JAINUL TERPAKSA MENIKMATI SUSU FORMULA

Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan terbaik untuk bayi. Sayangnya, orangutan bernama Jainul ini harus kehilangan induknya sejak setahun yang lalu. Jainul dipelihara warga Kutai Timur, Kaltim. Kini Jainul berada di Bornean Orangutan Rescue Alliance, Berau, Kalimantan Timur. Pusat Rehabilitasi Orangutan ini sudah berjalan selama enam tahun lebih. Saat ini ada 24 orangutan yang berada di BORA.

Ada 17 orangutan yang setiap harinya, dua kali sehari minum susu. Kedelapan belas orangutan tersebut adalah anak-anak orangutan yang tak cukup beruntung. Induk orangutan bukan lah induk yang akan dengan sukarela menyerahkan bayinya pada manusia. Induk orangutan adalah induk yang akan dengan gigih mempertahankan anaknya. Orangutan kecil yang tiba di pusat rehabilitasi, dapat dipastikan kehilangan induknya, dan kemungkinan besar induknya mati.

Apakah hal ini akan terus berlangsung? Orangutan bukan hama. Jika kamu melihat orangutan di alam, biarkan saja. Jangan diberi makan apalagi diburu. Kenapa jangan diberi makan? Orangutan punya lebih dari 600 jenis tumbuhan yang merupakan pakan di habitatnya. Dari beragam makanannya ini, dia menjadi agen penyebaran sebagian biji-bijian tersebut yang bisa memperkaya hutan tersebut. Jangan diburu, orangutan tidak akan menganggu, dia hanya berusaha bertahan hidup.

Untuk kamu yang ingin membantu orangutan di pusat rehabilitasi, bisa menyalurkan donasi lewat kitabisa.com Kami akan dengan senang menerimanya. Untuk dua gelas susu setiap harinya, itu sangat berarti.

RAMBUT AMBON DIHIASI SISA KEDONDONG

Ambon merupakan individu orangutan tertua dan terbesar di pusat rehabilitasi orangutan Bornean Orangutan Rescue Alliance (BORA). Individu jantan dengan usia 27 tahun ini memiliki berat badan kurang lebih 120 kg. Ia pun memiliki rambut yang lebat. Saking lebatnya beragam sisa makanan sering tersangkut di rambutnya.

Setiap harinya Ambon diberi pakan berupa beraneka ragam jenis buah, sayur dan umbi-umbian. Pakan harian Ambon dan orangutan lainnya di BORA umumnya terdiri dari pepaya, nanas, pisang, jeruk, sirsak, salak, tomat, kedondong, bengkuang, ubi, kacang panjang, jagung, serta pakan tambahan lainnya. Namun sisa pakan yang paling sering tersangkut di rambut-rambut Ambon adalah sisa biji kedondong. Permukaan biji kedondong yang banyak mengandung serat membuatnya mudah tersangkut di antara rambut Ambon yang lebat. Walaupun begitu, nampaknya Ambon tidak peduli dengan biji-biji kedondong yang tersangkut di rambutnya. (RAF)

ANTAK SENANG BERAYUN-AYUN

Orangutan berusia 16 tahun bernama Antak sangat senang berayun-ayun. Ia merupakan orangutan jantan yang sedang menempati kandang karantina di pusat rehabilitasi orangutan Bornean Orangutan Rescue Alliance (BORA), Berau, Kalimantan Timur. Orangutan dengan berat badan kurang lebih 36 kg ini sering terlihat pendiam dan duduk tenang di bawah menunggu pakan saat jadwal pemberian pakan oleh perawat satwa. Namun saat perawat satwa telah meninggalkan area kandang karantina, Antak terlihat lebih aktif bermain sendiri dengan berayun-ayun pada jeruji bagian atas kandangnya.

Antak dapat mengayun-ayunkan dirinya dengan 1 lengan secara bergantian kiri dan kanan ataupun dengan dua lengan sekaligus. Ia dapat berayun-ayun selama lebih dari 5 menit secara terus-menerus sebelum akhirnya istirahat sejenak dan kembali berayun-ayun setelahnya. Ia terlihat lebih sering berayun-ayun dibandingkan dengan 3 individu orangutan penghuni kandang karantina lainnya. Mungkin berayun-ayun adalah hobi Antak.

Saat ini ia merupakan salah satu kandidat calon penghuni pulau pra pelepasliaran yaitu satu tahap terakhir sebelum pelepasliaran orangutan setelah menjalani rehabilitasi. Semoga proses rehabilitasi Antak berjalan dengan lancar, sehingga ia dapat segera berayun-ayun dalam lebatnya kanopi hutan Kalimantan. (RAF)