CATATAN APE CRUSADER DI TAHUN 2017

APE Crusader, adalah tim gerak cepat COP yang pertama kali hadir di tahun 2007. Tepat di usianya yang 10 tahun, tim ini menerima 21 laporan konflik satwa liar versus manusia di Kalimantan Tengah, termasuk kepemilikan illegal. APE Crusader adalah tim yang selalu menyapu bersih informasi yang sampai padanya, termasuk di tahun 2017 ini. 100% laporan tersebut ditindaklanjuti.

Dari laporan-laporan tersebut, ada 16 satwa liar yang diselamatkan. 9 diantaranya adalah orangutan yang merupakan ikon satwa kebanggaan Indonesia yang berhasil diselamatkan dari kepemilikan ilegal. 25% diantaranya merupakan korban dari pembabatan hutan untuk membuka perkebunan kelapa sawit.

Ada 2 kasus penegakkan hukum yang dipantau, yakni perdagangan anak burung elang dan pembunuhan orangutan di kawasan konsesi Genting Plantation Berhard. Untuk kasus perdagangan, ini adalah kasus pertama kalinya APE Crusader sampai pada proses tersangka tertangkap tangan. “Tersangka masih di bawah umur dan baru pertama kali mencoba bisnis ilegal ini yang mengantarkan pada upaya diversi, yaitu pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses pidana ke proses di luar peradilan pidana menjadi penyelesaian kasus ini.”, ujar Faruq, kapten APE Crusader.

COP juga mengorganisir kampanye untuk mendorong RSPO bertindak sesuai dengan kapasitasnya. RSPO berjanji meningkatkan kasus menjadi komplain meskipun tanpa komplain resmi dari COP. Ada dua orang pekerja PT. Susantri dipenjara selama 1,5 tahun. APE Crusader akan tetap menjadi tim gerak cepat COP yang berada di garis terdepan menyelamatkan orangutan dan habitatnya. (BAK)

BONTI MEMBUAT SARANG PERTAMANYA

Lama ya ngak ada kabar tentang orangutan Bonti. Si bayi yang selalu mengikuti Owi ini ternyata seorang yang pendiam. Orangutan pun seperti kita? Ada yang sukanya ngomong aja, ini pastinya selalu rame kalau ada acara tapi ada juga yang pendiam, sukanya duduk di pojok ruangan sambil mengamati sekeliling. Terus, kalau bayi Bonti bagaimana?

“Bonti menurut saya pribadi adalah orangutan yang pendiam di sekolah hutan. Bonti memang sangat dekat dengan Owi. Tapi Bonti tidak terlalu nakal seperti Owi. Bonti memang masih follower sejatinya Owi, yang selalu mengikuti Owi kemanapun dia pergi. Tapi… ketika Bonti jauh dari Owi, Bonti akan bermain dengan Happi.”, kata Wety Rupiana, sambil terus mengamati Bonti di sekolah hutan.

Ternyata, Bonti pun bisa belajar dari Happi saat bermain dengannya. Si pendiam ini ternyata belajar diam-diam dari siapa saja. Happi yang pintar membuat sarang dan sukanya menjelajah pohon yang tinggi untuk menemukan makanan telah mengajarkan Bonti untuk membuat sarang. “Beberapa hari yang lalu, Bonti terlihat membuat sarang di atas ketinggian 20 meter! Luar biasa ya.”, cerita Wety senang.

“Ini adalah perkembangan yang sangat bagus Bonti!”. Tahun 2017 ini ditutup Bonti dengan perkembangan yang sangat menggembirakan. Setahap demi setahap, bayi-bayi orangutan di COP Borneo menunjukkan perkembangannya. “Harapan itu akan terus ada. Bantu kami ya!”, ajak Reza Kurniawan, manajer COP Borneo. (WET)

A NEW HAMMOCK FOR MEMO

Tempat tidur gantung (hammock) yang terbuat dari selang pemadam kebakaran ini adalah tempat tidur Memo selama di kandang. Ketiga animal keeper COP Borneo harus lebih sering lagi memperbaiki hammock tersebut bahkan menggantinya dengan yang baru. Hammock buatan kami hanya bertahan hitungan minggu bahkan hari… “Memo dengan kekuatannya dengan mudah menghancurkannya, padahal kami memasangnya sampai berkeringat.”, ujar Anen sambil memasang hammock.

Dua setengah tahun sudah kami mengenal Memo di pusat rehabilitasi orangutan COP Borneo. Orangutan betina ini terpaksa berada di kandang karantina tanpa ada kemungkinan dilepasliarkan kembali ke hutan. Memo menderita hepatitis B.

“Gulungan bekas selang pemadam kebakaran ini adalah bantuan dari Damkar Berau pertengahan tahun ini. Disulap sebentar ya… untuk tempat tidurnya Memo yang rusak.”, ujar Jevri. Membuatkan hammock, memberikan enrichment, mengajaknya berkomunikasi hanyalah sedikit usaha kami untuk menghiburnya. “Setidaknya, Memo sudah menjalankan diet makanan. Dulu waktu Memo dipelihara orang, Memo makan semua makanan manusia. Kami berharap Memo mendapatkan yang terbaik.”, ujar Reza Kurniawan, manajer COP Borneo.

Kamu bisa bantu Memo dengan menjadi pengadopsinya melalui tautan http://www.orangutan.id/adopt/#3 Jadikan Desember ini lebih berarti dengan mengadopsi Memo. (WET)