EYES OF ORANGUTAN BABY

Don’t look at them in the eyes, or you’ll guarantee to fall in love. The eyes of Orangutan babies are known to be the magnet that steal our hearts in an instance. Its cute little body would make you want to cuddle and keep them like your own child, but be aware that Orangutans grow, and they grow real fast. Their physical strength will multiplied, their natural wild behaviors will emerge, you will be forced to keep them in cages and imprisoned them eventually. They will suffer, you will suffer. Please don’t let this happened. Orangutans are not toys or pets, they belong in the wild.

Popi was a newly born when COP rescued her. She lost her mother to the poacher who wanted to sell her as a pet in the illegal wildlife market, there are many people who’d be willing to pay lots of money to the poacher for baby Orangutans. Please don’t be these people. For the past 17 months, Popi had been living in our rescue center, going through our rehabilitation program, we are teaching her on how to be an Orangutan and will do our hardest to someday successfully return Popi back where she belongs; into the wild. Please support our works for Popi and other Orangutans who are in desperate need of our help. Help us in reaching our goal and together, bring them back into the forest; the real Orangutans home. Adpot Popi link
https://www.orangutan.org.au/adoption/adopt/popi/?referrer_source=COP

Jangan tatap matanya… atau kamu akan jatuh cinta!
Mata bayi orangutan memang seperti magnet yang akan membuat kita jatuh hati padanya. Tubuh mungilnya akan membuatmu ingin memeluk dan memeliharanya. TAPI… itu hanya sesaat. Bayi-bayi orangutan akan tubuh dengan cepat dan kamu tidak akan bisa membendung sifat alami liarnya. Kekuatannya pun akan terus bertambah seiring usianya.
Dan orangutan pun terpaksa menderita di balik kandang besi dinginmu!

Popi… bayi orangutan yang baru saja lepas tali pusarnya saat diselamatkan COP. Harus kehilangan induknya karena keinginan manusia memeliharanya. Selama tujuh belas bulan ini, Pusat Rehabilitasi Orangutan COP Borneo merawatnya. Popi tumbuh menjadi bayi orangutan lainnya. Bantu kami merawat Popi dan memberikan kesempatan keduanya untuk kembali ke alam lewat https://kitabisa.com/orangindo4orangutan

WILDTRIP KE TAMAN NASIONAL GUNUNG HALIMUN SALAK

Wildtrip adalah salah satu kegiatan Orangufriends. Ini adalah saatnya untuk mengakrabkan diri, saling mengenal dan biasanya akan muncul ide-ide luar biasa untuk mendukung pekerjaan Centre for Orangutan Protection. Kali ini, Orangufriends Jakarta ke Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Sebelas jam perjalanan dan disambut dengan pemandangan yang luar biasa, tentu saja udara yang segar. Lepas dari rutinitas pekerjaan di Jakarta. Kekayaan flora maupun fauna yang tiada habisnya. Anggrek hutan, kantong semar, suplir hingga surili, macan tutul, musang, ajag, muncak, trenggiling dan suara merdu owa jawa. O iya… tanggal 15 Februari setiap tahunnya diperingati sebagai hari Trenggiling Sedunia loh. Jadi ingat kasus puluhan bangkai trenggiling tanpa sisik di Sampit, Kalimantan Tengah yang pernah diceritakan APE Crusader, hingga kini kasus Juni 2016 itu pun menguap tanpa diketahui siapa pelaku pembuang satwa dilindungi undang-undang ini.

Tidak usah bingung akan menginap dimana. Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak memiliki penginapan yaitu Cikaniki Research Centre. Setelah istirahat sesaat dan makan siang kami langsung menuju Canopy Trail dan Curug Macan. “Jauh-jauh ke sini ya untuk menikmati setiap menit yang berjalan. Sensasi berada di ketinggian 25 meter, melewati jembatan sepanjang 100 meter dan sapuan angin dingin… kamu harus nyobain. Atau berendam di bawah curug Macan… bikin kamu segar loh. Bahkan tadi sempat berjumpa dengan Surili, primata unik endemik pulau Jawa yang terancam punah menurut International Union for Conservation of nature (IUCN) dan si Elang yang sedang terbang mengintai mangsanya.”, cerita Lupita dengan serunya.

Wildtrip bareng orangufriends, ngak akan kebayang serunya loh. Kamu harus ikut Wildtrip Orangufriends selanjutnya ya. Trus berbagi cerita. “Kalau ngak ikut orangufriends… ya ngak bisa ikutan.”, tambah Lupita lagi. (Lupita_Orangufriends)

COP SCHOOL ALUMNI NETWORKS

Centre for Orangutan Protection atau COP sering sekali disangka sebagai organisasi yang berasal dari luar negeri. Dalam bahasa Indoensianya Pusat Perlindungan Orangutan, namun karena alasan pengucapan yang agak aneh saat disinkat maka, versi bahasa Inggris lah yang digunakan. COP adalah organisasi satu-satunya yang didirikan oleh putra putri Indonesia.

Hardi Baktiantoro, salah satu pendiri COP sering mendapatkan pertanyaan, Siapa di belakang COP?, Jendral siapa?, mantan menteri atau pejabat siapa?”.

COP itu organiasinya rakyat biasa. Sebagian besar anak-anak muda yang peduli. Bukan orang-orang tua bangkotan oportunis, yang mana mereka jadi pembina organisasi konservasi sekaligus komisaris di perusahaan perusak hutan, yang penting dibayar atau dikasih bagian saham dari perusahaan tersebut.

Dan mungkin, COP adalah satu-satunya organisasi yang memiliki cetak biru yang jelas untuk melatih para aktivis muda dan melakukan regenerasi. Setidaknya sudah 7 tahun terakhir ini menyelenggarakan COP School tanpa jeda. Hasilnya bisa ditebak.

Para pendiri COP pasti tumbuh semakin tua dan lalu mati. Tetapi COP secara organisasi akan tetap muda dan menguatkan Indonesia. Jika kamu mau bergabung, mesti ikut COP School Batch 8. Masa pendaftaran tinggal 15 hari lagi. Email kami di copschool@orangutan.id