WILDTRIP COP: LEARNING AND FUN

Suka jalan-jalan? Suka nikmati alam? Bingung ngak punya teman ngelakuin jalan-jalan ke alam? Kamu harus ikut orangufriends. Orangufriends itu adalah kelompok pendukung Centre for Orangutan Protection. Selama ini, kegiatan yang sering muncul adalah kehebatan orangufriends mengorganisir kegiatan. Mulai dari school visit, campus visit, pameran, acara musik, kampanye dan lain sebagainya. Ternyata orangufriends punya kegiatan yang ringan juga, yaitu WILDTRIP.

Wildtrip kali ini dilaksanaka di Plunyon, tepatnya di kaki Merapi Yogya. Tapi ya namanya berkegiatan alam, sesaat setelah tenda berdiri, tenda diterjang hujan dan angin kencang. Dinginnya malam minggu di kaki gunung Merapi pun menghampiri. Ini tantangan tersendiri. Tubuh harus tetap hangat, dan di mulailah cerita pengalaman hidup masing-masing keluar. Tentu saja ini menambah keakraban orangufriends yang ikut.

Tapi yang namanya COP, ngak mungkinlah hanya senang-senang aja. Kita belajar untuk mengamati burung atau bahasa kerennya Bird Watching. Kenal mas Panji dari Paguyuban Pengamatan Burung Yogya kan? Ya itu dia, mentor yang bersedia berbagi pengetahuan tentang seluk beluk bird watching. Identifikasi burung langsung di alam. Senengnya kita, saat melihat elang terbang bebas di alam. Ini adalah keberuntungan luar biasa bagi peserta wildtrip 16 April 2016 ini.

Lagi-lagi… ini ngak sekedar acara senang-senang. Wildtrip ditutup dengan tanam pohon bersama ACICIS (The Australian Consorsium for ‘In-Country’ Indonesian Studies). Maaf ya… kegiatan COP ya seperti itu. Saat bersenang-senang, kita tetap harus belajar menghargai sesama manusia dan juga alam. (AGA – Orangufriends Yogya).

SAVE BONTI

Even protected conservation forest is not safe for orangutan. Our team collect her from Kutai National Park Office in Bontang after a local handed over this baby. His dog chased an orangutan and this baby separated from mom. We heard this very similar stories very often.
Kutai National Park is one of the most threatened protected area in Indonesia. An illegal road have triggered illegal settlement. This is the National Park where we can find illegal school, government offices and gasoline station as well as brothel houses.
This picture taken this morning, while our APE Crusader Team take a break. Still halfway from 20 hours drive to our rescue centre COP Borneo in Berau, North East Kalimantan.
Masih separuh perjalanan dari duapuluh jam perjalanan orangutan Bonti ke Pusat Rehabilitasi Orangutan COP Borneo, Berau Kalimantan Timur.
“Bayi orangutan betina ini terpisah dari induknya saat anjing mengejar induk orangutan ini.”, ujar penyerah orangutan Bonti.
Ibu mana yang akan melepaskan bayinya begitu saja… ini adalah kisah pilu yang terpaksa tim APE Crusader dengarkan.
‪#‎forestwars‬ ‪#‎saveordelete‬

STOP SAWIT IN EARTH DAY

“Stop Palm Oil!”, said Paulinus Kristanto. “April 16, 2016 COP found one (1) baby orangutan using old nest. At the same time, COP found one (1) adult orangutan walking on the ground in Palma Serasih’s oil palm plantation.”, he explained.
“The location where we found the orangutan was a fragmented forest. Orangutan will be more pressured because their living space is getting narrower. They could die of starvation, be killed by workers of the plantation because it is considered as pest, be killed by local people because they endanger the safety or be killed by traditional hunters to be eaten or to be sold.
‪#‎StopSawit‬ ‪#‎ForestWars‬ ‪#‎ConflictPalmOil‬
This year, COP along with Jatam Kaltim Gmni Samarinda FNKSDA Kaltim, KOPHI Kaltim, Plankthos FPIK UNMUL, JAM PMII IAIN, Forum Peduli Teluk Balikpapan, LMND Kaltim, TKPT Jatam, MAPLOFA UNMUL, POKJA 30, WALHI Kaltim, RASI Foundation, AMAN Kaltim PKD Kaltim, Forum Mahasiswa Kec. Biduk-biduk and Gusdurian commemorated the Earth Day which falls on April, 22 each year.
‪#‎HariBumi2016‬ ‪#‎EarthDay2016‬
“Stop Sawit!”, tegas Paulinus Kristanto. “16 April 2016 COP menemukan 1 (satu) anak orangutan yang menggunakan sarang lama. Pada saat yang bersamaan, COP menemukan 1 (satu) orangutan dewasa yang berjalan di tanah perkebunan sawit Palma Serasih.”, jelasnya.
“Lokasi tempat ditemukan kedua orangutan tersebut merupakan kawasan berhutan yang sudah sangat terfragmentasi. Orangutan akan semakin terdesak karena ruang hidupnya semakin sempit. Mereka bisa mati kelaparan, tewas dibunuh pekerja sawit karena dianggap hama, dibunuh masyarakat setempat karena dianggap membahayakan keselamatan dan atau dibunuh pemburu tradisional untuk dimakan atau diambil bayinya untuk dijual.
Tahun ini, COP bersama Jatam Kaltim Gmni Samarinda FNKSDA Kaltim, KOPHI Kaltim Plankthos FPIK UNMUL, JAM PMII IAIN, Forum Peduli Teluk Balikpapan, LMND Kaltim, TKPT Jatam, MAPLOFA UNMUL, POKJA 30, WALHI Kaltim, Yayasan RASI, AMAN Kaltim PKD Kaltim, Forum Mahasiswa Kec. Biduk-Biduk dan Gusdurian bersatu dalam FORUM SATU BUMI KALIMANTAN TIMUR dalam memperingati Hari Bumi yang jatuh pada tanggal 22 April setiap tahunnya.

Page 92 of 141« First...102030...9091929394...100110120...Last »