MENJADI KONSERVASIONIS SEJATI BERSAMA PROF. SATYAWAN PUDYATMOKO DI COP SCHOOL

Suasana ruang belajar COP School Batch 16 terasa berbeda ketika Prof. DR. Satyawan Pudyatmoka, S.Hut., M.Agr.Sc., Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), hadir untuk berbagi pengalaman bersama puluhan peserta. Kehadiran beliau menjadi salah satu omen yang paling dinantikan, karena para peserta tidak hanya mendapatkan materi tentang konservasi alam, tetapi juga kesempatan berdiskusi langsung dengan sosok yang telah puluhan tahun berkecimpung di dunia konservasi Indonesia.

Mengawali materinya, Prof Satyawan mengajak peserta melihat bagaimana dunia konservasi terus mengalami perubahan. Menurutnya, generasi muda saat ini memiliki tantangan yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Kemajuan teknologi telah membuka akses yang jauh lebih luas terhadap informasi, data, dan berbagai perangkat pendukung yang memudahkan seseorang mempelajari keanekaragaman hayati.

“Generasi sekarang memiliki banyak kemudahan yang dulu belum kami miliki. Tinggal bagaimana memanfaatkan teknologi itu untuk mendukung upaya konservasi”, ungkap beliau di hadapan peserta.

Namun, teknologi hanyalah alat. Yang terpenting adalah bagaimana seseorang menggunakannya untuk memberikan manfaat bagi alam. Prof. Satyawan menekankan bahwa setiap tindakan yang mampu menjaga maupun meningkatkan keanekaragaman hayati merupakan bagian dari perjuangan seorang konservasionis. Menanam pohon, melindungi habitat, melakukan penelitian, hingga mengedukasi masyarakat merupakan langkah-langkah yang memiliki tujuan yang sama, yaitu menjaga keberlangsungan kehidupan di bumi.

Lebih jauh, beliau mengajak peserta memahami makna menjadi seorang true conservationist. Menurutnya, menjadi konservasionis bukan hanya soal pekerjaan atau profesi, melainkan tentang cara memandang alam. Seorang konservasionis harus memiliki rasa hormat terhadap alam, menjaga keseimbangan ekosistem agar tidak rusak, serta menghargai pengetahuan lokal yang telah diwariskan oleh masyarakat selama bertahun-tahun dalam hidup berdampingan dengan alam.

“Kalau bekerja di bidang konservasi, kita bekerja untuk makhluk hidup. Karena itu, kita harus memiliki hubungan emosional dengan alam”, jelasnya.

Prof. Setyawan juga mengingatkan pentingnya integritas dalam dunia konservasi. Setiap informasi, hasil pengamatan, maupun data yang disampaikan harus dapat dipertanggungjawabkan. Data yang akurat menjadi dasar dalam pengambilan keputusan, penyusunan kebijakan, hingga menentukan langkah-langkah perlindungan satwa dan habitatnya.

Materi yang disampaikan tidak berhenti pada sesi presentasi. Suasana kelas menjadi semakin hidup ketika peserta diajak berdiskusi dan menyampaikan berbagai pertanyaan mengenai tantangan konservasi di lapangan. Dengan penuh antusias, Prof. Satyawan men jawab satu per satu pertanyaan sambil membagikan pengalaman yang beliau peroleh selama berkecimpung di dunia konservasi.

Di akhir sesi, beliau menyampaikan pesan yang menginspirasi seluruh peserta. Menurutnya, seorang konservasionis harus memiliki keberanian untuk menyuarakan dan melakukan hal yang benar demi kelestarian alam, meskipun tidak selalu menjadi pilihan yang mudah.

Melalui sesi bersama Prof. Satyawan Pudyatmoko, peserta COP School Batch 16 tidak hanya memperolej wawasan baru, tetapi juga pengingat bahwa menjadi konservasionis adalah perjalanan panjang yang membutuhkan ilmu pengetahuan, integritas, rasa hormat terhadap alam, serta keberanian untuk menjaga apa yang seharusnya tetap lestari bagi generasi yang akan datang. (NAB)

Comments

comments

You may also like