SEKOLAH HUTAN COP BORNEO UNTUK BAYI

Ketika mendengar kata sekolah hutan pasti banyak diantara kita yang bertanya apa itu sekolah hutan? Sekolah kok di hutan! Sekolah apa itu?

Sekolah hutan adalah rutinitas setiap hari para animal keeper di pusat rehabilitasi orangutan COP Borneo. Ketika selesai bersih kandang dan feeding pagi biasanya para bayi orangutan akan dibawa ke hutan untuk sekolah hutan. Untuk apa mereka dibawa ke sekolah hutan?

Rata-rata bayi orangutan yang datang di COP Borneo masih berusia sangat muda, di bawah satu tahun. Di COP Borneo para bayi orangutan wajib untuk mengikuti sekolah hutan. Di sekolah hutan mereka akan belajar dan bermain, belajar mengenali alam liar tempat tinggal mereka kelak dan juga bermain untuk membantu meningkatkan kepercayaan diri mereka. Di alam liar para bayi orangutan akan selalu bersama induknya sampai sekitar umur 6-7 tahun dan selama itu pulalah mereka akan belajar bertahan hidup dari induknya. Di COP Borneo para keeperlah yang mengajari dan menemani mereka bermain di hutan. Lalu para bayi orangutan ini bermain apa di sekolah?

Bermacam-macam aktivitas selama bayi orangutan berada di sekolah hutan. Arena sekolah hutan seperti tempat untuk mengekspresikan diri mereka, sekedar berguling-guling di tanah atau berayun-ayun di akar. Akar yang menggantung di antara pepohonan adalah mainan idola bagi para bayi orangutan di pusat rehabilitasi orangutan COP Borneo karena dengan bantuan akar tersebut mereka dapat naik ke ujung pohon. Bonti adalah salah satu orangutan yang sangat suka bermain di akar, biasanya dia akan berayun-ayun di akar dan ketika sudah bosan dia hanya akan bergelantungan di akar sambil memandangi keeper dari atas pohon. (WET)

SEMINGGU SEJAK AWAS GUNUNG AGUNG

Tepat seminggu COP membantu penanganan satwa pada bencana gunung Agung, Bali. Bekerja sama dengan Animals Indonesia, Bali’s Pet Crusader, BARC dan JAAN membangun penampungan sementara untuk satwa yang terdampak, mendistribusikan pakan ke anjing kucing maupun hewan ternak di desa-desa yang ditinggal mengungsi warganya. Ini bisa terlaksana setelah berkoordinasi dengan BNPB, Dinas terkait dan mendapat pengawalan dari Polsek setempat.

Terimakasih orangufriends yang telah bergabung langsung ke lokasi dan donasi melalui https://kitabisa.com/anjingkucingbali Tim APE Warrior adalah tim disaster relief yang telah bekerja sejak tahun 2010 untuk menangani bencana gunung Merapi di Yogya, gunung Kelud di Kediri, gunung Sinabung di Sumatera Utara. Tak hanya penanganan satwa pada bencana gunung berapi saja, tetapi juga gempa Bantul di Yogya, tanah longsor hingga banjir. APE Warrior dibantu orangufriends adalah tim tanggap bencana kebanggaan COP yang bergerak cepat dengan berkoordinasi dengan pihak terkait.

DICARI RELAWAN UNTUK CAMP LEJAK

Camp ini adalah camp yang telah kosong selama beberapa tahun. Camp yang dibangun dari program kerja Dinas Kehutanan/KPH dengan TNC ini sejak bulan Maret 2017 diperbaiki tim APE Guardian COP. Posisinya yang tepat di pinggir sungai Lejak ini pun kembali hidup dengan program monitoring dan patroli kawasan. Dalam seminggu ada 2-3 patroli kawasan untuk pengamanan kawasan sekaligus memantau pergerakan orangutan Oki dan menelisik potensi wisata.

Di camp Lejak inilah tim monitoring beristirahat malam hari. Camp Lejak dapat menampung 20 orang loh. Empat kamar dengan empat toilet serta satu dapur membuat camp lejak adalah tempat yang nyaman untuk disinggahi. Siapa nih yang tertarik untuk jadi relawan di sini?

COP memanggil orangufriends untuk menjadi relawan tim APE Guardian. Edukasi ke sekolah dan desa yang berbatasan dengan Hutan Lindung Sungai Lesan (HLSL), mitigasi konflik satwa liar, pemetaan potensi wisata alam dan budaya serta patroli pengamanan kawasan HLSL adalah tugas yang akan dikerjakan para relawan. Segera hubungi info@orangutanprotection.com ya.