KANDANG KARANTINA SIAP DIGUNAKAN

Akhirnya kandang karantina untuk kedua orangutan yang akan dilepasliarkan kembali selesai dibangun. Penambahan instalasi air untuk membersihkan kandang karantina dan kebutuhan air untuk orangutan juga sudah selesai dikerjakan.

Kondisi curah hujan yang cukup tinggi akhir-akhir ini membuat kondisi depan kandang karantina menjadi licin dan terjal. Tim memasang titian sederhana dan tangga dari kayu-kayu yang ada agar bisa digunakan untuk berpijak saat animal keeper membersihkan kandang ataupun saat dokter hewan mengontrol kondisi orangutan.

Sekat pembatas juga dicek kembali. Karena orangutan Nigel adalah orangutan jantan alpha yang sewaktu-waktu bisa menarik orangutan Oki. Untuk menghindari kecelakaan seperti itu, tim memastikan kondisi kandang.

Setelah cek, ricek dan triple cek. Kandang karantina siap menerima kedua orangutan kandidat “Year for Freedom”. Ikuti terus perjalanan rilis orangutan Nigel dan Oki. Berikan dukunganmu melalui http://www.orangutan.id/what-you-can-do/

MIMPI ANAK PUNK UNTUK ORANGUTAN

Dia adalah Inoy, staf COP Borneo. Inoy bukanlah orang baru di COP karena sejak 2010, dia adalah salah satu relawan awal yang ikut membesarkan APE Warrior di Yogyakarta. Edukasi, penanganan bencana, kampanye hingga penyelamatan orangutan yang dipelihara secara ilegal pernah dikerjakannya secara sukarela di APE Warrior. Inoy juga seorang musisi beraliran punk yang tergabung di band Miskin Porno. Komunitas punk telah membesarkan seorang Inoy dan mengenalkannya pada dunia perlindungan satwa liar.

Sejak Januari 2017, Inoy memulai karirnya menjadi animal keeper di pusat rehabilitasi orangutan yang dikelola Centre for Orangutan Protection di Kalimantan Timur. Enam bulan ini, membersihkan kandang, memberi makan dan sekolah hutan menjadi awal masa belajar bekerja di COP Borneo.

“Awal kecintaan saya untuk orangutan adalah ketika menjadi relawan COP. Saya bertemu teman-teman yang punya dedikasi tinggi untuk satwa liar.”, ujar Inoy. Kecintaan dia terhadap dunia perlindungan satwa merambah ke dunia musik yang dia cintai. Membuat lagu tentang lingkungan dan satwa liar serta kampanye perlindungan satwa liar, dia lakukan bersama bandnya saat tampil di panggung. Saat ini, dia meninggalkan segala kesenangannya, menuju hal yang lebih membahagiakan dirinya, terjun langsung menyelamatkan satwa liar.

Pusat rehabilitasi orangutan COP Borneo berada jauh dari keramaian. Sinyal telekomunikasi di dapat setelah bergeser sekitar 5 km. Update status di facebook dan media sosial lainnya sangat sulit. “Saya menikmati proses ini untuk belajar dan berguru termasuk dari masyarakat lokal di sekitar pusat rehabilitasi COP Borneo. Saya punya mimpi sederhana untuk membantu orangutan-orangutan di sini. Kelak, orangutan-orangutan di sini bisa pulang kembali ke hutan dengan kemampuan saya yang terbatas ini. Tapi saya optimis mimpi ini akan berjalan jika ada kerja keras dari saya dan tim di sini tentunya.”, semangat Inoy.

Kalau kamu? (NIK)

THE GREEDY BONTI

There is one baby orangutan at the COP Borneo orangutan rehabilitation center who eats the most and likes to take other orangutan food. He is Bonti. This information is not only according to orangutan nurses but also from veterinarians and COP Borneo manager who study orangutan behavior at the COP Borneo.

All fruits prepared by the animal keeper are always eaten until finished by Bonti. Additional food was soon consumed by him. “Bonti will soon finish the milk and … rob the rest of the milk belonging to the others”, said drh. Rian Winardi. “Even Pingpong, who is older than Bonti, also had to give up his milk to the greedy Bonti” added Rian.

Could it be that Bonti became the dominant orangutan later? “It’s too early to conclude that,” said Reza. “This is still an orangutan baby delinquency stage. Physical and behavioral development will continue to be monitored. This will be a note to move to a higher level.”

COP Borneo is an orangutan rehabilitation center established and run by the best Indonesian. Give your best support for the orangutan conservation and their habitat through Center for Orangutan Protection. (IND)

BONTI SI RAKUS
Ada satu bayi orangutan di pusat rehabilitasi orangutan COP Borneo yang paling banyak makan dan suka merebut makanan orangutan lainnya. Dia adalah Bonti. Informasi ini tak hanya menurut para perawat orangutan, tapi dari dokter hewan dan manajer COP Borneo yang mempelajari tingkah laku orangutan di COP Borneo.

Semua buah yang dipersiapkan animal keeper selalu dimakan sampai habis oleh Bonti. Makanan tambahan pun segera habis olehnya. “Bonti akan segera menghabiskan susunya dan… merampok jatah susu milik yang lainnya.”, ujar drh. Rian Winardi. “Bahkan Pingpong yang berumur lebih tua darinya, juga dirampas susu jatahnya.”, tambah Rian.

Mungkinkah Bonti menjadi orangutan dominan nantinya? “Masih terlalu dini menyimpulkan itu.”, ujar Reza. Ini masih tahap kenakalan bayi orangutan. Perkembangan fisik dan tingkah laku akan terus dipantau. Ini akan menjadi catatan untuk pindah ketingkat yang lebih tinggi lagi.

COP Borneo adalah pusat rehabilitasi orangutan yang didirikan dan dijalankan oleh putra putri terbaik Indonesia. Berikan dukungan terbaikmu untuk kelestarian orangutan dan habitatnya lewat Centre for Orangutan Protection.