4 BABIES ORANGUTAN ARRIVED AT SOCP

The 4 (four) babies orangutan rescued from a trader in Medan (26/7), have arrived in orangutan rehabilitation centre SOCP. The baby orangutans are not with their mothers, so the mothers might have been murdered. One of the babies seems so wild, it might be just taken from the forest. SOCP will take care of these four babies until they are ready to be released back to the forest.

Orangutan trafficking is a crime, Z (34 years old) is still under investigation. Based on UU No 5 1990 about Nature Conservation and Ecosystem, the punishement for this case is a maximum 5 years imprisonment. “That is such a light punishment. There wa even no trader senteced to a maximum punishment in the history. The failure in the law enforcement will make the crime keeps increasing.”, said Daniek Hendarto, the captain APE Warrior COP.
#CombatIllegalWildlifeTrade

Keempat bayi orangutan yang baru saja diselamatkan dari pedagang satwa liar di Medan (26/7), telah tiba di Pusat Rehabilitasi Orangutan SOCP. Bayi orangutan terlihat saling berpelukan. Bayi orangutan tanpa induk, dapat dipastikan induknya mati, terbunuh. Salah satu bayi terlihat masih sangat liar, kemungkinan baru saja didapat dari alam. SOCP akan merawat keempat bayi orangutan ini, hingga akhirnya bisa dilepasliarkan kembali ke alam.

Perdagangan orangutan adalah kejahatan. Z (34 tahun) saat ini masih dalam penyelidikkan. Berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, hukuman penjara atas kasus perdagangan satwa langka paling lama 5 tahun. “Hukuman ini masih terlalu ringan. Bahkan dalam sejarah belum pernah sampai pada hukuman maksimal ini. Kegagalan penegakkan hukum ini hanya akan menyuburkan perdagangan satwa liar saja.”, kata Daniek Hendarto, kapten APE Warrior COP.
#JusticeForOrangutan

5 ORANGUTANS CONFISCATED FROM TRADER, THE BIGGEST CASE EVER

“This week we have successfully thwart transactions of 5 baby orangutans. This is the biggest arrest that we have ever done,” said the captain of the APE Warrior COP, Daniek Hendarto.
The trader, HW (33) was arrested when he was doing a transaction of protected animal in front of Kampung Rambutan Bus Station on Sunday afternoon July 24, 2016. A Sumatran orangutan was saved from the trader.
Furthermore, on July 26,2016 the Centre for Orangutan Protection (COP) together with the Police Headquartes with the Jakarta Animal Aid Network and Animals Indonesia arrested an orangutan trader in Medan and saved four (4) baby orangutans.
The suspect will be accused with PP RI No, 7 1999 and UU No.5 1990 which say, “Anyone who deliberately captures, injures, kills, keeps, possesses, maintains, transports and traffics or trades in protected animals alive or dead (Article 21 paragraph (2) will be threatened with maximum 5 years imprisonment and a fine of Rp 100 million rupiah (one hundred million rupiah) (Article 40 paragraph (2).”
 #JusticeForAnimals
“Dalam satu minggu ini, kita telah berhasil menggagalkan transaksi 5 (lima) bayi orangutan. Ini adalah tangkapan terbesar yang pernah ada.”, ujar Daniek Hendarto kapten APE Warrior COP. 
Thanks to The Orangutan Project and Orangutan Outreach to fund the APE Warrior Team. 
Pedagang HW (33 tahun) tertangkap tangan ketika bertransaksi satwa dilindungi di depan terminal Kampung Rambutan pada Minggu siang, 24 Juli 2016. Dari tangan pedagang dapat diselamatkan satu orangutan Sumatera.
Selanjutnya pada 26 Juli 2016, Centre for Orangutan Protection (COP) bersama MABES Polri, Animals Indonesia dan Jakarta Animal Aid Network bekerja sama kembali menangkap pedagang orangutan di Medan dan berhasil menyelamatkan 4 (empat) bayi orangutan.
Tersangka akan menghadapi PP RI No. 7 tahung 1999 dan tertuang dalam UU No. 5 Tahun 1990 bahwa, “Barang siapa dengan sengaja menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut dan memperniagakan atau memperjualbelikan binatang/hewan yang dilindungi dalam keadaan hidup maupun mati (Pasal 21 ayat (2). Diancam dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100.000.000 rupiah (seratus juta rupiah) (Pasal 40 ayat (2).”
Terima kasih pada The Orangutan Project and Orangutan Outreach to yang mendanai APE Warrior Team. 
#CombatIllegalWildlifeTrade

JAKSA, TUNTUTANNYA TERLALU RINGAN

“Bagaimana menjadikan ini pelajaran? Jaksa Penuntut Umum, ini terlalu ringan!”, Daniek Hendarto kapten APE Warrior menyampaikan kekecewaannya.

Pada tanggal 26 Juli 2016, sidang yang tak lebih dari 30 menit itu menyampaikan tuntutan JPU (Jaksa Penuntut Umum), Afif Panjiwilongo SH., pada kasus dokter hewan Hendrik penjara empat bulan dengan denda Rp 5.000.000,00 subsidair kurungan 1 bulan.

drh. Hendrik Tri Setiawan tertangkap tangan pada tanggal 8 Februari 2016 dengan barang bukti satu bayi beruang madu. Penangkapan ini merupakan pengembangan kasus sebelumnya dimana pedagang besar satwa liar Bantul tertangkap tangan dengan satu anak beruang madu, satu binturong, satu bayi lutung, satu elang bondol hitam, tiga ekor ular sanca bodo dan tigabelas anakan merak. Melalui sidang ketujuh Senin, 20 Juni 2016 yang lalu, terdakwa MZ kasus pedagang satwa liar di Bantul, Yogyakarta dikenakan hukuman 9 bulan dengan denda Rp 2.000.000,00 subsider 1 bulan.

Profesi dokter hewan dan merupakan salah satu PNS di kebun binatang Semarang ini akan menjadi contoh bagaimana seorang pembeli satwa liar yang dilindungi tidak luput dari jerat hukum. Contoh juga betapa lemahnya penegakkan hukum di Indonesia untuk kasus satwa liar yang dilindungi. “Kami masih berharap, Hakim menjatuhkan vonis lebih berat, agar perdagangan satwa liar khususnya yang dilindungi dapat direm dan menimbulkan efek jera.”, ucap Daniek menambahkan.
Terimakasih orangufriends yang Yogyakarta dan Jawa Tengah atas usahanya menyampaikan pendapat tentang kasus ini. Aksi orangufriends benar-benar membanggakan.
#JusticeForAnimals

Page 98 of 162« First...102030...96979899100...110120130...Last »