HUJAN BUKANLAH PENGHALANG SCHOOL VISIT DI SMP MUHAMMADIYAH 51 SIDIKALANG

Hujan deras mengguyur kota Sidikalang sejak pagi buta. Udara pun terasa dingin menusuk tulang. Namun itu bukan halangan bagi tim APE Sentinel dan BBKSDA Sumut SKW 1 Sidikalang untuk menuju SMP Muhammadiyah 51 Sidikalang. Benar saja, ruang kelas telah disulap menjadi aula sederhana dengan 75 siswa dari kelas 7, 8, dan 9 yang telah tertata rapi. Awalnya memang masih canggung, apalagi suara air hujan di atap seng cukup mendominasi.

Bukhori dari tim APE Sentinel COP (Centre for Orangutan Protection) dengan senyum hangat maju ke depan dan menyapa, “Selamat pagi semuanya!”. “Pagi, Kak!”, balas beberapa siswa dengan suara kecil. “Wah, ini kok seperti suara hujan ya? Kita harus lebih semangat! Yuk, kita mulai dengan tepuk semangat! Ikuti saya , ya.”. “Tepuk semangat!”, serunya sambil bertepuk tangan dengan ritme unik. Para siswa, meski sedikit ragu awalnya, perlahan mengikuti. Suara tawa mulai terdengar ketika beberapa siswa salah mengikuti gerakan.

Setelah suasa mencair, Hafsah, anggota tim SKW 1 Sidikalang mulai menyisipkan tebak-tebakan. “Siapa yang tahu, orangutan tinggal dimana?”, tanyanya. “Di hutan”, jawab salah satu siswa. “Betul. Tapi bukan sembarang hutan ya. Orangutan Sumatera tinggal di hutan tropis seperti di SUaka Margasatwa Siranggas”, jelas Hafsah sambil menunjukkan peta. Diskusi semakin hidup ketika pertanyaan tebak-tebakan lainnya diberikan untuk mengasah pemahaman siswa dalam mendengarkan penyampaian.

Sampai pada permainan “Pemburu dan Penebang” dimulai, para siswa pun semakin terpacu adrenalinnya, berlarian di dalam aula. “Ayo, ayo, lindungi pohonmu!”, seru Reza memprovokasi siswa yang terlalu fokus pada pemburu. Ini adalah permainan yang menunjukkan bahwa perburuan liar dan penebangan hutan merusak rumah satwa seperti orangutan. Kalau kita tidak menjaga hutan, satwa-satwa itu tidak akan punya tempat tinggal lagi.

Hampir dua jam waktu berlalu. Simbol kolaborasi sekolahan dalam mendukung konservasi orangutan pun telah dibubuhkan. Senyum bersama dalam satu frame pun telah diabadikan. Semoga semangat tadi akan terus menyala. Tim pun melanjutkan kunjungan ke sekolah lainnya, masih di kota Sidikalang, Sumatera Utara. (DIM)

MEMBANGUN KESADARAN KONSERVASI DI SMPN 2 KERAJAAN

Pagi itu suasana ruang Laboratorium Komputer SMP Negeri 2 Kerajaan begitu riuh. Sebanyak 50 siswa dari kelas 7, 8, dan 9 tampak penuh semangat meski baru saja selesai ujian tengah semester. Tim APE Sentinel dan SKW 1 Sidikalang tiba dengan senyum ramah, membawa energi baru yang langsung disambut hangat oleh para siswa. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menyadarkan masyarakat sekitar lokasi pembangunan sekolah hutan yang sedang dikerjakan Centre for Orangutan Protection (COP).

“Apa makanan favorit orangutan?”, tanya Reza dari tim APE Sentinel COP. “Buah-buahan!”, seru siswa serempak. “Benar! Tapi ada lagi yang mereka makan loh. Seperti daun dan kulit pohon”, jelas Reza sambil menunjukkan gambar orangutan di habitat aslinya. SMP yang letaknya sangat dekat dengan rumah orangutan yaitu Suaka Margasatwa Siranggas ini pun menjadi riuh dengan permainan tebak-tebakkan yang nyaris tidak bisa dihentikan. Keseruan memuncak saat permainan “Pemburu dan Penebang” dimulai. Ada siswa yang berperan sebagai pemburu, penebang pohon, dan satwa yang dengan semangat menjaga hutan mereka. Para siswa berlarian dan bercanda gurau sambil menghindari “pemburu” dan menjaga temannya yang berperan sebagai “orangutan”.

Sebagai penutup, para siswa memberikan cap di atas selembar kertas putih besar sebagai tanda dukungan mereka terhadap konservasi orangutan. Harapan besar pada siswa SMPN 2 Kerajaan menjadi bagian generasi muda yang peduli dan berperan aktif dalam pelestarian lingkungan pun disampaikan. Akhirnya tim pamit, “Sampai Jumpa!”. (DIM)

BELAJAR DAN BERMAIN BERSAMA DI SDN 030432 RAHIB

Rabu pagi yang cerah di SD Negeri 030432 Rahib, suasana ceria terasa di halaman sekolah. Sebanyak 34 siswa, didampingi lima guru, berkumpul untuk mengikuti kegiatan spesial bersama tim APE Sentinel dan SKW 1 Sidikalang. Tim memulai kegiatan dengan tepuk semangat, dimana siswa mengikuti irama sambil berteriak menyahuti ajakan tepuk semangat. Suasana semakin hangat ketika Hafsah dari SKW 1 Sidikalang mulai bercerita tentang orangutan, satwa ikonik Sumatra yang membutuhkan perlindungan. Ada tips yang diberikan bagaimana bersikap jika bertemu satwa liar di alam, terutama orangutan.

Keseruan semakin terasa saat permainan kartu “Eat and Run, Ecosystem” dimulai. Siswa diajak memahami bagaimana satwa liar memenuhi kebutuhan makanannya di alam sambil menjaga keseimbangan ekosistem. Permainan ini tidak hanya mendidik tetapi juga memicu imajinasi siswa tentang kehidupan satwa liar. Di tengah permainan, senyum lebar terlihat di wajah mereka saat berhasil memahami konsep pentingnya menjaga keberlanjutan hutan sebagai rumah bagi satwa liar.

Di akhir kegiatan, para siswa dan guru membubuhkan cap tangan mereka di atas kertas besar sebagai simbol dukungan untuk konservasi Orangutan. Tawa ceria pun masih terdengar ketika tim melangkahkan kaki keluar sekolah. Desa kecil ini dengan sekolah dan warganya akan menjadi contoh nyata konservasi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari mereka. (DIM)