RELAWAN SATWA GUNUNG AGUNG

Hari ke-6 berada di Bali untuk satwa gunung Agung yang berstatus Awas. Animals Indonesia, Bali’s Pet Crusader, BARC, Centre for Orangutan Protection dan JAAN hari ini ’street feeding’ di desa Jungutan dan Buana Giri kecamatan Bebandem, Bali. Wilayah dengan zona kuning di sisi tenggara gunung Agung atau radius sekitar 9 km dari kawah. Tidak seperti sebelumnya, kami tidak menemukan banyak anjing di wilayah ini.

Koordinasi dengan Polsek setempat adalah prosedur standar operasional tim #disasterreliefbali Selalu saja ada orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang mencari kesempatan di saat bencana terjadi. Beberapa hari yang lalu, warga menangkap pencuri dan relawan gadungan di desa yang ditinggal mengungsi. Itu membuat warga curiga jika ada orang asing yang masuk ke desa mereka. Pendampingan dari Polsek setempat juga untuk menjaga keselamatan tim karena gunung Agung bisa sewaktu-waktu meletus.

Terimakasih orangufriends Yogya dan Jakarta yang sudah bergabung untuk membantu APE Warrior dalam penanganan satwa bencana. “Keselamatan diri adalah yang utama.”, ujar Yulfianto Angga dari COP. “Namun satwa-satwa yang ditinggal pemiliknya juga makhluk bernyawa yang harus dibantu.”, tambahnya.

Kamu bisa bantu anjing kucing bencana gunung Agung Bali lewat https://kitabisa.com/anjingkucingbali Siapapun kamu, dan dimana pun kamu, bisa menjadi relawan sesungguhnya. (ANG)

WHEN BONTI SEPERATED WITH OWI

Even baby Bonti the Orangutan always with baby Owi, not that he always stuck like a glue in stamps on the envelope. Owi always had a way to get rid of his loyal followers… Bonti. The way Owi.. escaped and approached the animal keeper who was then invited him to go to the forest school. Bonti is most is most afraid of the animal keeper. Maybi Bonti traumatized with humans. “The baby’s orangutan is separated from her mother when the dog is pursuing the mother.”, Bonti\s founder said when asked by the APE Crusader team.

Over the past three months, Bonti has been practicing more often in the trees. “Climbing the tree though not too high is enough to make us happy,” said Wety Rupiana. Just look at how he tried to move from one tree to another. The movement of his feet make the animal keeper stand their ground, worrying Bonti might fell. “To Bad, Bonti still can not make a nest. He just broke the twigs and turned it into a toy. “, added Wety.

Hopefully the weather will be more friendlu, to keep the forest schools running every day. “We believe. the more they practice in the forest school, the orangutan babies will accelerate more quickly. They must have their natural instincts, “said Reza Kurniawan, manager of the COP Borneo. (dhea_orangufriends)

SAAT BONTI TERPISAH DENGAN OWI
Walaupun bayi orangutan Bonti selalu bersama bayi orangutan Owi, bukan berarti dia selalu menempel seperti perangko menempel pada amplop. Owi selalu ada cara untuk lepas dari pengikut setianya… Bonti. Caranya… Owi melarikan diri dan mendekati animal keeper yang saat itu mengajaknya ke sekolah hutan. Bonti memang paling takut dengan animal keeper. Mungkin, Bonti trauma dengan manusia. “Bayi orangutan betina ini terpisah dari induknya saat anjing mengejar induk orangutan ini.”, ujar penemu orangutan Bonti saat ditanyai tim APE Crusader.

Selama tiga bulan terakhir, Bonti semakin sering berlatih di pohon. “Memanjat pohon walau tak terlalu tinggi sudah cukup membuat kami bahagia.”, ujar Wety Rupiana. Lihat saja bagaimana dia mencoba berpindah dari satu pohon ke pohon yang lain. Gerakan kakunya membuat para animal keeper berjaga-jaga, kawatir Bonti terjatuh. “Sayang, Bonti masih belum bisa membuat sarang. Dia hanya mematah-matahkan ranting dan dijadikan mainan.”, tambah Wety.

Semoga saja cuaca semakin bersahabat, agar sekolah hutan tetap berjalan setiap hari. “Kami berkeyakinan, semakin sering mereka berlatih di sekolah hutan, bayi-bayi orangutan akan semakin cepat menyesuaikan diri. Mereka pasti punya insting alaminya.”, kata Reza Kurniawan, manajer COP Borneo.

TOLONG ANJING KUCING DI GUNUNG AGUNG

Ketika terjadi bencana alam seperti gunung meletus, apa yang terjadi dengan satwa peliharaan? Sebagian dari mereka akan tewas saat itu juga dan yang bertahan hidup akan mati kelaparan dan kehausan karena ditinggal pemiliknya yang mengungsi.

Seperti kata penyumbang di https://kitabisa.com/anjingkucingbali ,”Anjing dan kucing adalah anggota keluarga kita, namun sering sekali tertinggal ketika kita menyelamatkan diri dari bencana alam.”.

Sejak tahun 2010, COP dengan tim APE Warriornya bekerja menyelamatkan binatang apapun, baik yang liar maupun domestik di berbagai bencana alam seperti lutusan gunung Merapi di Yogyakarta, gunung Sinabung di Sumatera Utara maupun gunung Kelud di Kediri. Kini tim sedang bekerja di gunung Agung, Bali.

Kami memberikan pengobatan, makan, minum dan memelihara dalam shelter darurat serta menguburkan yang sudah mati dengan layak. COP memanggil Orangufriends untuk terlibat langsung menangani satwa bencana gunung Agung, Bali. Bantu kami lewat https://kitabisa.com/anjingkucingbali

Page 6 of 151« First...45678...203040...Last »