ACICIS NGO FAIR 2017

Tahun ini, Centre for Orangutan Protection hadir lagi di ACICIS NGO Fair 2017. ACICIS (Australian Consortium for ‘In-Country’ Indonesian Studies adalah non-profit konsorsium di Yogyakarta yang beranggotakan 24 universitas yang berada di negara Australia, Selandia Baru, Inggris dan Belanda. ACICIS pada setiap semester memfasilitasi mahasiswa asing yang menjadi anggota konsorsium untuk menjalani studi selama satu atau dua semester di instansi pendidikan Indonesia seperti Univestitas Gajah Mada (UGM), Universitas Sanata Dharma dan Universitas Islam Indonesia (UII Yogyakarta).

Para mahasiswa ACICIS ini akan berkontribusi dengan lembaga lain seperti LSM atau organisasi lokal sebagai sukarelawan. COP sejak tahun 2013 sudah terbantu dengan bergabungnya para mahasiswa ACICIS ini. Relawan ini membantu dalam bentuk menterjemahkan artikel COP, ada juga yang fundraising, mereka juga melakukan kunjungan ke sekolah (school visit) maupun kegiatan pendidikan dan penyadartahuan tentang orangutan dan habitatnya.

Siapa pun kamu, bisa membantu perlindungan orangutan, satwa liar dan habitatnya dengan bergabung sebagai orangufriends. Apa saja yang bisa kamu bantu? Tentu saja sesuai dengan kemampuan dan keterampilan kamu. Ingin tahu lebih banyak tentang Centre for Orangutan Protection (COP)? Langsung datang ke Ruang Yustisia, lantai 2 University Club Hotel, UGM Yogyakarta ya. Rabu, 9 Agustus 2017 pukul 13.00 – 14.30 WIB. Ada merchandise COP juga yang layak untuk kamu koleksi. Save the Orangutan from Delete!

MISSION COMPLETED

The other begging orangutan with wound on the head, have been rescued and trans located to a conservation forest. The rescue operation itself was running smoothly.
As predicted before, the orangutan came down to kampong early morning and we were ready with tranquilizer gun. We attracted him away from people to avoid something goes wrong. It was take about 15 minutes only to sleep him and we did quick check and necessary treatment. We search any bullets in his body and thanks God, we didn’t find any. We gave him long lasting antibiotics to prevent infection on his head.
Now, he is safe and sound in the conservation forest. Let’s hope the Mother Nature cure him in the new home. By the way, do you have a name for him? Let us know what do you think.

ORANGUFRIENDS PADANG DI RAON FEST SIBOLANGIT

Kegiatan edukasi memang tidak terlihat heroik di dunia konservasi. Edukasi juga tidak begitu menarik perhatian media massa. “Tapi… dalam dunia konservasi hutan dan satwa liar, edukasi memiliki peran yang sangat penting untuk membentuk karakter anak-anak bangsa sebagai generasi penerus bangsa.”, ujar Novi Rovika, siswa COP School Batch 7.

Edukasi tentang satwa liar tak sepopuler edukasi konservasi lainnya. Padahal keunikan dan peranan penting satwa liar dalam ekosistemnya serta manfaatnya untuk manusia merupakan nilai penting dalam melestarikan alam.

Melalui pendekatan persuasif dengan strategi yang ‘kekinian’ sesuai dengan kemajuan zaman, orangufriends Padang hadir dengan kegiatannya. “Raon Fest” 2017 Sibolangit – Sumatera Utara adalah contohnya. Event musik yang digagas anak-anak muda kota Medan yang menamakan diri “Gang Cobra” tersebut. memadukan kegemaran anak-anak muda beraktivitas di alam terbuka dengan berkemah, sambil menikmati festival musik.

Baru pertama kali digelar secara outdoor. Event musik yang tak biasa ini menjadi ruang bagi band-band indi kota Medan untuk mengapresiasikan diri. Raon Fest juga memberi ruang bagi anak-anak muda yang memiliki hobi fotografi dan film. “Stand Up Comedy indo Medan” pun turut meramaikan acara.

Zal Puteh, aktivis musik balada kota Medan melalui ‘Dialog Musikal’ memberi gambaran tentang kehidupan orangutan Sumatera. Lagu ‘Pongo Abeli’ menjadikan materi edukasi begitu renyah terdengar audience. Dan yang mampir ke meja orangufriends untuk membeli merchandise karena mereka ingin ikut berdonasi untuk orangutan. “Membeli karena sebab.”, lirih Novi dengan terharu.

“Sayang, mereka yang hadir, tidak pernah mengetahui keberadaan orangutan Sumatera. Padahal habitatnya tak jauh dari tempat mereka berada.”, ucap Novi lagi. Inilah yang kemudian membuat mereka semakin antusias. Cerita, diskusi, lagu dan musik dengan suasana yang santai menjadikan Sabtu – Minggu di pertengahan bulan Juli menjadi lebih berarti. Orangufriends memang punya 1001 ide dan cara untuk perlindungan orangutan dan habitatnya. (Novi_Orangufriends)