KILAS BALIK PERJALANAN ARTO LEWAT CHARLIE

Terlibat dalam perawatan Charlie membawa kembali ingatan pada 2,5 tahun yang lalu, saat Arto pertama kali datang ke pusat rehabilitasi Borneo Orangutan Rescue Alliance (BORA). Karakternya sama, umurnya sebaya, wajah usilnya serupa, hingga reaksinya menghadapi stimulus juga sama. Benar, kali ini kami diuntungkan oleh pengalaman karena bisa memprediksi kemungkinan perilaku dan perkembangan seperti cenayang. Itu artinya banyak perawatan yang lebih baik yang bisa kami pelajari dari pengalaman bersama Arto sebelumnya.

Hampir 3 bulan menjalani rehabilitasi di BORA, Charlie menunjukkan tumbuh kembang yang progresif. Sejak awal datang, Charlie memang sudah penuh rasa penasaran, namun ia tampak khawatir ketika sendirian. Tim memberikan perawatan intensif 24 jam untuk memastikan Charlie meraih potensi maksimalnya pada usia pertumbuhan ideal. Kata Luluk, babysitter Charlie, bobot badannya tidak pernah turun.

Charlie ditangani oleh banyak staf BORA yang setiap hari berkabar soal tingkah laku barunya. Saat ini, ia mulai suka berayun di pohon yang rendah, asyik sendiri, dan abai terhadap perawat satwa yang ada. Ketika berjalan, Charlie perlu pegangan. Satu kali di siang hari ia menggenggam ranting kering yang panjang untuk menghampiri perawatnya, di kesempatan lain ia masuk ke tengah pohon sereh dan mencengkeram daun kasarnya.

Perjalanan harian Charlie mengingatkan kembali pada masa karantina Arto dan proses bonding-nya bersama Harapi. Menyandingkan Arto dan Charlie dalam satu tulisan ini bukan untuk membandingkan siapa yang lebih, tapi untuk menyadari bahwa ada harapan terang juga pada Charlie yang baru memulai proses rehabilitasinya di BORA. Seperti Arto yang sudah menjelajahi hutan yang lebih luas, semoga Charlie juga segera dapat berayun dengan bebas di titik hutan favoritnya di sekolah hutan. (RAR)

Comments

comments

You may also like