SEGELAS SUSU UNTUK AMAN, KENYANG!

Jumlah makanan yang diberikan untuk orangutan di Pusat Rehabilitasi Orangutan COP Borneo adalah sepuluh persen dari berat badannya. Tidak terkecuali untuk Aman, orangutan yang baru sebulan berada di COP Borneo. Aman mendapat jatah makan 1 kg dalam sekali makan. 

Sore kemarin, kami mencoba memberi buah naga… pisang… tomat… jeruk sebagai pilihan menu makanannya. Buah-buahan ditaruh di keranjang makanannya. Namun Aman hanya diam. Dia tidak tertarik sama sekali. Sebaliknya, pandangannya tertuju pada gelas hijau yang berisi susu.

Isi gelas hijau ini yang selalu dinantikan Aman setiap pagi dan sore. Bukan buah-buahan. “Kami selalu mencatat buah apa saja yang diberikan. Sebelum membersihkan kandang di pagi hari, kami juga selalu menemukan ada buah yang tidak tersentuh. Kadang tetap di keranjang buah tanpa tersentuh, kadang buah utuh sudah berada di lantai dan kadang tersimpan di hammock tanpa bekas gigitan. Aman cukup dengan minum susu satu gelas, kenyang dan tertidur. (WET)

LIMA BURUNG AKAN SEGERA KEMBALI KE ALAM

Pandemi COVID-19 tak menghentikan kembalinya lima satwa liar jenis burung ke habitat aslinya. Centre for Orangutan Protection kembali membantu Balai Konservasi Sumber Daya Alam Yogyakarta (BKSDA Yogya) untuk melepasliarkan lima aves hasil rehabilitasi Taman Satwa Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta (YKAY) yang endemik ke Jawa Timur. 

Kelima satwa liar jenis aves tersebut adalah satu Elang Bido (Spilornis cheela), satu Elang Brontok fase gelap (Nisaetus cirratus), satu Elang Laut Perut Putih (Haliaestus leucogaster) dan Merak Hijau (Pavo muticus) sebanyak dua individu. Setelah melalui tes kesehatan, kelima satwa tersebut sehat sehingga layak untuk dirilis.

Peter, begitu nama Elang Brontok Fase Gelap yang merupakan sitaan Polres Muntilan, Yogyakarta tahun 2013 yang lalu. “Tidak hanya Peter, tapi ada Ujang, Remil, Blue dan Tosca yang merupakan penyerahan masyarakat Yogyakarta yang akan dilepasliarkan ke Taman Nasional di Jawa Timur. Pelepasliaran bukanlah proses yang murah. Satwa harus melalui serangkaian rehabilitasi dan pemeriksaan kesehatan. Selain itu juga melibatkan lintas lembaga. Perjalanan dari Yogyakarta ke Jawa Timur sendiri juga memakan waktu. Memelihara satwa liar yang dilindungi Undang-Undang itu melawan hukum. Jangan pelihara satwa liar. Karena satwa liar punya peran sendiri di alam.”, kata Hery Susanto, kordinator Anti Wildlife Crime Centre for Orangutan Protection. 

Kami menganggil orangufriends untuk terlibat dalam pengembalian kelima satwa liar ini. Bisa melalui kitabisa.com atau hubungi email kami info@orangutanprotection.com

PISANG DAN PEPAYA MASIH MENDOMINASI PAKAN ORANGUTAN WRC

Bagaimana kabar orangutan di Wildlife Rescue Center Yogya? Masih sama seperti kemarin, ketujuh orangutan menjalani kehidupannya di balik jeruji besi. Enam orangutan dewasa yang terlihat diam dan kalem tanpa kita ketahui apa yang ada dipikirannya. Sementara Mungil, si orangutan kecil berusia enam tahun terlihat aktif selayaknya anak kecil yang punya energi luar biasa. Seperti anak kecil pada manusia, rasa penasarannya cukup tinggi. Ia selalu meniru apa yang dilakukan induknya, Ucokwati.

“Hari ini, kami mengirim sawi 10 kg, pepaya 25 kg, nanas 20 kg, jagung 15 kg. Kacang tanah 10 kg, semangka 22 kg dan lagi-lagi pisang 25 kg. Vitamin seperti Sakatonik ABC dua botol dan madu 650 ml serta Biolysin syrup sesuai permintaan WRC. Alkohol 2 botol untuk kebutuhan medis turut diantar. Kali ini orangufriends mulai aktif seiring himbauan new normal, mari beraktivitas dengan memperhatikan protokol kesehatan.”, ujar Liany D. Suwito sambil mendata kiriman.

Orangufriends adalah kelompok relawan orangutan. Selama pandemi COVID-19, para relawan banyak yang memilih untuk isolasi mandiri dan memilih di rumah saja. Kegiatan kampus juga beralih ke daring. Namun empat bulan berada di kost-kostan bukanlah hal yang mudah. Ketika mengetahui COP mengirim pakan orangutan dua kali dalam seminggu, mereka mulai berdatangan ke camp APE Warrior Yogyakarta. “Centre for Orangutan Protection bangga dengan para relawannya. Mereka dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan dan bergantian membantu pengiriman pakan. Tentu saja mulai dari berbelanja hingga sampai di tempat tujuan.”, tambah Liany lagi.