Si NAKAL MICHELLE

Ini adalah cerita dari Jack, perawat satwa di pusat rehabilitasi orangutan COP Borneo. Jack jarang sekali bercerita tentang orangutan. Ceritanya kali ini adalah trik rebut-rebutan dengan Icel alias Michelle.

Ketika feeding pagi, Jack membersihkan blok kandang dewasa. Di sana ada Michelle. Si orangutan betina beranjak dewasa yang cantik dan nakal. Bagaimana tidak, dengan usilnya Michelle menarik glove (sarung tangan medis) dan gelang yang Jack kenakan ketika menyodorkan buah.

“Tak kusangka Michelle mengusiliku. Dengan agresif, dia mengulurkan tangannya keluar seakan-akan mengambil buah, nyatanya ia malah merebut glove dan gelangku. Ku coba tarik kembali tanganku, tapi Michelle kini sudah kuat.”.

Michelle berhasil membawa kabur glove dan dimainkannya di atas hammocknya. Jack mencoba memancingnya untuk turun dari hammock dengan iming-iming buah. Michelle mau turun, masih dengan glove ditangannya. Perlahan Jack mencoba mencekatinya, namun tatapannya agresif, bulunya berdiri nampaknya ia merencanakan sesuatu. Jack pun mengurungkan niatnya untuk mendekati Michelle.

Jack membiarkan Michelle memakan buah sambil memegang glove. “Nampaknya dia mulai asik menikmati buah. Saatnya merebut glove ku kembali. Cepat-cepat kumasukkan tanganku ke dalam kandang Michelle. Yes! Lalu kulemparkan glove yang sudah robek ke dalam tempat sampah.”. (JACK)

SATWA KEBUN BINATANG TERDAMPAK COVID-19

Saat ini beredar berita tentang beberapa kebun binatang yang hampir bangkrut dan tidak bisa memberi pakan satwa koleksinya karena mereka menutup kegiatan operasional mereka dari pengunjung selama pandemi virus corona ini. Yang artinya tidak ada pemasukan untuk kebun binatang tersebut dari pengunjung. Sementara biaya operasional dan pakan satwa mereka harus tetap jalan setiap hari. Satwa-satwa yang berada di kandang maupun enclosure di kebun binatang sangat bergantung kepada petugas perawat satwa yang setiap hari memberi mereka makan karena mereka tidak bisa mencari makan sendiri.

Kebun binatang memang bisnis sarat modal besar dan berat. Namun ini adalah konsekuensi bagi para pengelola kebun binatang untuk tetap memberi makan dan merawat satwa tersebut, karena selama ini juga satwa-satwa tersebutlah yang membuat pengunjung datang dan memberikan pemasukan untuk pengelola kebun binatang. Satwa-satwa di kebun binatang tidak mengenal pandemi COVID-19, yang penting bagi mereka adalah bertahan hidup di dalam kandang-kandang tersebut. Hidup di dalam kebun binatang bukan kemauan dari satwa tersebut, karena sejatinya ‘rumah’ mereka adalah di hutan. Dan mereka terpaksa tinggal di kebun binatang karena beberapa dari mereka adalah korban dari kejahatan manusia.

Centre for Orangutan Protection mengingatkan para pengelola kebun binatang untuk tetap memperhatikan kesejahteraan satwa dengan mengedepankan 5 kebebasan satwa. COP mengundang Orangufriends untuk diskusi dan aksi untuk satwa kebun binatang yang terdampak COVID-19. Hubungi kami di info@orangutanprotection.com (HER)

HERCULES YANG JAHIL

Linau adalah perawat satwa di Pusat Rehabilitasi Orangutan COP Borneo yang memiliki hobi menyanyi. Kali ini, dia akan bercerita tentang Hercules, orangutan yang terpaksa kembali dari pulau pra-rilis karena pandemik Covid-19. COP Borneo mengambil kebijakan lockdown untuk memutus penyebaran pandemik corona.

Hercules adalah orangutan jantan dewasa yang umurnya kisaran 14-16 tahun, yang saat ini menghuni blok kandang karantina. Ia cukup jahil kepada para keepernya. Suatu ketika giliran ku bertugas membersihkan kandangnya. Seperti biasa, aku menyemprot air dengan radius 2 meter. Untuk mendorong sisa-sisa makanan yang berjatuhan di lantai kandangnya, menuju tempat pembuangan. Air tak terlalu kuat mendorong sisa makanan, lalu kucoba perlahan mendekat.

Seperti dugaan awal, Hercules dengan gesitnya menarik tanganku yang tengah memegang selang. Terkejut bukan main. Ia orangutan jantan yang kuat dan agresif. Panik dan membuatku terjatuh tepat di depan kandangnya dengan selang yang masih tergenggam. Tak luput pakaian dan tubuh basah kuyup terguyur air dari selang.

Sebuah pelajaran, jangan terlalu mendekat dengan tangan jahil Hercules. Dengan perasaan masih tergopoh-gopoh, kulanjutkan membersihkan kandangnya dengan jarak yang lebih jauh. “Untung tak ada yang melihat… kalau diingat-ingat lucu… tapi aku tidak akan pernah lengah lagi.”.(NAU)