PENGAMBILAN DARAH ORANGUTAN AMAN

Semangat… semangat… pagi-pagi hujan sudah turun di Pusat Rehabilitasi Orangutan COP Borneo. Dingin… tapi hari ini, jadwal untuk pemeriksaan kesehatan orangutan Aman. Aman adalah orangutan yang baru diselamatkan dari rumah warga di Kutai, Kalimantan Timur. Sejak 3 Juni yang lalu, dia menghuni kandang karantina di klinik COP Borneo, Berau, Kalimantan Timur.

Sebulan lebih, tim medis yang dipimpin drh. Flora Felisitas mengamati perilaku Aman. Bahkan uji coba di playground juga sudah dilalui. Hasilnya… “sungguh malang nasibmu Aman. Tentu tidak mudah hidup yang kamu lalui hingga harus berada dalam perawatan kami di COP Borneo. Kehilangan induk dan jari-jari di tangan kanan maupun kirimu.”, gumam Flora sembari memperhatikan jari-jari Aman. “Bagaimana kami merekam sidik jari-jarimu.”. Syukurlah Aman masih sangat menyukai daun maupun ranting untuk disusunnya menyerupai sarang. Aman juga terlihat sangat menyukai susu. “Ya, Aman lebih menantikan datangnya segelas susu jatahnya dari pada buah-buahan.”, jelas Flora lagi.

Orangutan Aman menjalani pemeriksaan kesehatan secara keseluruhan dan pencatatan tampilan fisik. “Sampel darah Aman juga akan segera dibawa ke laboratorium untuk identifikasi apakah ada penyakit yang diidapnya atau tidak. Kami juga memasang microchip sebagai identitas.”, tambah Flora lagi. 

Seminggu ke depan, hasil laboratorium orangutan Aman akan keluar. Semoga hasilnya baik agar Aman dapat bergabung dengan orangutan lainnya. “Pengabungan orangutan yang seumuran dan sejenis biasanya membawa pengaruh yang positif. Mereka terlihat saling memperhatikan dan belajar. Ini akan sangat berguna selama menjalani rehabilitasi di COP Borneo. Tetapi juga bisa membawa pengaruh yang buruk seperti menjadi tidak terlalu liar dan meminta perlindungan pada perawat satwanya.”. Orangutan adalah satwa liar yang memiliki DNA hampir sama dengan manusia. Namun, orangutan adalah satwa liar yang memiliki peran penting dalam ekosistem hutan hujan Kalimantan. Jangan pelihara orangutan, biarkan dia di hutan. 

Comments

comments

You may also like