Suasana kembali ceria di babyhouse BORA (Borneo Orangutan Rescue Alliance) sejak Harapi pulih dari sakit pada tangannya karena jatuh dari pohon. Kini ia sudah aktif lagi, bermain bersama kawan-kawannya, seolah tak pernah merasa lemah sebelumnya. Tingkah Harapi yang jenaka selalu mencuri perhatian para keeper lainnya. Ia pernah mengenakan tempurung kelapa di kepalanya seperti mengenakan hel atau topi, lalu berjalan dengan salah satu tangan memeluknya, dan ini mengundang tawa. Ada juga kebiasaannya menepuk-nepuk tanah dengan kedua tangan, seolah-olah sedang membuat irama musik hutan. Momen-momen lucu inilah yang membuat Harapi semakin dicintai oleh babysitter maupun keeper lainnya.
Suatu hari babysitter Anggita Putri Hariani atau yang sering dipanggil Gita harus membawa Harapi pulang lebih dulu dari sekolah hutan. Bukan karena sakit, melainkan karena Gita harus memberikan susu untuk Pansy dan Felix yang menunggu di baby house. Harapi mengikuti dengan tenang, meski orangutan lainnya masih sibuk sekolah hutan. Namun, kepergian Harapi rupanya meninggalkan kesan besan bagi Arto, sahabat karibnya. Babysitter Rara bercerita bahwa Arto tiba-tiba mengandang tangannya dan berjalan menuju jalur pulang. Seolah ia ingin segera menyusul Harapi yang sudah lebih dulu kembali. Rara mencoba membujuk dan membawa Arto kembali ke sekolah hutan, karena waktu belajar belum selesai. Akan tetapi, Arto tampak seperti mencari-cari sosok Harapi yang tak lagi ada di sana. Akhirnya, Arto menangis. Ia menolak bermain dan hanya ingin segera kembali ke babyhouse. Tangisan itu bukan karena lelah atau lapar, melainkan karena ia merasa kehilangan sahabatnya. Harapi yang biasanya selalu ada di sisinya kini pulang lebih dahulu, dan itu cukup membuat Arto sedih.
Bagi para babysitter, kejadian ini menjadi bukti betapa kuatnya ikatan emosional di antara bayi orangutan. Mereka bukan hanya teman bermain, melainkan juga sahabat sejati yang saling menguatkan. Kehadiran Harapi sangat berarti bagi Arto, begitu pula sebaliknya. Di baby house BORA, kisah sederhana ini mengajarkan bahwa persahabatan tak mengenal batas. Bahkan di dunia orangutan kecil, rasa sayang dan kebersamaan menjadi kunci untuk tumbuh sehat, ceria, dan penuh semangat. (GIT)
