HARI PERTAMA BERANI DI SEKOLAH HUTAN

Satu lagi harapan di awal tahun 2019. Ini adalah orangutan yang diselamatkan dari kotak kayu di desa Meratak, Kutai Timur, Kalimantan Timur pada 23 Oktober 2018 yang lalu. Setelah melalui masa karantina dan diperpanjang dengan pemeriksaan medis secara menyeluruh, orangutan Berani pun memulai kelas sekolah hutannya. Tak ada teriakan darinya. Tak ada pergerakan juga dari Berani. Hari pertama Berani hanya dihabiskan dengan berdiam di tanah, di bawah hammock animal keeper.

Minggu pertama tentu saja berbeda dengan minggu kedua. Berani mulai memanjat pohon. Naik dan kemudian turun dari pohon yang sama. Tali akar yang menggantung bahkan ranting-ranting yang bercabang belum juga dijamahnya. Berani terus berusaha menyesuaikan diri.

Tatapan matanya perlahan mulai berubah. Dari takut jadi teduh dengan harapan. Berani akan terus mencoba, semua tergantung kecakapan para animal keeper yang membawanya ke sekolah hutan. Yuk kirim semangat mu untuk para animal keeper. (Lina_CB)

SELAMAT DATANG DI COP SCHOOL BATCH 9

Sejak Selasa sore, satu persatu peserta COP School Batch 9 berdatangan. Wajah-wajah baru dengan tingkah yang ragu-ragu mengulurkan tangan untuk berkenalan. Mereka adalah agen perubahan untuk dunia konservasi selanjutnya.

Tentu saja kehadiran mereka di camp APE Warrior penuh perjuangan. Mereka memberanikan diri mendaftar, merogoh kantungnya untuk membayar biaya pendaftaran, meluangkan waktu mengerjakan tugas di tahap seleksi dan biaya yang tidak sedikit untuk sampai di Yogyakarta. Dari hampir 170 yang tertarik, menyusut menjadi 49 orang dan berakhir dengan 29 orang yang berkesempatan mengikuti COP School pada 9-14 Januari 2019. “Sebenernya ada 31 yang lulus seleksi, namun terpaksa mengundurkan diri karena ada keperluan mendesak. Jika mau ikut tahun depan, ya harus daftar dan seleksi lagi.”, ujar Ramadhani, kepala sekolah COP School tiga tahun terakhir ini.

“Ini belum berakhir, jika kamu sudah ikut COP School Batch 9 lalu bagaimana? Silahkan terapkan apa yang kamu peroleh selama lima hari kedepan. Akhir tahun 2019, di Jambore Orangufriends saatnya wisuda dengan apa yang telah kamu lakukan usai dari Yogya.”, tambah Ramadhani lagi. Kemudian… yuk jadi pendamping untuk peserta COP School Batch 10. Ini yang kami sebut regenerasi agen perubahan Indonesia. #IndonesiaBisa

LOMBA MENULIS CERPEN ORANGUTAN DITUTUP

Dua hari menjelang penutupan Lomba Menulis Cerpen Orangutan, rekening BNI 1377888997 atas nama Centre for Orangutan Protection dibanjirin donasi Rp 25.003,00 sebagai bukti keikutsertaan peserta dalam lomba. Sepuluh karya terbaik rencananya akan dibukukan. Lomba ini merupakan kolaborasi Indie Book Corner dengan Centre for Orangutan Protection.

Hingga akhirnya pada hari Minggu, 6 Januari 2019 pukul 23.00 WIB panitia menerima 128 cerpen. Cerpen-cerpen yang masuk dengan tema A Good Life for Orangutan membuat panitia kagum dengan ide dan jalan cerita setiap cerpen. Mulai dari cerita mengenai orangutan yang kehilangan habitatnya sampai cerita orangutan di puluhan tahun ke depan.

Selama satu bulan, panitia akan menyeleksi cerpen-cerpen tersebut. Tahap awal ada 50 karya yang masuk yang selanjutnya akan ditentukan sepuluh karya terbaik. Dari sepuluh karya tersebut lah penentuan tiga pemenang. “Terimakasih atas keikutsertaannya. Banyak cara untuk ambil bagian dalam perlindungan orangutan. Donasi ini untuk orangutan.”, ujar Septian. Pengumuman pemenang akan dipublikasikan pada pembukaan Art For Orangutan 3 pada Kamis, 14 Pebruari 2019 di Jogja National Museum, Yogyakarta.

Page 5 of 259« First...34567...102030...Last »