BERPACU DENGAN HARI, PEMBANGUNAN SRA LANJUT

Libur hari Kemerdekaan usai sudah. Tahun ini berbeda dengan tahun biasanya. Lomba dan pertandingan ditiadakan. Sebelum dan sesudah 17 Agustus sepanjang itu masih di bulan Agustus biasanya dipenuhi dengan kegiatan yang melibatkan banyak orang. Dan tahun ini, cukup dengan upacara bendera, mengheningkan cipta dan berdoa, semoga kemerdekaan ini dapat kita isi dengan lebih baik lagi. Dan pembangunan Pusat Penyelamatan Primata kembali dilanjutkan.

Pondasi bagunan klinik Sumatra Rescue Alliance (SRA) Primate Center selesai sudah. Hujan deras mengguyur lokasi tepat sesaat semen-semen sudah mengeras. Menutup pengerjaan hari ini, berlanjut untuk membawa bahan-bahan dari seberang sungai ke lokasi. Lagi-lagi berharap, alam bersahabat dan membantu pembangunan ini. 

SRA Primate Center yang berada di lahan Bukit Mas Permaculture Centre (BPC), Sumatera Utara adalah upaya penanggulangan konflik antara manusia dan orangutan maupun primata dilindungi lainnya di wilayah kerja Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Penyelamatan, Rehabilitasi, Pelepasliaran menjadi fokus utama kegiatan Pusat Penyelamatan Orangutan dan Primata dilindungi di Sumatera ini. “Semoga pembangunan dapat sesuai jadwal dan dapat segera beroperasi.”, harapan Daniek Hendarto, direktur Centre for Orangutan Protection. “Mari kita ciptakan kesempatan hidup kedua bagi orangutan dan primata dilindungi yang telah tercerabut dari habitatnya. Saya, kamu dan kita semua, bersama-sama.”, tambah Daniek.

MUSIM BAKAR LAHAN DI LABANAN TIBA

Siaga! Musim akan segera berganti. Dari tahun ke tahun, pusat rehabilitasi orangutan yang berada di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Labanan, Kalimantan Timur akan menghadapi musim ini. Tak ada asap kalau tak ada api. Ditambah dengan musim kemarau membuat lahan dan hutan semakin mudah terbakar, saatnya mengisi tandon-tandon air dan mengecek titik-titik keran air. Tak lupa selang-selang yang ada juga diperiksa.

Untuk meminimalisir merambatnya api ke pusat rehabilitasi orangutan COP Borneo, para perawat satwa usai membersihkan kandang dan memberi makan orangutan langsung bergotong-royong membuat sekat bakar sekitar 1 meter. Kami sangat kesulitan membuat sekat bakar ini karena banyak sekali akar di ujung pohon yang tidak dapat dijangkau dengan parang ataupun gergaji mesin. Yang bisa kami lakukan hanyalah membersihkan di bagian tanah dan memotong-motong pohon-pohon jatuh yang melintang agar nantinya api tidak merambat mendekat ke camp.

Saat kecil menjadi kawan dan ketika besar menjadi lawan. Mencegah adalah jalan terbaik. Doakan kami agar kebakaran hutan dan lahan tak seperti tahun lalu. Dimana kandang-kandang angkut sampai berada pada posisi siap angkut. Dimana orangutan-orangutan di pusat rehabilitasi orangutan COP Borneo siap dipindahkan ke tempat yang lebih aman. Bau asap tahun lalu masih belum juga hilang dari ingatan kami dan bantuan dari Orangufriends berupa tandon air, selang maupun mesin air masih dalam kondisi terawat dan siap pakai. Semoga alam bermurah hati pada kami.

UPACARA TUJUHBELASAN DI HUTAN? TAHUN DEPAN KAMU HARUS IKUT!

Masih ingat malam sebelum pelaksanaan upacara bendera ada dari kalian yang nyelutuk, “Ayo tidur sudah, aku takut besok upacara kesiangan bah.”. Bagaimana mungkin kesiangan? Kebiasaan bangun pagi untuk menyalakan air di embung setiap pagi saat matahari masih malu-malu muncul di ufuk timur. Belum lagi keributan memotong buah di gudang pakan dan tentu saja hebohnya dapur yang tak pernah absen walau tanggal merah.

Rupanya momentum upacara bendera 17 Agustus di hutan sejenak bisa membuat kita semua di camp COP Borneo gugup dan grogi. Meskipun ketika di sekolah sudah pada katam sama yang namanya upacara hari Senin. Walaupun tak ada ibu atau bapak guru dan tentu saja tanpa pengawas di tengah hutan labanan, Berau, Kalimantan Timur ini, upacara tetap seperti upacara detik-detik peringatan hari proklamasi di tempat lain. Khidmat… di tengah suara serangga pagi hari, kicauan burung yang sahut menyahut dan semangat saat lagu kebangsaan Indonesia Raya dinyanyikan bersama. “Di sinilah upacara kemerdekaan terbaik yang pernah ada. Haru dan bangga.”.

Usai itu… perlombaan dan pertandingan seru berlangsung. Sederhana, walau hanya lomba makan kerupuk atau pertandingan bulu tangkis, tetap saja gelak tawa lepas, selepas perbedaan siapa dan apa yang kamu kerjakan di Pusat Rehabilitasi Orangutan satu-satunya yang didirikan putra-putri Indonesia. Ya… tahun depan pastikan kamu menjadi bagian dari upacara kemerdekaan ini ya. O iya… hadiahnya masih menyusul, COVID-19 bikin kita tidak leluasa berbelanja sewaktu-waktu. Nunggu tim logistik bawakan hadiah ya… Dirgahayu Republik Indonesia ke-75, Maju Indonesia ku. (WID)


 

Page 8 of 348« First...678910...203040...Last »