REKONSTRUKSI PENEMBAKAN ORANGUTAN DENGAN 130 PELURU

Rabu, 21 Februari 2018 tim penyidik Satreskrim Polres Kutim menggelar rekonstruksi kasus penembakan orangutan dengan 130 peluru di tubuhnya. Keempat tersangka yakni, Muis (36), Andi (37), Nasir dan Rustam (37) memperagakan peristiwa penembakan tersebut. Tercatat ada 23 adegan termasuk bagaimana 130 peluru bisa mengenai tubuh orangutan jantan malang ini hingga tak berdaya.

Pada adegan ke 22, para tersangka memperagakan penembakan orangutan di bawah pohon sawit dengan jarak 15-20 meter dari orangutan di tempat kejadian yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Kutai, kecamatan Teluk Pandan, kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.

Menurut daftar spesies terancam punah yang dirilis oleh IUCN (International Union for Conservation Nature) pada tahun 2016, Orangutan meningkat status konservasi Orangutan Borneo menjadi Kritis. Kasus orangutan dengan 130 peluru ini pun menjadi perhatian nasional maupun dunia internasional.

WILDTRIP KE TAMAN NASIONAL GUNUNG HALIMUN SALAK

Wildtrip adalah salah satu kegiatan Orangufriends. Ini adalah saatnya untuk mengakrabkan diri, saling mengenal dan biasanya akan muncul ide-ide luar biasa untuk mendukung pekerjaan Centre for Orangutan Protection. Kali ini, Orangufriends Jakarta ke Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Sebelas jam perjalanan dan disambut dengan pemandangan yang luar biasa, tentu saja udara yang segar. Lepas dari rutinitas pekerjaan di Jakarta. Kekayaan flora maupun fauna yang tiada habisnya. Anggrek hutan, kantong semar, suplir hingga surili, macan tutul, musang, ajag, muncak, trenggiling dan suara merdu owa jawa. O iya… tanggal 15 Februari setiap tahunnya diperingati sebagai hari Trenggiling Sedunia loh. Jadi ingat kasus puluhan bangkai trenggiling tanpa sisik di Sampit, Kalimantan Tengah yang pernah diceritakan APE Crusader, hingga kini kasus Juni 2016 itu pun menguap tanpa diketahui siapa pelaku pembuang satwa dilindungi undang-undang ini.

Tidak usah bingung akan menginap dimana. Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak memiliki penginapan yaitu Cikaniki Research Centre. Setelah istirahat sesaat dan makan siang kami langsung menuju Canopy Trail dan Curug Macan. “Jauh-jauh ke sini ya untuk menikmati setiap menit yang berjalan. Sensasi berada di ketinggian 25 meter, melewati jembatan sepanjang 100 meter dan sapuan angin dingin… kamu harus nyobain. Atau berendam di bawah curug Macan… bikin kamu segar loh. Bahkan tadi sempat berjumpa dengan Surili, primata unik endemik pulau Jawa yang terancam punah menurut International Union for Conservation of nature (IUCN) dan si Elang yang sedang terbang mengintai mangsanya.”, cerita Lupita dengan serunya.

Wildtrip bareng orangufriends, ngak akan kebayang serunya loh. Kamu harus ikut Wildtrip Orangufriends selanjutnya ya. Trus berbagi cerita. “Kalau ngak ikut orangufriends… ya ngak bisa ikutan.”, tambah Lupita lagi. (Lupita_Orangufriends)

COP SCHOOL ALUMNI NETWORKS

Centre for Orangutan Protection atau COP sering sekali disangka sebagai organisasi yang berasal dari luar negeri. Dalam bahasa Indoensianya Pusat Perlindungan Orangutan, namun karena alasan pengucapan yang agak aneh saat disinkat maka, versi bahasa Inggris lah yang digunakan. COP adalah organisasi satu-satunya yang didirikan oleh putra putri Indonesia.

Hardi Baktiantoro, salah satu pendiri COP sering mendapatkan pertanyaan, Siapa di belakang COP?, Jendral siapa?, mantan menteri atau pejabat siapa?”.

COP itu organiasinya rakyat biasa. Sebagian besar anak-anak muda yang peduli. Bukan orang-orang tua bangkotan oportunis, yang mana mereka jadi pembina organisasi konservasi sekaligus komisaris di perusahaan perusak hutan, yang penting dibayar atau dikasih bagian saham dari perusahaan tersebut.

Dan mungkin, COP adalah satu-satunya organisasi yang memiliki cetak biru yang jelas untuk melatih para aktivis muda dan melakukan regenerasi. Setidaknya sudah 7 tahun terakhir ini menyelenggarakan COP School tanpa jeda. Hasilnya bisa ditebak.

Para pendiri COP pasti tumbuh semakin tua dan lalu mati. Tetapi COP secara organisasi akan tetap muda dan menguatkan Indonesia. Jika kamu mau bergabung, mesti ikut COP School Batch 8. Masa pendaftaran tinggal 15 hari lagi. Email kami di copschool@orangutan.id