PERUBAHAN SISTEM KERJA APE CRUSADER

Tim APE Crusader adalah tim pertama Centre for Orangutan Protection yang bekerja di garis depan untuk melindungi orangutan dan habitatnya. Keberadaan tim ini telah menyelamatkan ratusan orangutan dan menuntut keadilan untuk orangutan-orangutan tersebut. Sebut saja kasus orangutan yang mati dengan 130 peluru senapan angin yang mengantarkan empat orang pelaku pada vonis tujuh bulan dan denda Rp 50.000.000,00 subsider dua bulan kurungan. 

Awal Februari ini, tim APE Crusader mulai menempati area yang memiliki potensi konflik orangutan. Kecamatan Kelay adalah salah satunya yang selama tiga bulan terakhir ini memiliki konflik orangutan tertinggi, mulai dari orangutan masuk ke pemukiman hingga melintas di jalan raya.

Mitigasi konflik orangutan kali ini adalah upaya memetakan area-area yang memiliki potensi sebagai lokasi yang menghubungkan antar habitat yang terputus oleh jalan raya. Hal ini mengingat sekitar Jalan Poros Kelay menjadi habitat penting bagi orangutan tersisa dan terdesak untuk melintas jalan yang cukup ramai dilalui kendaraan besar.

“Terimakasih atas bantuan masyarakat sekitar yang bersedia melaporkan kehadiran orangutan di sekitar mereka tanpa melukai orangutan tersebut”, ungkap Arief Hadiwijaya, kapten APE Crusader.  Kesadaran masyarakat untuk merelakan buah rambutan bahkan duriannya ketika orangutan berkeliaran di sekitar ladang mereka cukup membuat haru tim. “Mungkin buah di hutan sedang tidak berbuah, makanya mereka masuk ladang. Bagi-bagi sedikit lah”, ujar Bu Rina, salah satu penduduk Kampung Sidobangen. (RIF)

ORANGUFRIENDS SCHOOL VISIT DI SDN 14 TANAH TINGGI PADANG

Rindunya Orangufriends beraktivitas seperti sebelum pandemi akhirnya berakhir. Orangufriends Padang mengunjungi SDN 14 Jati Tanah Tinggi kota Padang pada 15 Januari 2022. “Setelah dua tahun tak pernah School Visit, kesempatan untuk berbagi dengan adik-adik kecil ini jadi pengobat rindu. Bahkan sempat grogi karena sudah lama tak berbicara di depan umum, walaupun di depan anak-anak”, ujar Novi Rovika, Orangufriends Padang.

Sampah sudah menjadi masalah di sekitar kita. Orangufriends Padang kali ini mengajak anak-anak SDN 14 untuk mengenal pengelolaan sampah hingga bagaimana memanfaatkannya agar menjadi benda-benda dengan nilai ekonomis. Perubahan iklim saat ini terasa makin ekstrim dan tak banyak yang menyadarinya sekalipun menjadi bagian dari pelajaran anak-anak SD ini.

Centre for Orangutan Protection banyak terbantu dengan kehadiran Orangufriends yaitu kelompok relawan orangutan yang tersebar di berbagai tempat. Orangufriends biasanya beraktivitas sesuai dengan kemampuan dan keahlian mereka. Tak jarang mereka juga membuat acara penggalangan dana untuk pusat rehabilitasi orangutan yang dikelolah COP di Berau, Kalimantan Timur. “Semoga edukasi ke sekolah-sekolah tidak terputus lagi, tetap patuhi protokol kesehatan ya dan tetap beraktivitas untuk lingkungan kita”, pesan Novi lagi. (MEY)

BUKU SAKU HARIMAU DAN PAMERAN FOTO DI PADANG

Centre for Orangutan Protection mendukung acara peluncuran buku saku berjudul Hiduik Badakekan Jo Inyiak Balang. Sebuah buku konflik harimau dengan manusia dengan pesan mendalam bahwa permasalahan tersebut adalah tanggung jawab bersama, tidak hanya masyarakat yang tinggal di sekitar habitatnya.

Balai KSDA Sumatra Barat pada 13 Januari 2022 yang lalu merangkul semua elemen masyarakat yang peduli pada konservasi harimau dalam acara Talkshow, Pameran Foto dan Launching Buku Mitigasi Konflik Manusia di Hotel Grand Zurri Padang. Ini adalah salah satu gerakan awal kegiatan Nagari Ramah Harimau. Acara yang dihadiri Dirjen KSDAE dan Wakil Gubernur Sumbar ini semakin memperkuat bahwa konservasi harimau menjadi perhatian dan kerja bersama kita semua.

COP protect the orangutan and beyond. Begitulah akhirnya Centre for Orangutan Protection secara terbuka tidak hanya mengerjakan konservasi orangutan tetapi sekitar orangutan pun juga menjadi fokus kerja COP. Selama lima belas tahun COP bekerja di konservasi orangutan, ternyata sulit sekali untuk memalingkan wajah dari spesies lainnya. Mulai dari perdagangan, penyelamatan bahkan pelepasliaran, selain orangutan pun pada kenyataannya dibantu COP. “Bangga menjadi bagian kecil COP. Saya, Novi Rovika, relawan orangutan atau Orangufriends Padang senang sekali bisa berkegiatan bersama”, ujar Novi yang merupakan ibu dari tiga anak yang masih meluangkan waktu untuk konservasi Indonesia. (MEY)