UPDATE ORANGUTAN KALAHIEN CASE

The head of decapitated orangutan body that was found in Barito river, Buntok, Central Kalimatan back in January 15th 2018, was finally found. In the location the head was found, there were also air rifle and machette found.
There are 2 suspects, and they have been captured by local police of Central Kalimantan

Kepala orangutan yang hilang dari mayat orangutan yang ditemukan di sungai Barito, Buntok, Kalimantan Tengah pada 15 Januari 2018 akhirnya ditemukan. Di lokasi kepala orangutan jantan Kalahien itu juga ditemukan senapan angin dan parang.

Ada 2 orang pelaku yang keduanya laki-laki saat ini sudah diamankan Polda Kalimantan Tengah.

KACANG PANJANG KESUKAAN DEBBIE

Kriuk… kriuk… kriuk… terdengar suara dari mulut Debbie yang sedang mengunyah kacang panjang segar. Dari suaranya, berasa sangat gurih dan renyah mungkin seperti kita juga, kalau sedang makan kerupuk.

Pemberian pakan harian orangutan di COP Borneo tidak hanya sebatas buah tetapi juga ditambah sayuran, salah satunya adalah kacang panjang. Sayur yang kaya manfaat ini sangat disukai para orangutan di pusat rehabilitasi COP Borneo, tidak hanya Debbie saja yang menyukainya, bahkan si kecil Popi juga sangat suka dengan kacang panjang.

“Saat feeding kami dahulukan sayuran baru kemudian buah diberikan ke orangutan. Biasanya ketika buah terlebih dahulu yang diberikan ke orangutan, mereka sudah merasa kenyang dan ketika sayur diberikan paling terakhir mereka tidak akan memakannya bahkan membuangnya.”, ujar Jevri, animal keeper COP Borneo.

Tapi lain Debbie, ketika semua buah sudah ditaruh di tempat feeding, dia hanya akan berdiam diri menunggu buah ataupun sayuran favoritnya dihidangkan. Ya… Debbie menunggu kacang panjang.(WET)

COP SCHOOL TAHUN DEPAN? NYESAL!

Namaku Hedi Dwilaily, asal dari Jakarta. Aku ikutan COP School Batch 7 tahun lalu. Sudah lama sebenernya pengen ikutan COP School dari tahun-tahun sebelumnya tapi cuman minta formulir trus gak jadi daftar. Tapi pas pembukaan COP School tahun lalu, gak mikir panjang lagi trus daftar deh. Kesempatan itu tidak datang berulang-ulang.

Aku dulu mikirnya ini kegiatan buat anak-anak muda di Yogyakarta aja, ternyata pesertanya dari mana aja, bahkan dari Sumatera dan Kalimantan. Dan sejak ikutan COP School aku jadi lebih banyak punya peluang buat bantu satwa. Terakhir aku membantu tim COP di penanganan bencana erupsi Gunung Agung di Bali. Peluang ikut dalam kegiatan-kegiatan COP lebih banyak karena setahuku diprioritaskan adalah siswa-siswa COP School.

Yang paling berkesan buat aku itu ditahun 2017 kemarin, selain bisa ikutan COP School Batch 7 adalah aku bisa menjadi relawan di Pusat Rehabilitasi Orangutan COP Borneo di Berau, Kaltim. Aku mendaftar untuk 30 hari saja awalnya, namun suasana “juara” didalam hutan dan kekeluargaan disana membuat aku menambah hari hingga hampir dua bulan disana. Memutuskan untuk balik ke Jakarta sangat susah saat itu.

Setelah ikutan COP School kegiatan aku lebih dinamis, tepatnya sih lebih random. Ketemu teman-teman baru yang sama-sama menyukai satwa liar, ke Kalimantan merasakan bagaimana sebuah rehabilitasi orangutan, setiap pagi dan sore membuatkan susu untuk bayi-bayi orangutan. Dan tidak melulu tentang satwa liar loh. Di Bali kami memberi makan kucing dan anjing yang ditinggal menggungsi karena letusan Gunung Agung.

Buat kalian yang sudah punya niat, segera saja mendaftar di COP School Batch 8 ini. Cukup aku saja yang menyesal tidak mendaftar dari tahun-tahun sebelumnya.

Page 7 of 179« First...56789...203040...Last »