BONTI IS NOT OWI’S FOLLOWER ANYMORE

Every month, the development of orangutans is evaluated. Small changes are often given by the COP Borneo team in East Kalimantan can find the right formula to deal with the rehabilitated orangutans. Like Bonti orangutan, the first semester of 2018 still showed his dependence on Owi orangutan. Therefore, in the second semester, Bonti and Owi were not in one cage anymore.

Bonti who always follows wherever Owi goes and whatever Owi does, now not anymore. As he arrived at the forest school, Bonti would immediately climbed the tree without waiting for Owi. Bonti was even more confident to play alone up in the tree. Bonti, an orangutan who has succeeded made his nest by watching Happi orangutan, increasingly shows his abilities.The nests he made is getting better and better. Even Happi became curious and often approached Bonti. And if this happens, Bonti would give in and leave because Happi occupied the nest Bonti made.

Yup… Bonti is no longer Owi’s loyal follower. Then what will Owi does without Bonti? Will Bonti be the best orangutans at the end of 2018? What are your wishes at the end of 2018? (SAR)

BONTI BUKAN FOLLOWER OWI LAGI
Setiap bulan, perkembangan orangutan dievaluasi. Perubahan-perubahan kecil pun sering diberikan agar tim yang menjalankan pusat rehabilitasi orangutan COP Borneo yang berada di Kalimantan Timur ini bisa menemukan formula yang tepat untuk menghadapi setiap orangutan yang ada. Seperti orangutan Bonti yang semester pertama tahun 2018 ini masih menunjukkan ketergantungannya pada orangutan Owi. Sehingga pada semester keduanya, Bonti dan Owi tidak berada dalam satu kandang lagi.

Bonti yang selalu mengikuti kemana pun Owi pergi dan mengikuti apapun yang dilakukan Owi, kini tak lagi. Ketika sampai di sekolah hutan, Bonti akan langsung memanjat pohon tanpa menunggu Owi lagi. Bonti pun semakin percaya diri untuk bermain sendiri di atas pohon. Bonti, orangutan yang berhasil membuat sarang dengan memperhatikan orangutan Happi semakin menunjukkan kemampuannya. Sarang buatannya semakin lama semakin baik. Bahkan Happi menjadi penasaran dan sering mendekati Bonti. Kalau sudah begini, Bonti pun mengalah pergi karena Happi pun menempati sarang buatannya Bonti ini.

Ya… Bonti sudah tidak menjadi follower setianya Owi lagi. Lalu apa yang dilakukan Owi tanpa Bonti ya? Akankah Bonti menjadi orangutan terbaik di akhir tahun 2018 ini? Apakah harapanmu di akhir 2018 ini?

I LOST MY THREE-YEAR-OLD CHILD

Down to the beach which is the pride of Palu no longer gives happiness. The yellow bridge that has always been an icon and destination for visitors to Palu also leaves a grief line.

“How are you, Ma’am?” the animal volunteers greet a woman before starting their activities dealing with pets affected by the tsunami at Talise beach, Palu.
“I am fine” she answered.
“How about your family, Ma’am? Are they okay?”
“I lost my 3-year-old child”
“Do you bring cat food?” she asked again, while we were silent hearing the answer.
“Yes, Ma’am. There is it”
“There is nothing that these cats can eat anymore.”

Without waiting for her to speak again, the volunteers hugged her and she started crying. In her deep grief, she still gives love to cats who are tried hard looking for food. No more neighbors she knew. All were washed away by the tsunami. She went to the evacuation camp. Today, she is trying her luck waiting at her neighbor’s empty house, hoping a miracle to come and bring the news of her 3-year-old son.

Being an animal volunteer in disaster sites is not an easy thing. You need to be a good listener with high empathy if you want to go to the disaster site. Thanks to the Palu people. Even in difficult conditions, they are still caring for dogs and cats, sharing their love for animals without exception. (IND)

AKU KEHILANGAN ANAKKU YANG 3 TAHUN
Menyusuri pantai yang menjadi kebanggaan masyarakat Palu tak lagi memberikan kebahagiaan. Ikon jembatan kuning yang selalu menjadi tempat tujuan pengunjung kota Palu bahkan tempat berkumpulnya para penghobi mancing juga meninggalkan gurat kesedihan.

“Sehat bu?”, begitu sapa para relawan satwa sebelum memulai aktivitasnya menangani hewan peliharaan yang terdampak tsunami di pantai Talise, Palu.
“Sehat aku.”.
“Selamat semua, Bu?”.
“Anakku yang 3 tahun ngak ada.”, katanya lagi.
“Ada makanan kucing kalian bawa?’, tanya nya lagi, sementara kami terdiam mendengar jawabannya.
“Ada Bu.”.
“Kasian kucing-kucing ini tak ada yang bisa dimakannya lagi.”.

Tanpa menungu dia bicara lagi para relawan memeluknya, dan pecahlah tangisnya. Dalam dukanya yang dalam, dia masih memberi kasih pada kucing-kucing yang kebingungan mencari makanan. Tak ada lagi tetangga yang dikenalnya. Semua habis tersapu tsunami. Dia pun mengungsi, dan tadi mencoba peruntungan menunggu di rumah tetangganya yang kosong, mungkin ada keajaiban tentang kabar anaknya yang 3 tahun itu.

Menjadi relawan satwa pada bencana alam bukanlah hal yang mudah. Menjadi pendengar yang baik dengan empati yang tinggi adalah satu syarat jika kamu ingin terjun ke lokasi bencana. Terimakasih masyarakat Palu, dalam kondisi yang sulit pun, kepedulian pada anjing dan kucing tak luntur.

ANNIE THE PICKY ONE

Wow, this is Annie. Orangutan who has only been 5 months in the forest school class. Annie is a picky orangutan, including in choosing the person who is going to be his keeper when the forest school class takes place. If jhonny is going to carry him to the school, Annie immediately approaches and hugs Jhonny. But if it’s not Jhonny, Annie would rather stay in the cage, pretend not to see and be cool with himself.

“This also what convinced the animal keepers who are local people that orangutans are unique individuals.”, said Wety Rupiana, COP Borneo manager, an orangutan rehabilitation centre founded by Indonesian young generation.

The character of each orangutan is a separate record in the centre. This will facilitate the handling of orangutans while in forest school classes. Annie was also recorded as the best orangutan in climbing trees and exploring the forest after Bonti orangutan in the last three months. “A very good development!”, said Reza Kurniawan, COP primate anthropologist, while reading the quarterly reports of orangutans. (SAR)

ANNIE SI PEMILIH
Wow, ini dia Annie. Orangutan yang baru lima bulan di kelas sekolah hutan. Annie adalah orangutan yang pemilih, termasuk memilih orang yang menjadi keepernya saat kelas sekolah hutan berlangsung. Jika Jhonny yang akan menggendongnya ke hutan, Annie langsung mendekat dan mameluk Jhonny. Namun jika bukan Jhonny, Annie seperti memilih tetap berada di kandang saja. Pura-pura tidak melihat dan asik dengan dirinya sendiri.

“Ini pula yang menyakinkan para animal keeper yang merupakan orang lokal bahwa setiap orangutan adalah individu yang unik.”, ujar Wety Rupiana, manajer COP Borneo, pusat rehabilitasi orangutan yang didirikan putra-putri Indonesia ini.

Karakter setiap orangutan menjadi catatan tersendiri di pusat rehabilitasi. Ini akan mempermudah penanganan orangutan saat berada di kelas sekolah hutan. Annie juga tercatat sebagai orangutan terbaik dalam memanjat pohon dan menjelajah hutan setelah orangutan Bonti dalam tiga bulan terakhir ini. “Suatu perkembangan yang sangat baik!”, ujar Reza Kurniawan, antropolog primata COP saat membaca laporan tiga bulanan orangutan.