RAYAKAN HARI ORANGUTAN DENGAN MUSIK, SEPEDA, DAN AKSI PEDULI ALAM

Peringatan Hari Orangutan Sedunia atau World Orangutan Day tahun ini, COP merayakannya bersama warga Jakarta dalam acara ‘Day for You’ di Taman Menteng pada Minggu, 25 Agustus 2025. Acara ini diinisiasi oleh Satya Bumi dengan dukungan Komunitas Sepeda Chemonk serta Kamerawan Jurnalis Indonesia (KJI).

Dalam sesi talkshow, Indira Nurul Qomariah dari Centre for Orangutan Protection berbagi tentang program konservasi di Sumatra dan Kalimantan, mulai dari patroli hutan, penyelamatan satwa, rehabilitasi orangutan, pelepasliaran, monitoring, hingga menegakkan hukum. Diskusi ini dipandu oleh Angel dari Garda Animalia bersama Riexcy dari Satya Bumi yang menyoroti kondisi habitat orangutan di Batang Toru dan Gunung Palung, serta Nugie, musisi sekaligus aktivitas lingkungan yang mengajak masyarakat lebih peduli pada satwa liar dan gaya hidup ramah lingkungan.

Selain talkshow, acara ini juga dimeriahkan dengan kegiatan bersepeda di kawasan car free day, penampilan teaser, stand-up comedy, hingga performance music dari Nugie. Suasana meriah sekaligus penuh makna ini diharapkan mampu mendekatkan masyarakat dengan isu konservasi orangutan.

Melalui perayaan ini, COP bersama para mitra ingin mengajak masyarakat untuk ikut berkontribusi dalam pelestarian orangutan, mulai dari langkah sederhana seperti membagikan kampanye di media sosial misalnya like-share-comment, hingga dukungan nyara mendekatkan masyarakat luas dengan isu konservasi orangutan. “Tentu saja donasi akan menjadi dukungan nyata yang sangat berarti”. (IND)

SUARA UNIK DARI HUTAN LINDUNG GUNUNG BATU MESANGAT

Malam turun perlahan di Hutan Lindung (HL) Gunung Batu Mesangat, Kalimantan Timur. Kabut tipis pepohonan tinggi dan suara serangga mulai menggema dari segala arah. Di tengah gelap dan rimbanya hutan, dua sosok berjalan perlahan menyusuri jalur anakan sungai. Mereka adalah asisten lapangan tim APE Guardian COP yang sedang melakukan pengamatan herpetofauna di kawasan pelepasliaran Busang. Berbekal senter kepala yang terpasang di dahi, “Inilah waktu terbaik untuk mencari katak. Tapi, kenapa di sini sekarang sepi, ya?”, kata Angka Wijaya sambil menyorot semak di aliran sungai kecil.

Lalu, tiba-tiba…, “Dengar itu”, bisik Angka lagi. Suara unik terdengar, ‘prrrt-prrrt’, berasal dari batang pohon mati yang berada di permukaan sungai kecil.
“Bang, itu dia suara katak tutul”, ucap Luthfi.
Mereka mendekat perlahan, melangkah di genangan air beralaskan lumpur. Seekor katak kecil tengah duduk diam, asyik berbunyi. Tapi ini bukan katak biasa, tubuhnya gelap mengilap dengan pola kuning terang di punggung dan kaki, seperti lukisan abstrak di atas kulit cahaya malam.

“Astaga Luthfi, ini Pulchrana picturata! Siapkan kamera, kita ambil momen videonya!”, seru Angka.
Mereka segera mengambil foto dan merekam suara panggilan si katak mungil itu. Bagi Angka dan Luthfi, ini adalah rekaman video pertama Pultchrana picturata di kawasan HL Gunung Batu Mesangat.
“Katak ini indikator ekosistem yang sehat. Kalau dia ada di sini, artinya hutan ini masih punya harapan”. (ENG)

WORLD ORANGUTAN DAY 2025, ORANGUFRIENDS COP JADIKAN BANYAK GERAKAN SEBULAN

Setiap tanggal 19 Agustus, dunia memperingati Hari Orangutan Sedunia sebagai momentum untuk mengingatkan kembali pentingnya pelestarian orangutan. Umumnya, kegiatan dilakukan dalam bentuk kampanye, lomba, atau edukasi singkat. Namun, tahun 2025 ini, COP memilih langkah berbeda. Perayaan tidak hanya berlangsung sehari dan di satu lokasi, melainkan dikembangkan menjadi “Bulan Edukasi Orangutan”, sebuah gerakan serentak yang menggerakkan relawan di berbagai daerah di Indonesia dengan semangat yang sama.

Beriringan dengan itu, COP juga meluncurkan buku fabel terbaru berjudul “Aku Harimau Sumatera”. Kehadiran buku ini memperluas ruang edukasi untuk tidak hanya berbicara tentang orangutan, tetapi juga tentang satwa liar lainnya yang sama-sama terancam punah. Oleh karena itu, kami mengangkat misi ‘Bulan Orangufriends’, dengan slogan “Orangutan and Beyond”, untuk menegaskan misi COP dalam memperkuat kerelawanan, pendidikan, dan penyadartahuan mengenai satwa liar Indonesia.

Rangkaian kegiatan akan berlanjut pada Orangutan Caring Week di bulan November 2025 dan akan berlokasi di Yogyakarta, dengan agenda yang lebih variatif, seperti diskusi publik ala ‘ngobrol santai’ mengenai konservasi, pameran foto bertema orangutan, layanan cek kesehatan hewan gratis bersama relawan dokter hewan, kampanye digital kreatif melalui #OrangutanCaringWeekChallenge di Instagram dan TikTok, kegiatan seni seperti live sketching dan speed painting, serta booth informasi relawan dan merchandise.

Melalui rangkaian ini, COP berharap semakin banyak individu yang terlibat dan mengenal komunitas Orangufriends. Semakin luas jejaring kerelawanan yang terbangun, semakin besar pula kekuatan untuk menjaga hutan, melindungi orangutan, dan melestarikan keanekaragaman hayati Indonesia. Karena menjaga orangutan bukan hanya melindungi satu spesies, melainkan juga menjaga keseimbangan ekosistem dan masa depan generasi mendatang.