ABELII FEST UNTUK ORANGUTAN SUMATRA
Ada Abelii Fest hasil kolaborasi dengan Degil House dan Orangufriends Medan sebagai respon kondisi terkini orangutan yang kondisinya tidak sedang baik-baik saja pada 23-25 Juli. Melalui media seni dan musik yang dinilai lebih menarik dan mudah dimengerti oleh masyarakat luas, sehingga isu-isu konservasi yang biasanya sangat bertolak belakang bisa sejalan dan saling mendukung.
Pameran foto yang berfokus pada isu perlindungan terhadap satwa liar khususnya orangutan menjadikan tiga hari akhir pekan tak hanya libur. Ada pemutaran film dukumenter “Lara Pongo” oleh Gladys dengan pengambilan gambar di BORA (Bornean Orangutan Rescue Alliance), Berau, Kalimantan Timur. Workshop Menyusun Foto Cerita yang difasilitatori oleh Kaleb Sitompul dan dilanjutkan dengan acara live music oleh band-band asal Medan sebagai puncak acara seperti Filsafatian, Yoko City Ghost dan Ariffatur.
“Menariknya, Workshop mendapatkan banyak perhatian dan respon dari para peserta. Awalnya kami merasa 5-10 orang peserta saja cukup untuk memulai workshop. Ternyata peserta melebihi target, bahkan mencapai 35 peserta. Sungguh membakar semangat”, ujar Netu Domayni, COP Academy yang magang di COP Sumatra, Medan.
Malam tak juga menyurutkan pengunjung, diakhiri lagu “Orangutan” karya Oppie Andaresta yang dibawakan Filsafatian membuat Pongo Abelii maupun Tapanuliensis membawa warna dan cerita baru di rumahnya, yaitu pulau Sumatra. “Serunya Sabtu ini membawa semangat luar biasa. Para relawan orangutan yang tergabung di Orangufriends Medan saling bertemu dan merencanakan kegiatan selanjutnya. Siapa bilang Anak Medan tidak peduli. Ayo jadi Orangufriends Medan!”, ajak Netu dengan lugas. (Netu_COPAcademy)



