PANSY, SI PENJELAJAH BORA
Setahun yang lalu, Pansy hampir saja tumbuh di hutan bersama induknya. Saat itu, Pansy akan di-translokasi dan dilepasliarkan bersama induknya. Tapi takdir berkata lain, induk Pansy tiba-tiba menjauh. Awalnya tim mengira ia hanya mencari posisi aman. Menit demi menit berlalu dan sang induk tidak kembali. Pansy menatap sekitar dengan suara rintihan kecilnya, seolah mencari pelukan yang tak datang lagi. Saat itu, tim yang bertugas memutuskan untuk menyelamatkan dan membawanya ke Pusat Rehabilitasi BORA (Borneo Orangutan Rescue Alliance).
Pansy, satu-satunya bayi orangutan liar di BORA. Dengan tubuh mungilnya, ia aktif menjelajahi area sekolah hutan. Saat Pansy menyusup ke dalam tajuk, kami kesulitan untuk mengamatinya karena terlalu kecil dan pergerakannya yang sangat lihai. Faktanya, Pansy sering sekali membuat sarang di atas pohon, sehingga ia menjadi salah satu orangutan yang pintar membuat sarang yang kokoh. Pansy juga memiliki naluri yang kuat untuk mencari dan memakan pakan alami di hutan.
Waktu itu, saat sekolah hutan, Pansy tidak terlalu sering berinteraksi dengan orangutan lainnya. Ia hanya sendirian dan aktif menjelajah dan eksplorasi di atas pohon. Ia memanjat, mengintip dari tajuk, dan hanya mengamati orangutan lain dari jauh. Seolah-olah ia masih mencari tahu apakah ia aman untuk mendekat. Dan… ia langsung melanjutkan lagi aktivitasnya sendiri. Pansy lebih memilih dunia pohonnya sendiri. Dengan mencari pakan alami berupa buah-buahan, biji-bijian, kulit kayu, dan dedaunan.
Namun, seiring berjalannya waktu, kami mulai menyadari bahwa Pansy mulai berkembang dalam segi sosial. Ia mulai bersosial memuat sarang bersama Cinta. Terkadang bersama Eboni dan Mabel juga. Ada momen-momen yang jarang terjadi saat Pansy di area sekolah hutan. Ia pernah turun ke lantai hutan karena rasa bosan berada di atas pohon. Lalu, ia menggelindingkan badannya ke tanah dengan posisi kedua tangannya yang tidak tepat. Sehingga, ia terlihat gagal melakukan aksi rolling seperti orangutan lain yang biasa melakukannya. Kami hanya bisa tertawa saat melihat tingkah lucunya itu.
O iya, Pansy juga memiliki teman dekat di BORA. Dia adalah Felix. Felix yang merupakan temans ekandangnya itu sangat akrab dan sering bermain bersama. Meskipun Felix memiliki tubuh yang lebih besar dari Pansy, ia seringkali menyerang bahkan menarik rambut Felix hingga tuahnya terbanting saat bergelantungan. Hal itu membuat Felix melakukannya beberapa kali.
Seiring dengan perkembangan Pansy dari waktu ke waktu, kami tidak pernah tahu kapan Pansy akan benar-benar siap kembali ke hutan. Tapi satu hal yang pasti, setiap hari, ia semakin mendekati mimpinya menjadi orangutan liar yang mandiri. (GIT)



