HERCULES YANG JAHIL

Linau adalah perawat satwa di Pusat Rehabilitasi Orangutan COP Borneo yang memiliki hobi menyanyi. Kali ini, dia akan bercerita tentang Hercules, orangutan yang terpaksa kembali dari pulau pra-rilis karena pandemik Covid-19. COP Borneo mengambil kebijakan lockdown untuk memutus penyebaran pandemik corona.

Hercules adalah orangutan jantan dewasa yang umurnya kisaran 14-16 tahun, yang saat ini menghuni blok kandang karantina. Ia cukup jahil kepada para keepernya. Suatu ketika giliran ku bertugas membersihkan kandangnya. Seperti biasa, aku menyemprot air dengan radius 2 meter. Untuk mendorong sisa-sisa makanan yang berjatuhan di lantai kandangnya, menuju tempat pembuangan. Air tak terlalu kuat mendorong sisa makanan, lalu kucoba perlahan mendekat.

Seperti dugaan awal, Hercules dengan gesitnya menarik tanganku yang tengah memegang selang. Terkejut bukan main. Ia orangutan jantan yang kuat dan agresif. Panik dan membuatku terjatuh tepat di depan kandangnya dengan selang yang masih tergenggam. Tak luput pakaian dan tubuh basah kuyup terguyur air dari selang.

Sebuah pelajaran, jangan terlalu mendekat dengan tangan jahil Hercules. Dengan perasaan masih tergopoh-gopoh, kulanjutkan membersihkan kandangnya dengan jarak yang lebih jauh. “Untung tak ada yang melihat… kalau diingat-ingat lucu… tapi aku tidak akan pernah lengah lagi.”.(NAU)

KACANG PANJANG UNTUK ORANGUTAN ANTAK

Semenjak pandemi COVID-19 banyak buah yang tidak bisa ditemui di pasar. Aktivitas belanja logistik untuk Pusat Rehabilitasi COP Borneo pun dibatasi menjadi satu kali dalam seminggu. Tentu saja ini sangat berpengaruh pada menu pakan orangutan. 

Pagi ini, dengan semangatnya Wasti, Sili, Cici pergi ke kebun nenek mereka untuk mengambil jagung dan kacang panjang. Jagung dan kacang panjang ini rencananya untuk orangutan yang ada di COP Borneo. Orangutan Antak sangat suka sekali makan kacang panjang. Ketika Wasti dan teman-temannya dikasih tahu kalau orangutan Antak sangat menyukai kacang panjang, mereka saling berebut untuk memetik kacang panjang. 

Mereka mengerti, keadaan sekarang ini membuat orang-orang tidak bisa bepergian. Pandemi Covid-19 telah membatasi pergerakan manusia. Kebun adalah tempat persembunyian yang menyenangkan bagi  mereka. Mereka juga berharap, orangutan menikmati jagung dan kacang panjang yang mereka ambil dari kebun. (WET)

 

HANYA JOJO YANG TIDAK SUKA BLEWAH

Makanan orangutan di Pusat Rehabilitasi Orangutan COP Borneo terdiri dari buah dan sayuran. Jenisnya beragam, tergantung dari ketersediaan di pasar. Dari pepaya, nenas, jagung, terong hingga bayam.

Kali ini orangutan berkesempatan mencoba buah blewah. Buahnya bulat dengan daging buah berwarnya jingga. Baunya juga menggoda, hanya saja rasanya yang sedikit hambar. Mayoritas orangutan di COP Borneo memakannya terlebih dahulu dan mengesampingkan buah yang lain. Ini kali pertama mereka merasakan buah blewah. Namun sebelumnya mereka sudah pernah merasakan timun suri yang rasa dan aromanya tidak jauh berbeda.

Tapi Jojo berbeda. Dia mencoba Blewah dengan menggigitnya sekali dan kemudian dengan senang hati memberikannya kepada orangutan lain. Tampaknya, dia tidak menyukai Blewah. Dia lebih memilij buah lain seperti pepaya, jagung, tomat dan terong. Mungkin dia akan suka Blewah saat dibuat dalam bentuk es buah ya. (FLO)

 

Page 5 of 319« First...34567...102030...Last »