COVID-19

Apa itu COVID-19?

COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus corona. Virus corona ini sendiri adalah penyakit yang dapat menjangkit pada manusia maupun hewan dan menyebabkan infeksi pada saluran pernapasan.

Apa saja gejalanya?

Gejala yang biasa ditemui adalah demam, kelelahan, dan batuk kering. Beberapa penderitanya juga terkadang merasakan rasa sakit pada tubuh, pilek, radang tenggorokan serta diare. Namun terdapat juga kasus dimana gejala-gejala ini tidak muncul meski orang tersebut positif terinfeksi COVID-19. Namun sekitar 80% penderitanya dapat sembuh tanpa penanganan khusus.

Bagaimana penyebarannya?

Orang yang sehat dapat terkena COVID-19 dari orang lain yang memiliki virus tersebut. Berawal dari tetesan kecil air dari hidung atau mulut yang menyebar saat orang yang terjangkit virus ini batuk, bersin, atau menghembuskan nafas. Ketika tetesan ini mengenai permukaan tubuh orang yang sehat atau benda-benda yang ia sentuh, maka ketika ia menyentuh mata, hidung atau mulutnya, virus ini dapat masuk ke dalam tubuh. Hingga saat ini (21 Maret 2020), COVID-19 telah menyebar di 177 negara atau teritori dan terdapat 234,073 kasus yang terkonfirmasi.

Berapa lama masa inkubasi COVID-19?

Masa inkubasi adalah jangka waktu yang dibutuhkan dari sejak terkena virus hingga munculnya gejala. Masa inkubasi COVID-19 diperkirakan memiliki rentang antara 1-14 hari dengan rata-rata atau kebanyakan adalah sekitar lima hari hingga munculnya gejala.

Berapa lama virus bisa bertahan hidup di luar tubuh manusia?

Belum dapat dipastikan berapa lama COVID-19 bisa bertahan di luar tubuh manusia, namun beberapa studi memperkirakan virus corona bisa bertahan selama beberapa jam hingga beberapa hari di luar tubuh manusia.

Cara mencegah penyebaran dan penularan?

• Cuci tangan dengan bersih dan menyeluruh secara teratur baik dengan cairan pembersih beralkohol atau sabun dan air

• Jaga jarak sekurang-kurangnya 1 meter dari orang lain yang bersin atau batuk

• Hindari menyentuh wajah yaitu hidung, mata, dan mulut

• Batuk dan bersin dengan cara yang tepat, yaitu dengan menutup mulut dan hidung dengan siku tangan bagian dalam atau gunakan masker

• Beristirahat di rumah saat merasa kurang sehat dan segera menghubungi rumah sakit bila kondisi tubuh memburuk

• Tetap ikuti perkembangan informasi daerah-daerah penyebaran COVID-19 dan jika memungkinkan hindari beoergian ke tempat-tempat tersebut, terutama jika Anda memiliki sejarah penyakit diabetes, jantung, atau paru-paru. (LIA)

Sumber: https://www.who.int/news-room/q-a-detail/q-a-coronaviruses

EVAKUASI TERBESAR APE DEFENDER: 35 BUAYA

Sejak tahun 1998 buaya-buaya yang dipelihara M. Irsani berada di belakang rumahnya yang beralamatkan gang Buaya Badas, desa Sambaliung, kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Tak hanya buaya dengan panjang 2 meter saja yang berhasil dipindahkan ke kandang angkut oleh tim APE Defender COP, tetapi buaya dengan panjang 2,5 meter hingga 3,5 meter.

Tiga hari berturut-turut, akhirnya tim yang terdiri dari APE Defender Centre for Orangutan Protection, BKSDA SKW-1 Berau, Kalimantan Timur dan Komunitas Reptil Berau berhasil memindahkan ketigapuluhlima buaya tersebut. Salah seorang anggota tim Pusat Perlindungan Orangutan, terpaksa beristirahat di hari keduanya karena sobek, tergigit.

Di tengah guyuran hujan deras, tim pun terpaksa menghentikan evakuasi terbesar ini. Tenaga pun sudah banyak terkuras. “Iya, kita akhirnya berhasil berhasil memasukkan 35 buaya ke kandang angkut. Selanjutnya BKSDA SKW-1 Kaltim akan membawa buaya-buaya tersebut ke Penangkaran Buaya Teritip Balikpapan dengan menggunakan truk.”, ujar drh. Flora Felisitas, tim medis COP.

ADA ORANGUTAN DI SDN 001 MERABU

Siang tadi, ada orangutan bertandang ke SDN 001 Merabu. Jumlah murid yang bergabung di kunjungan sekolah kali ini berjumlah 59 siswa. Cukup riuh susana di luar kelas. Ketika disodorkan pertanyaan, “Hewan apakah ini?”, sembari membawa foto satwa yang ditanyakan. Mayoritas mereka melontarkan nama hewan dengan menggunakan bahasa lokal dan semuanya antusias. Bahkan saling bersahutan menirukan suaranya. Seperti suara owa, orangutan bahkan rangkong.

Dengan kondisi hutan di sekitar kampung Merabu, Kalimantan Timur yang masih bagus, mereka sering menjumpai satwa-satwa liar. Dengan diselipkannya edukasi semacam ini dan dikemas dengan apik, maka anak-anak akan lebih mawas diri terhadap pentingnya menjaga hutan untuk keberlangsungan satwa-satwa.

Centre for Orangutan Protection sejak tahun 2007 telah masuk ke sekolah formal maupun tidak formal untuk terus menerus berbagi cerita dan pengalaman akan pentingnya satwa liar dan hutan untuk kehidupan. Sekolah mu juga mau dikunjungi orangutan? Email kami ya info@orangutanprotection.com (WET)