarnya yang diperkirakan diberikan oleh para penumpang mobil-mobil antar provinsi. Hampir setiap hari orangutan tersebut dijumpai di sana, meminta makan dengan jinaknya meskipun terlihat ada luka bacokan di kepala. Tidak peduli berpa banyak debu yang ia hirup dan kekerasan yang ia dapati di pinggir jalan tersebut. Ia tetap kembali ke titik dimana orang-orang memberinya pakan. Di tahun 2021, tim COP kembali menemukan adanya orangutan di pinggir jalan, tim menemukan adanya bekas kulit durian di bawah pohon tempat mereka bermain.

Lalu apa yang dilakukan jika melihat orangutan di pinggir jalan? Yang pertama adalah jangan dikasih makan! Dengan memberi pakan, kamu telah membantu orangutan tersebut untuk menjadi gelandangan. Mereka akan kehilangan insting liarnya karena terbiasa dengan makanan yang diperoleh dengan mudah dan malas mencari pakan alaminya di hutan. Dan yang kedua, sadari bahwa munculnya orangutan di jalan atau pemukiman merupakan salah satu indikator adanya masalah di habitatnya dan awal dari kejahatan atau kekejaman terhadap orangutan itu sendiri. Oleh karena itu, daripada memberi pakan dan melihatnya menjadi pertunjukan, dokumentasikan dan laporkan setiap temuan kepada pihak-pihak yang berwajib seperti BKSDA atau lembaga penyelamatan satwa terdekat. COP siap membantu! (SAR)