His name is NYATA

NYATA is a reality we have to face in Kalimantan nowadays. Just same shit different places: forest being cleared to make way for oil palm plantation or coal mining. The staffs of Kutai National Park brought him to Wildlife Authority facility in Samarinda, then we took him to their facility in Tenggarong. According to them, they confiscated from a local nearby park that kept it for 5 years already. We confidence that the story simply a hoax. NYATA is about 3 years old and still very wild. He looked nervous and mad when we approach him. He scream and smack food container and everything he can inside the cage. He try to warn us for not get closer. We decided to leave him alone today. However we promised to him to take to our centre soon once he is ready for a long land trip.

 

NYATA adalah kenyataan yang harus kami hadapi setiap hari di Kalimantan. Hanya masalah yang sama, tempatnya saja yan beda: hutan dibabat untuk membuka perkebunan kelapa sawit atau tambang batubara. Staff Taman Nasional Kutai membawanya ke kantor BKSDA di Samarinda lalu kami membawanya ke fasilitasnya di Tenggarong. Menurut mereka, dia disita dari seorang warga yang telah memeliharanya selama 5 tahun di dekat Taman Nasional. Kami yakin bahwa itu bohong. NYATA berusia sekitar 3 tahun dan masih sangat liar. Dia kelihatan sangat gugup dan marah ketika kami mencoba mendekatinya. Dia menjerit dan membanting wadah makanan dan apa saja yang bisa diraihnya dalam kandang. Dia mencoba peringatkan kami untuk tidak mendekat. Kami memutuskan untuk membiarkannya dulu hari ini. Bagaimanapun juga kami berjanji untuk kembali dan membawanya ke Pusat Reintroduksi kami segera setelah dia siap untuk perjalanan darat yang jauh.

 

Comments

comments

You may also like