SETIAP CANGKIR KOPI DASAWARSA UNTUK ORANGUTAN INDONESIA

“Sempat bingung sih, ada undangan acara pembukaan sebuah coffee shop. Pendiri COP bukan, staf bukan, orangufriends juga bukan. Tapi COP diminta untuk sharing tentang kondisi orangutan Indonesia di acara tersebut.”, ujar Hery Susanto, kordinator Anti Wildlife Crime. Centre for Orangutan Protection. 

Ternyata Coffee shop bernama Dasarwarsa ini selain berjualan kopi juga punya program fundraising untuk penyelamatan satwa liar di Indonesia. “Jadi… setiap cangkir yang kita jual ada sebagian keuntungan yang akan kita sumbangkan untuk penyelamatan satwa liar di Indonesia.”, kata Eggy pemilik dari coffee shop ini. “Untuk tahap pertama ini, kami akan menyumbangkan untuk Centre for Orangutan Protection.”, lanjut pria asal Jakarta ini. 

Keprihatinan atas kondisi satwa di Indonesia dan ingin turut aktif membantu penyelamatan satwa lah yang menjadi alasan Dasawarsa Coffee memiliki inisiatif untuk menyumbangkan sebagian keuntungan dari setiap cangkir kopi yang terjual. 

Khusus hari pertama pembukaan Dasawarsa, Rabu 17 Juli 2019 ada movie screening dari COP dan diskusi kecil tentang orangutan dan permasalahannya. “Yuk nikmati secangkir kopi di Dasawarsa Coffee, Jl. Cik Di Tiro, Terban (cikdipoint) Utra Mirota Kampus UGM Yogyakarta. (HER)

MICHELLE’S SECOND MONTH IN THE ORANGUTAN ISLAND

Since mid-May 2019, Michelle has inhabited a pre-release island which is the final stage of a rehabilitation process at COP Borneo. Michelle survives in semi-wild environments such as by making nests, looking for natural food, and others and this will determine whether she can be released back into her habitat or not.

During the first month Michelle was still adapting to her new environment. She never looked down to the ground, she just moved around with the help of a rope mounted on a tree on the island.

The second month, Michelle began to look down to the ground, usually during the day. She went down to the ground maybe to find food on the old feeding platform. Not finding food there, she immediately returned to the tree quickly. “It looks more like running,” said Steven, an island monitoring staff during June. (

BULAN KEDUA MICHELLE DI PULAU

Sejak pertengahan bulan Mei 2019, Michelle menghuni pulau pra-pelepasliaran yang merupakan tahapan akhir sebuah proses rehabilitasi di COP Borneo. Perkembangannya Michelle bertahan hidup di lingkungan yang semi liar seperti membuat sarang, mencari pakan alami, dan lain-lain akan menjadi penentu, apakah dia bisa dilepasliarkan kembali ke habitatnya atau tidak. 

Sebulan pertama Michelle dipindahkan ke pulau, dia masih beradaptasi dengan lingkungan barunya. Tidak pernah terlihat Michelle turun ke tanah, dia hanya berpindah-pindah tempat dengan bantuan tali yang dipasang di atas pohon di dalam pulau.

Bulan kedua, Michelle mulai terlihat turun ke tanah, biasanya pada siang hari. Dimungkinkan dia turun ke tanah untuk mencari makan di feeding platform yang lama. Tidak mendapati makanan di situ, dia langsung kembali ke atas pohon dengan cepat. “Lebih terlihat seperti berlari.”, kata Steven, staf monitoring pulau selama bulan Juni. (FLO)

MICHELLE AND RAIN IN ORANGUTAN ISLAND

A cold day sometimes makes us hungry. The rain that fell all day on the pre-release island seemed to affect Michelle’s appetite. It’s been more than a month Michelle has survived on this island alone. Human intervention is only in the morning and evening when feeding twice a day. Not as usual, she appears at the feeding place more than one hour later. After eating, she returned to the center of the island, where she usually rested.

Unlike the previous days which were quite hot, today Michelle was very often seen appearing on feeding places to take food. Every time she heard a sharp sound from the patrol team, she would appear peeking out from behind the tree, then then towards the tower looking for more food.

When it’s cold like this, it’s good to fill your stomach to keep warm. They’re just like us! (EBO)

MICHELLE DAN HUJAN DI PULAU ORANGUTAN

Hari yang dingin kadang membuat kita lapar. Hujan yang turun seharian di pulau pra-pelepasliaran sepertinya mempengaruhi nafsu makan Michelle. Sudah sebulan lebih Michelle bertahan di pulau ini sendirian. Campur tangan manusia hanya saat pagi dan sore hari ketika memberi makan dua kali sehari. Tidak seperti biasanya, dia muncul di tempat feeding lebih lambat satu jam. Setelah makan, dia kembali lagi ke tengah pulau, tempat biasanya dia berisitarahat.

Berbeda dengan hari-hari sebelumnya yang cukup panas, hari ini dia sangat sering terlihat muncul di tempat feeding untuk mengambil makanan. Setiap mendengar suara ketinting dari tim patroli, dia akan muncul mengintip dari balik pohon, lalu kemudian menuju menara mencari makanan lagi. 

Dingin-dingin begini enaknya mengisi perut agar tetap hangat ya. Ternyata seperti kita juga ya! (FLO)

 

Page 9 of 291« First...7891011...203040...Last »