PRETTY, THE ORANGUTAN COVERED WITH JACKFRUIT SAP

This Orangutan found by Mr. Cuandi in the condition covered with Jackfruit Sap all over her. Pretty the Orangutan. This female orangutan has been kept pet for 8 months of residents in Sungai Plangkon, Tumbang Kaban, Katingan Hulu District, Central Borneo.

“Pretty the orangutan is kept by Mr. Sugianto for 8 months under a Jackfruit tree. I bought from him for Rp.400.000,00”, Said Mr. Cuandi.

Together with Mr. Muriansyah (BKSDA Pos Sampit), Mr. Novilianto (Manggala Agni) and APE Crusader picked Pretty the orangutan in Parenggean Police Station on June 28th, 2017.

The loss of orangutan habitat due to the change of forest function is the main cause of orangutans came across the community .” How will orangutans live in forests if their forests run out?” Says Faruq, Center og Orangutan Protection. This is our shared responsibility. (Dhea_Orangufriends)

PRETTY, ORANGUTAN PENUH GETAH NANGKA
Orangutan ini ditemukan pak Cuandi dalam kondisi rambut dipenuhi getah pohon Nangka. Pretty namanya. Orangutan betina ini sudah selama 8 bulan dalam pemeliharaan warga sungai Plangkon, kecamatan Tumbang Kaban, kabupaten Katingan Hulu, Kalimantan Tengah.
“Orangutan Pretty ini dipelihara pak Sugianto selama 8 bulan di bawah pohon nangka. Saya membeli darinya seharga Rp 400.000,00..”, ujar pak Cuandi.
Bersama pak Muriansyah (BKSDA Pos Sampit), pak Novilianto (Manggala Agni) dan APE Crusader menjemput orangutan Pretty di Polsek Parenggean pada 28 Juni 2017.
Hilangnya habitat orangutan karena alih fungsi hutan adalah penyebab utama orangutan sampai pada masyarakat. “Bagaimana orangutan akan hidup di hutan, jika hutannya habis?”, ujar Faruq, Centre for Orangutan Protection. Ini adalah tanggung jawab kita bersama.

AMIR : CLEAN CAGES AND ORANGUTAN EATS ON TIME

Amir is one of the young villagers of Merasa who work at COP Borneo, an orangutan rehabilitation center established by Indonesian children. Since January 2017, Amir works as an animal keeper. The man born in Tarakan, East Borneo, 20 years ago is very good at boat motorist, forest school, animal enrichment, equipment maintenance to technical personnel. COP Borneo is fortunate to have a versatile Amir in this rehabilitation center.

Amir looks more excited while in the forest school. Yes… with baby orangutans without their father and mother. And his favorite baby orangutan is Owi, because Amir considers, Owi is the most intelligent baby orangutan and the leady of other baby orangutans in COP Borneo forest school.

“My activity when in the forest scholl is to record what the orangutans eat. What kind of jungle fruits, which forest flowers, leaves tree bark to termites and even what kind of grains they eat in the forest, it shoul be recorded in detail in order to know the development of orangutans in forest schools.” Amir explained seriously.

Amir also tells which fruits is the baby orangutans in COP Borneo favorites is Molinese Bananas. It’s a small shaped and sweet tasted banana. “Molinese banana is the favorite food of the orangutans in our rehabilitation center, mas.” said Amir.

Disinfectant program was a recommendations from the medical team also conducted by Amir two times a week. Spraying is done to sterilized the cages and prevent disease. When asked, what his feeling joining COP Borneo, Amir replied firmly, “Happy and proud, mas. I can learn a lot here with orangutans and new friends”.

Amir memorized all orangutans foods. The most favorites fruits and what he have to over. “Every day there is a variety of food given to orangutans. Fruits and vegetables are mixed at least 8 types, as directed by the veterinarian.”

Antak and Pingpong, very fond of long beans and mustard greens, so if they sulking, Amir will give their favorite food. “ I have to make sure every day orangutans eats on time and the cages should be clean, because that is my responsibility,” said Amir ending the evening chat at COP Borneo. (Dhea_Orangufriends)

AMIR: KANDANG BERSIH DAN ORANGUTAN MAKAN TEPAT WAKTU
Amir adalah salah satu pemuda desa Merasa yang bekerja di COP Borneo, pusat rehabilitasi orangutan yang didirikan putra-putri Indonesia. Sejak januari 2017, Amir bekerja sebagai animal keeper. Pria kelahiran Tarakan, kalimantan Timur, 20 tahun yang lalu ini sangat cakap di urusan motoris kapal, sekolah hutan, enrichment satwa, perawatan alat hingga tenaga teknis. COP Borneo beruntung memiliki Amir yang serba bisa di pusat rehabilitasi ini.

Amir terlihat lebih bersemangat saat berada di sekolah hutan. Ya… bersama bayi-bayi orangutan tanpa ayah dan ibu ini. Dan bayi orangutan favoritnya adalah orangutan Owi, karena Amir menganggap, Owi adalah bayi orangutan yang paling cerdas dan sebagai pemimpin bayi orangutan lainnya di sekolah hutan COP Borneo.

“Aktivitas saya ketika sekolah hutan adalah mencatat apa saja yang dimakan orangutan. Makan buah hutan apa, bunga hutan apa, daun, kulit pohon hingga rayap bahkan biji-bijian apa yang dimakan orangutan di hutan, harus dicatat dengan detil agar bisa mengetahui perkembangan orangutan di sekolah hutan.”, jelas Amir serius.

Amir juga bercerita buah kesenangan para bayi orangutan di COP Borneo yaitu pisang Moli. Pisang dengan bentuk kecil dan manis. “Pisang Moli ini adalah makanan favorit para orangutan di pusat rehabilitasi kita, mas.”, ujar Amir.

Program disinfektan rekomendasi dari tim medis juga dilakukan Amir seminggu 2 kali. Penyemprotan ini dilakukan untuk sterilisasi kandang dan mencegah penyakit. Ketika ditanya bagaimana perasaan gabung di COP Bornei, Amir menjawab dengan tegas, “Senang dan bangga, mas. Saya bisa belajar banyak hal di sini, dengan orangutan dan teman-teman baru.”.

Amir paling hafal dengan menu makanan orangutan. Buah yang paling disukai orangutan dan apa saja yang harus disajikannya. “Setiap hari ada variasi makanan yang diberikan ke orangutan. Buah dan sayur dicampur dengan minimal 8 jenis, sesuai arahan dari dokter hewan.”

Antak dan Pingpong, sangat suka kacang panjang dan sawi, maka kalo mereka lagi ngambek makan, Amir akan memberikan makanan kesukaan mereka. “Saya setiap hari harus memastikan orangutan makan tepat waktu dan kandang harus bersih, karena itu adalah tanggung jawab saya.”, ungkap Amir mengakhiri obrolan menjelang malam di COP Borneo. (NIK)

HERCULES, THE GALLANT AND STRONG

In Greek mythology, Hercules is gallant, brave, and very strong. And Hercules is one of the oldest orangutan in Pre-release Island in COP Borneo Centre of Rehabilitaion. Hercules is an alpha male and other orangutans respect him so mcuh. You will feel amazed when you see his figure. Muscular, big, and great hair. “He is one of the orangutans that eat the most in this island,” stated Joni, Pre-release Island coordinator. He will finish each meal the keeper give the, and not hesitate to attack when interrupted. “The Feeding method has been changed. We no longer put the food on the platform, we throw the food all over the island, using the boat. Ths will reduce his dominance, and teach the other orangutans to actually look for their own food,” stated Reza Kurniawan, COP APE Defender Captain. During each routine patrol, they observed that Hercules has a good climbing skill. They always spot them on top of the tree. “Through routine ibservation, we figured that Hercules is good at moving from one tree to another. However, his nesting skill is still need to be improved. He likes to use the old nest, or old nest from another orangutan,” stated Rian Winardi, COP Vet. Therefore, Hercules has not been picked for the next release candidate, unlike Nigel and Oki, which based on the team observation, have been considered ready to be released. “Hercules’s dominance is very visible during feeding time. One day, we added some egg for extra nutrition. We wrapped the egg with leaves. Hercules took all the egg, even stole it from another orangutan, so the team added some more and changed the feeding method so Hercules wont take everything for himslef alone,” added Rian. Now, Hercules’s development has been considered good. We hope he will have the chance to come home to the jungle of Kalimantan. (Zahra_Orangufriends)

Dalam mitologi Yunani, Hercules adalah orang yang gagah, berani dan sangat kuat. Dan Hercules adalah nama salah satu orangutan tertua yang berada di pulau pra-pelepasliaran Pusat Rehabilitasi Orangutan COP Borneo. Hercules merupakan jantan dominan yang sangat disegani oleh orangutan lainnya di pulau pra-pelepasliaran. Melihat sosoknya, siapapun yang melihatnya akan sangat takjub, postur tegak, berotot dan memiliki tubuh yang besar dengan rambut yang indah.

“Dia adalah salah satu orangutan dengan makan makanan terbanyak di pulau.”, ungkap Joni, koordinator pulau pra-pelepasliaran COP Borneo. Dia akan menghabiskan setiap makanan yang diberikan oleh animal keeper dan menguasainya serta tak segan-segan menyerang ketika diganggu.

“Metode feeding telah diubah. Tidak hanya diletakkan di platform/dermaga pakan saja, melainkan kita sebar di segala penjuru pulau dengan menggunakan perahu. Ini akan mengurangi dominasi Hercules dan juga mengajarkan orangutan di pulau ini untuk belajar mencari pakan sendiri dari buah yang dilempar oleh animal keeper.”, jelas Reza Kurniawan, kapten APE Defender COP.

Setiap patroli rutin dilakukan, Hercules terpantau memiliki kemampuan memanjat yang baik. Hercules juga terlihat selalu berada di atas pohon. “Dari hasil monitoring tim di pulau orangutan, Hercules pintar memanjat dari satu pohon ke pohon lainnya. Namun kemampuan membuat sarang masih kurang. Dia masih senang memakai sarang lama atau bekas sarang orangutan lainnya.”, ujar drh. Rian Winardi, tim medis COP Borneo. Makanya ketika pemilihan kandidat orangutan yang akan dirilis dalam waktu dekat ini, Hercules belum masuk daftar dan masih tergeser oleh orangutan Nigel dan Oki yang secara pengamatan tim, perilaku mereka berdua masuk dalam kriteria siap rilis.

“Dominasi Hercules cukup terlihat saat perebutan makanan. Pernah dalam satu waktu, kami memberikan nutrisi pakan tambahan berupa telur rebus untuk semua orangutan. Telur kami bungkus dengan daun. Hercules merampas semuanya dan memakan tanpa ampun jatah orangutan lainnya, sehingga tim harus membuat makanan tambahan baru dengan metode pemberian yang berbeda agar aman dari jangkauan Hercules.” tambah drh. Rian.

Namun, perkembangan Hercules dalam catatan tim monitoring mengalami peningkatan yang baik dan berharap, dia akan memiliki kesempatan yang sama untuk kembali pulang ke rumahnya di jantung hutan hujan pulau Kalimantan. (NIK)