FATHERS DAY 2018 IN AUSTRALIA

Ayah akan selalu menjadi pria pertama yang dicintai putrinya. Ide untuk menghormati ayah dan merayakan peran sebagai ayah lah sehingga muncul Hari Ayah, bahwa tak semua anak perempuan saja, tapi semua anak juga mengakui keberadaan ayah.

Di hari khusus ini 2 September 2018, adakah warga Australia yang akan menjadi ayah angkat bagi orangutan yang berada di pusat rehabilitasi COP Borneo? Atau akankah kamu mendaftarkan ayahmu untuk menjadi ayah angkat orangutan COP Borneo? Langsung klik tautan ini ya orangutanprotection.com/adopt

FOUR YEARS WAITING FOR COP SCHOOL BATCH 8

COP School is a place to learn about conservation held by Centre for Orangutan Protection in Yogyakarta. 2014 was the first time I knew about this orangutan conservation school and that was the time I know that COP exists, in the middle of 2nd semester in college life, the most hectic period of college and organization activities. My college activities were so time consuming and had discouraged me to join COP School Batch 4. It went on until COP Batch 8, and finally i could took part in its series of activity. One said, “it’s better late than never”. Yup, that’s how I knew COP and joined COP School batch 8.

During 7 days in Jogja, i met new friends from various regions. Also, the program was so fun. I like learning new things, including meeting new people. Learning about basic conservation studies can be done by anyone who are willing to learn, not only by those who’ve been involved in the conservation world. Even though I had participated in nature lovers club activities, it doesn’t mean that I understand about conservation that well. That’s why, I decided to join COP school 8.

For those who interested in conservation world, especially orangutan conservation, COP School is the best place that I have ever experienced. It seems like it’s just yesterday I took part in COP school activities, turns out it’s been almost one semester I’m involved in COP activities. (SAR)

SETENGAH WINDU MENANTI COP SCHOOL BATCH 8
COP School merupakan sekolah mengenai konservasi yang diadakan oleh Centre for Orangutan Protection di Yogyakarta. Pada tahun 2014 adalah pertama kalinya aku mengetahui sekolah konservasi Orangutan ini dan saat itulah kali pertama aku mengetahui adanya COP. Di tengah-tengah masa perkuliahan di semester 2, masa padat-padatnya kegiatan perkuliahan maupun organisasi. Kesibukan di perkuliahan begitu menyita waktuku, dan memaksaku mengurungkan niatku untuk ikut COP School Batch 4. Begitulah seterusnya aku menunda-nunda ikut hingga COP School Batch 8 dan fokus mengikuti serangkaian kegiatannya. Kalau kata pepatah, better late than never, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Yap, seperti itulah awal perjalananku mengenal COP dan mengikuti COP School Batch 8.

Kurang lebih tujuh hari di Yogya, selama itu pula aku bertemu dengan banyak teman baru dari berbagai daerah. Selain teman yang beragam, pengisi acaranya pun begitu menyenangkan. Aku merupakan salah satu orang yang senang mempelajari hal baru, termasuk bertemu dengan banyak orang baru. Mempelajari tentang materi dasar konservasi dapat dilakukan oleh siapa saja, bukan hanya mereka yang telah berkecimpung di dunia konservasi, namun mereka yang tidak berkecimpung di dunia konservasi namun ingin belajar dunia konservasi pun dapat bergabung. Meskipun aku pernah mengikuti kegitan kepecintaalaman, bukan berarti aku sudah paham betul mengenai dunia konservasi. Dari situlah aku bertekad untuk mengikuti COP School.

Untuk kalian yang di luar sana, yang tertarik dengan dunia konservasi khususnya Orangutan. COP Schol adalah wadah terbaik yang pernah aku coba. Rasanya baru kemarin aku ikut seleksi dan kegiatan COP School, nyatanya sudah hampir satu semester berlalu dengan berkegiatan di COP. (Yuanita_COPSchool8)

SOUND FOR ORANGUTAN WITH THE HELP FROM DANILLA AND FRIENDS

Who doesn’t know Danilla? It is not the first time Danila helping the Center for Orangutan Protection. During a children’s painting event at Kodok Park Jakarta, Danilla contributed 2 songs at that event. Now, Danilla is buying a green Sound for Orangutan (SFO) shirt. This SFO t-shirt is a COP merchandise whose profits will be managed to hold an SFO music charity event.

Oops! Danilla didn’t just buy one piece of cloth for her. She also bought all the team behind her. Danilla also uploaded it on her social media, again with the whole team! The result… our SFO green shirt sales soared sharply within days.

“At the beginning, we doubt the merchandise sales can reach the target so that the SFO can run. It turned out that with Danilla’s help, the target was easily fulfilled. Now the committee is just concentrating on achieving the SFO profit target, so the donations to the COP Borneo orangutan rehabilitation center can help the lives of orangutans there” said Satria, Orangufriends Yogyakarta. (IND)

SOUND FOR ORANGUTAN DENGAN BANTUAN DANILLA DKK

Siapa sih yang ngak kenal artis Danilla. Danilla juga bukan untuk kali pertamanya membantu Centre for Orangutan Protection. Saat acara melukis anak-anak di taman kodok, Jakarta. Danilla juga menyumbangkan 2 buah lagu di acara santai tersebut. Kini, Danilla membeli kaos hijau SFO. Kaos SFO atau Sound For Orangutan ini adalah merchandise COP yang keuntungannya akan dikelola untuk menggelar acara musik amal SFO.

Ups… Danilla tidak hanya membeli satu potong baju untuknya. Tapi dia juga membelikan tim belakang layar Danilla. Dan.. Danilla mengunggah nya di media sosialnya. Lagi-lagi dengan seluruh tim nya. Hasilnya… penjualan kaos hijau SFO melonjak tajam dalam hitungan hari.

“Kita sempat ragu apakah penjualan merchandise dapat mencapai target agar SFO bisa berjalan. Ternyata dengan bantuan Danilla, target dengan mudah terpenuhi. Kini panitia tinggal konsentrasi mencapai target keuntungan SFO agar sumbangan ke pusat rehabilitasi orangutan COP Borneo bisa membantu orangutan di sana.”, ujar Satria, orangufriends Yogyakarta.

Page 60 of 288« First...102030...5859606162...708090...Last »