ARSITEK SATU INI SEDIKIT BERBEDA

Kita mengetahui bahwa hampir setiap hari orangutan di alam liar menjadi arsitek dengan proyek membuat sarang di atas pohon sebagai tempatnya beristirahat. Lalu, bagaimana dan dimana orangutan yang berada di pusat rehabilitasi Borneo Orangutan Rescue Alliance (BORA) tidur di dalam kandangnya?

Keharusan orangutan yang sedang menjalani rehabilitasi untuk masuk ke dalam kandang dengan lingkungan buatan yang berbeda dari kondisi alam liar menjadi perhatian Centre for Orangutan Protection (COP) dalam upaya menjaga kesejahteraan mereka. Berbagai bentuk pengayaan (enrichment) dan penambahan ornamen terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan perilaku alami orangutan tetap terpenuhi.

Setiap kandang dilengkapi dengan jalinan tali, alat katup air otomatis untuk minum, tempat pakan yang dibuat lebih tinggi agar orangutan terbiasa makan di atas, hammock dari selang pemadam kebakaran, serta sarang buatan dari kerangka besi sebagai tempat beristirahat. Seluruh fasilitas ini diberikan agar orangutan memiliki lebih banyak tempat beristirahat. Seluruh fasilitas ini diberikan agar orangutan memiliki lebih banyak pilihan aktivitas dan terhindar dari stres ketika tidak mengikuti kegiatan sekolah hutan. Selain itu, dedaunan dan karung juga diberikan setiap hari sebagai alas maupun selimut alami.

Setelah proses cuci kandang pada pagi dan sore hari, animal keeper akan memberikan dedaunan ke setiap kandang orangutan. Hal ini bertujuan membiasakan orangutan beristirahat di atas tumpukan daun sekaligus menstimulasi perilaku membuat sarang. Seolah memahami fungsinya, sebagian besar orangutan di BORA memilih tidur di sarang besi yang telah dilapisi dedaunan. Mereka menumpuk daun-daun tersebut hingga menyerupai sarang alami seperti yang biasa dibuat saat sekolah hutan. Tak jarang, tubuh mereka juga ditutupi karung untuk melindungi diri dari suhu dingin dan gigitan nyamuk.

Namun, Bagus memiliki caranya sendiri. Setelah mendapatkan dedaunan pada sore hari, bagian pojok bawah kandangnya mendadak berantakan. Satu per satu dedaunan yang diberikan ditelisiknya, barangkali masih terselip daun dan kulit batang yang bisa disantap sebelum tidur. Tak lama kemudian, dedaunan tersebut terkumpul di satu sisi, tertumpuk rapi dan kokoh karena beberapa ranting dikaitkan ke jeruji kandang, sementara bagian tengahnya dialasi karung. Sarang yang baru saja disusun terlihat pas dengan ukurannya. Bagus merebahkan diri di tengahnya sambil mengunyah daun dan kulit batang yang menurutnya, mungkin lebih menarik daripada pakan harian pemberian animal keeper. Terlihat sangat nyaman, Bagus bertahan di sarangnya yang berada di pojok bawah kandang hingga menjelang gelap, sebelum akhirnya naik ke keranjang sarang buatan beralaskan karung yang posisinya di atas untuk tidur malam.

Keesokan harinya, saat proses cuci kandang dilakukan, animal keeper yang bertugas cukup kesulitan melepaskan ranting-ranting yang terjalin kuat diantari jeruji kandang untuk diganti dengan dedaunan yang baru. Bagus bukan tidak bisa membuat sarang, ia hanya memiliki gaya membangun sarang yang berbeda. Mungkin sama dengan kita, ya? Ada yang lebih senang tidur di kasur, ada pula yang memilih berayun di hammock. (ARA)

Comments

comments

You may also like