UNYIL IS FASTER THAN UNTUNG

If this is a race to open young coconut on the island of orangutans, then Unyil orangutan would be the winner. For now, the orangutan island is inhabited by Unyil and Untung only. These two orangutans will be released next month.

Do you still remember Unyil’s background? The orangutan that is like human? Who was always fed with humanised diet? And his hair looked just like been straightened when he entered the Borneo COP orangutan rehabilitation center. The orangutan who was kept in a wooden cage and placed in the bathroom? The orangutan whose birthday was always celebrated every year? The orangutan who was even given a family last name? Yes Unyil, who was rescued from the toilet, will return to its habitat, next month.

While Untung, is an orangutan from a zoo with imperfect fingers. Little Untung who was a bit afraid to climb trees. Next month will be an opportunity to witness him truly wild and return to its habitat.
Coconut is the favourite fruit of both. Usually Unyil immediately grabs the coconut and within 10 minutes can enjoy its meat. Unyil is afraid that Untung would grab his coconut. That is why he could quickly open the coconut. “Unyil.. Unyil… you have to be even more fierce when you are in your habitat later, “Anen said with a smile. (EBO)

UNYIL LEBIH CEPAT DARIPADA UNTUNG
Jika ini sebuah perlombaan membuka kelapa di pulau orangutan, maka orangutan Unyil lah sebagai pemenangnya. Untuk saat ini, pulau orangutan dihuni oleh orangutan Unyil dan Untung saja. Kedua orangutan ini adalah orangutan yang akan dilepasliarkan pada bulan depan.

Masih ingat latar belakang Unyil? Orangutan yang diperlakukan seperti manusia ini? Makan selalu didulangi dengan menu seperti manusia? Rambutnya yang terlihat baru saja direbonding saat dia masuk pusat rehabilitasi orangutan COP Borneo. Orangutan yang hidup di kandang kayu dan diletakkan di dalam kamar mandi? Orangutan yang dirayakan setiap hari ulang tahunnya? Orangutan yang bahkan diberi nama belakang keluarga? Ya Unyil yang diselamatkan dari toilet ini akan kembali ke habitatnya, bulan depan.

Sementara Untung, adalah orangutan yang berada di kebun binatang dengan jari yang tidak sempurna. Untung kecil yang takut-takut memanjat pohon. Bulan depan akan menjadi sebuah kesempatan untuk menyaksikannya benar-benar liar dan kembali ke habitatnya.

Buah kelapa menjadi buah kesukaan keduanya. Biasanya Unyil langsung mendekap kelapa tersebut dan dalam waktu 10 menit sudah bisa menikmati isinya. Unyil pun takut buah kelapanya direbut Untung, itu sebabnya dia dapat dengan cepat membuka kelapa. “Unyil… Unyil… kamu harus lebih galak lagi ya kalau di habitatmu nanti.”, ujar Anen sambil tersenyum. (Anen_CB)

MARY AT THE FIRST DAY OF FOREST SCHOOL

This is a bright morning to start the forest school class. When the cage doors opened, little orangutans are lively out of the cage. Some are directly in the arms of the animal keeper, some are waiting below and there are those who can’t wait to pull the animal keeper’s hand and start walking into the forest.

Today is so special. Mary will be in the forest school class for the first time. Mary was immediately surrounded by other orangutans. Annie, Happi, Jojo, Owi, Bonti and Popi approached Mary. They sniffed and … examined Mary’s genital. It seems they are checking, Mary is female or male. “Geez!!!”
Annie pulled her hair, pressed and rolled Mary. Do you still remember when Annie first entered the forest school class? Annie got a hard hit? For Mary … every orangutan is busy checking lower part of her body.

The sun is right above the head, Mary climbs the tree through the hanging roots. She moves from one tree to another. Mary looks good at climbing and exploring. Maybe this ability, she got from her mother when they were together. “, Said Jhonny, coordinator of Borneo COP animal keeper. (EBO)

MARY DI HARI PERTAMA KELAS SEKOLAH HUTAN
Pagi ini cukup cerah memulai kelas sekolah hutan. Pintu-pintu kandang dibuka. Orangutan-orangutan kecil dengan lincah keluar dari kandang, ada yang langsung berada di gendongan animal keeper, ada yang menunggu di bawah dan ada yang tak sabar menarik tangan animal keeper dan mulai berjalan masuk ke hutan.

Hari ini menjadi begitu istimewa. Mary akan masuk kelas sekolah hutan untuk pertama kalinya. Mary langsung dikelilingi orangutan-orangutan lainnya. Annie, Happi, Jojo, Owi, Bonti dan Popi mendekati Mary. Mereka mengendus dan… memeriksa kemaluan Mary. Sepertinya mereka memeriksa, Mary betina atau jantan. “Ya ampun!!!”

Annie menarik rambutnya, menekan dan menggulingkan Mary. Masih ingat saat Annie pertama kali masuk kelas sekolah hutan? Annie mendapatkan pukulan keras? Kalau Mary… setiap orangutan sibuk memeriksa bagian bawah tubuhnya.

Matahari tepat di atas kepala, Mary memanjat pohon melalui akar-akar yang bergelantungan. Dia berpindah dari satu pohon ke pohon yang lain. Mary terlihat sudah pandai memanjat dan menjelajah. Mungkin kemampuan ini, ia dapatkan dari induknya sewaktu bersama.”, ujar Jhonny, kordinator animal keeper COP Borneo. (Jhonny_CB)

74 BULLETS: THIS IS A CRIME AGAINST ORANGUTAN!

This morning, Center for Orangutan Protection reported the case of orangutan that was injured with 74 rifle bullets to the Tipidter Bareskrim Police Directorate in Jakarta. “This is a serious crime, demanding the police immediately to thoroughly investigate the case and bring perpetrators before the law” said Hery Susanto, coordinator of the Anti Wildlife Crime COP.

The injured female orangutan was named Hope. Hope was forced to lose her child because of the very weak condition of the orangutan and malnutrition. While both of Hope’s eyes were blind due to air rifle bullets lodged in his eyes.

Based on Law Number 5 of 1990, Article 21 paragraph 2 point (a): “Every person is prohibited from arresting, injuring, killing, storing, possessing, maintaining, transporting and trading protected animals in a living condition.”. With this COP presents a criminal action report on the Sumatran Orangutan (Pongo abelii) that occurred in Bunga Tanjung village, Sultan Daulat District, Subulussalam, Aceh.

74 PELURU: INI KEJAHATAN TERHADAP ORANGUTAN
Pagi ini, Centre for Orangutan Protection melaporkan orangutan dalam kondisi terluka dengan 74 peluru senapan angin ke Direktorat Tipidter Bareskrim Polri, Jakarta. “Ini adalah kejahatan serius, mohon pihak kepolisian segera mengusut tuntas pelaku penembakan orangutan tersebut.”, ujar Hery Susanto, kordinator Anti Wildlife Crime COP.

Orangutan betina yang terluka tersebut diberi nama Hope. Hope terpaksa kehilangan anaknya karena kondisi anak orangutan tersebut yang sangat lemah dan mal nutrisi. Sementara kedua mata Hope buta akibat peluru senapan angin yang bersarang di kedua matanya.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990, pasal 21 ayat 2 poin (a): “Setiap orang dilarang untuk menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup.”. Dengan ini COP menyampaikan laporan tindak pidana pada Orangutan Sumatera (Pongo abelii) yang terjadi di desa Bunga Tanjung, Kecamatan Sultan Daulat, Subulussalam, Aceh.

COP juga menyampaikan siap untuk memberikan bantuan teknis dalam penyelidikan kasus ini.