MARY ESCAPED!

Mary is an orangutan who just recently entered the Borneo COP orangutan rehabilitation center on February 12, 2019. Her small body doesn’t mean she can’t do anything. With her small body, Mary became so agile.

Agility that combined with courage. Where there is an opportunity to be free, she will take it. Getting out of the cage and being in a wide place to reach trees and hang seems like her dream. Maybe that’s what she always planned to do if the cage door was opened.

This morning was no exception. The health team prepared for the Orangutan Posyandu program, where small orangutans were measured and weighed and evaluated for their health. Of course Mary couldn’t be grouped with the others. She still needed to wait for the results from the laboratory about her health. Mary was in the last queue.

While waiting for a call, Mary was invited to the enclosure created by Angel’s orangutan volunteer team from Australia in 2016. Mary used this opportunity to run away and climb trees. The caregivers were made panic, running here and there. Milk and fruit to persuade her to come down were not heeded. Mary didn’t want to come down. Finally … Mary was picked up by force. One of the animal keepers was had to climb the tree and carry her down. (EBO)

MARY KABUR
Orangutan Mary adalah orangutan yang baru masuk ke pusat rehabilitasi orangutan COP Borneo pada 12 Pebruari 2019 yang lalu. Tubuhnya yang kecil bukan berarti dia tidak bisa apa-apa loh. Dengan tubuhnya yang kecil, Mary menjadi begitu lincah.

Kelincahannya juga disertai dengan nyalinya yang cukup besar. Dimana ada kesempatan untuk bebas, dia pasti memanfaatkannya. Keluar dari kandang dan berada di tempat yang luas untuk meraih pohon dan bergelantungan sepertinya mimpinya. Mungkin itu yang selalu direncanakannya jika pintu kandang dibuka.

Tak terkecuali pagi ini. Tim kesehatan bersiap untuk program Posyandu Orangutan, dimana orangutan-orangutan kecil diukur dan ditimbang lalu dievaluasi kesehatannya. Tentu saja Mary belum bisa digabungkan dengan yang lainnya. Dia masih menunggu hasil dari laboratorium tentang kesehatannya. Mary berada pada antrian terakhir.

Sambil menunggu panggilan, Mary diajak ke enclosure yang dibuat tim relawan orangutan Angel dari Australia tahun 2016 yang lalu. Kesempatan ini pun dimanfaatkan Mary untuk kabur dan memanjat pohon. Para pengasuh dibuat heboh, berlari kesana kemari. Susu dan buah untuk membujuknya turun pun tak diindahkannya. Mary tidak mau turun. Akhirnya… Mary dijemput paksa, salah satu animal keeper pun terpaksa manjat pohon dan menggendongnya turun.

Comments

comments

You may also like