APA YANG MEMBUAT AMAN MEMANJAT?

Tanah adalah tempat favorit bagi Aman. Bukan tidak bisa memanjat, mungkin aja Aman lebih suka bermain dan mencari makan di bawah. Mungkin juga karena kelainan di tulang paha Aman sehingga dia tidak bisa banyak bergerak naik ke pohon. Jawab keeper saat aku bertanya mengenai kondisi orangutan bernama Aman.
Seiring berjalannya waktu, aku mengamati perilaku Aman selama sekolah hutan. Apa yang membuat Aman manjat? Suara-suara yang nyaring seperti dahan patah. Bukan cuma Aman, orangutan lain juga langsung memanjat kalau kaget mendengar suara nyaring. Terus selain itu apa?
Suatu saat, aku mulai menyadari saat sekolah hutan hampir selesai, Aman selalu manjat ke pohon atau liana. “Loh Aman bisa memanjat juga”, tanya ku pada keeper. “Iya, dia biasanya manjat kalau sekolah hutan hampir selesai”, jawab salah satu keeper. Aku tidak bertanya sebabnya. Sampai suatu hari, ada keeper yang bertanggung jawab membawa Aman ke sekolah hutan. Namanya Lio. Saat sekolah hutan selesai, kami bersiap-siap untuk pulang ke kandang. Semua keeper sibuk memanggil nama orangutannya untuk pulang, kecuali Lio. Lio hanya menatap Aman dari bawah dan Aman pun menatap Lio dengan suara jeritannya. “Naik, naik, naik”, kurang lebih begitulah Aman bersuara.
“Tolong turunan Aman dulu”, kata Lio.
Aku mendekat dan mencoba untuk menolong turunan Aman. “Aman, Aman, pulang yuk. Nih ada pisang”. Aman tidak peduli dan bahkan manjat lebih tinggi. Mungkin Aman takut sama Lio atau keeper laki-laki. “Lio coba sembunyi jangan di sini”, Lio langsung menjauh dan bersembunyi.
Aku coba pancing lagi pakai pisang. “Aman sini turun, sudah gak ada Lio”. Aman masih waspada dari atas tapi perlahan mulai turun ke tanah. Setelah aku tangkap tangan Aman, Lio langsung mendekat untuk membawa Aman pulang, tentunya dengan jeritan kecil Aman. “Naik, naik, naik”, sambil jalan pulang. (TIN)

Comments

comments

You may also like