SAAT HUJAN MENGHAMPIRI COP BORNEO

Hujan deras pun akhirnya menghampiri pusat rehabilitasi orangutan COP Borneo. Rasa syukur luar biasa membuat tim pemadam kebakaran bermain hujan layaknya anak kecil. Berbagai ekspresi mulai dari tertawa, berlarian, meloncat, menari bahkan menangis lega. Hujan yang dinanti-nanti pun datang, padamkan api yang masih membara di antara puing-puing pohon tumbang. 

Lelahnya para relawan pemadam kebakaran hutan yang sejak terbang dari Yogyakarta dan terpaksa turun di Balikpapan untuk melanjutkan perjalanan ke Berau lewat darat seperti luntur terkena hujan pertama di COP Borneo. 

Wety pun berlari membawa kameranya menghampiri kandang orangutan. Alouise terlihat nyaman bersama dengan Septi. Memo berada di hammocknya sambil memain-mainkan ranting dan dedaunan. Orangutan-orangutan kecil terlihat lebih segar dengan cipratan air hujan. Ambon masih dengan sikapnya yang kalem namun terpancar rasa senang dari matanya. Hujan membawa kebahagian buat kami.

POSYANDU ORANGUTAN DI TENGAH BENCANA KEBAKARAN HUTAN

Sabtu, 21 September 2019, kandang orangutan-orangutan kecil dibuka. Setiap perawat satwa bertugas memegang satu orangutan. Penimbangan berat badan dimulai. Hari ini, Posyandu Orangutan tetap berjalan. 

Lebatnya Hutan Penelitian Labanan cukup berhasil melindungi udara buruk karena kebakaran. Walau suhu udara meningkat, tapi tak sampai membuat orangutan mengalami sesak nafas atau gangguan saluran pernafasan lainnya.

Wajah-wajah imut orangutan kecil yang biasa ke sekolah hutan terlihat ceria dan penuh harapan. Usaha mereka untuk tetap nurut ketika ditimbang ataupun menjalani pengukuran ternyata sia-sia. Usai Posyandu Orangutan, mereka dikembalikan ke kandang. “Tak sanggup melihat mata mereka yang penuh kekecewaan. Kebakaran hutan dan lahan benar-benar menjadi ancaman serius. Pohon-pohon yang biasanya menutupi langit. Lokasi sekolah hutan yang nyaris tanpa batas, kini terbuka karena kebakaran.”, ujar Wety Rupiana.

MALAM TERASA LEBIH PANJANG KARENA KEBAKARAN HUTAN

Langit KHDTK Labanan terlihat memerah. Si jago merah akhirnya benar-benar menghampiri kami. Jarak 1 km dari kandang orangutan. Ini akan menjadi malam terburuk bagi COP Borneo di Berau, Kalimantan Timur. Semakin memburuk, mesin air rusak. 

Berbekal jet shooter dan gergaji mesin, tim APE Defender menuju kebakaran hutan di sekitaran COP Borneo. Hanya satu tujuan, kebakaran tidak semakin meluas. Tim patroli di lokasi kebakaran, memotong pohon tumbang yang beresiko menyebarkan bara api. Tim juga menyusuri lokasi dan memadamkan bara api. Tak ada suara binatang malam yang menemani atau semilir angin malam yang menyejukkan. Malam ini hanya ada panas yang membara dan suara sang api yang melahap penghalangnya. 

Perlahan, langit kembali menghitam. Kerja keras padamkan api dari pukul 10.00 WITA hingga 00.30 WITA akhirnya membuahkan hasil. Kaki, tangan maupun muka tak lepas dari abu. Pakaian? jangan ditanya. Masih berharap pada sang Pencipta, hujan deras segara turun. 

Terimakasih para pendukung COP, sejujurnya kalian lah yang menguatkan kami. Harapan besar kalian di setiap komentar semakin menyakinkan kami. Kami… tidak sendiri! 

 

Page 5 of 295« First...34567...102030...Last »