SAAT SELEBRITI DATANG KE POS PANTAU COP BORNEO

Bagi kamu yang suka jalan-jalan dan penggemar acara televisi My Trip My Adventure pasti tahu presenter asik yang mengajak kamu bereksplorasi keindahan alam Indonesia. Pria ganteng ini tak lain adalah Hamish Daud.

Kali ini, Hamish Daud dalam rangkaian acara #26authenticplaceinindonesia untuk stasiun televisi MNC TV. Dengan serombongan kru televisi dan peralatan lengkap, acara ini meliput kegiatan pusat rehabilitasi orangutan COP Borneo di pulau pra-rilis. Suatu pulau yang hanya dihuni orangutan yang akan dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya.

Ngobrol sekilas tentang pusat rehabilitasi pun mengalir sampai saatnya memberi pakan orangutan (feeding time). Perahu-perahu mulai menyusuri sungai, berkeliling pulau dan berhenti di beberapa tempat untuk meletakkan pakan orangutan, tentunya petugas pos pantau COP Borneo yang melakukannya. “Tetap berada di perahu. Jaga jarak dengan bibir pulau!”, begitu aba-aba dari koordinator pos pantau.

Rehabilitasi adalah usaha yang tidak sebentar. Orangutan-orangutan tersebut harus menjalani banyak tahapan, hingga akhirnya bisa sampai di pulau pra-rilis ini. Setiap tahapan juga menghabiskan biaya yang tidak sedikit. Centre for Orangutan Protection adalah organisasi non profit yang bekerja lebih sepuluh tahun ini. Menyelamatkan orangutan dan hutan yang merupakan habitat orangutan adalah langkah awal COP. Berhadapan langsung dengan permasalahan terbesar bayi-bayi orangutan terus berdatangan ke pusat rehabilitasi adalah hilangnya hutan dan beralih fungsinya hutan menjadi perkebunan kelapa sawit yang memicu konflik satwa dengan manusia. Bagaimana mungkin orangutan hidup tanpa hutan! (WET)

THANK YOU OVAID FOR SUPPORTING COP BORNEO CLINIC

The arrival of Nigel DVM from OVAID surprised COP Borneo Clinic. The clinic became fully loaded with medicine and medical equipment that was brought by Nigel from England. After drh. Rian Winardi listed all of the things that has been brought, Reza Kurniawan then listed what needed to equip the clinic more.Then this three guys went to the city to buy a glass cabinet to keep all the medical equipment.

“Learning is for a lifetime. Medical discussion is a really an interesting topic to talk about.”, Rian said passionately. “To harmonize between the theories and the reality in the field is one hard thing. That is where we have to be creative and innovative.”, said Reza the manager of COP Borneo Rehabilitation center.

The first meeting between drh. Rian and Nigel DVM happened during the COP School batch 3. Nigel was the lecturer for medical lesson, this give a deep impression for Rian. “This is a reunion between a teacher and his student, finally after 4 years.”, Rian said.

Thank you OVAID for supporting the medical needs of COP for the last 3 years. The medical equipments and the medicine has landed safely in COP Borneo, hoping this cooperation is going to continues and lasts. Once again Thank you OVAID.

Kedatangan drh. Nigel dari OVAID (Orangutan Veterinary Aid) membuat kaget klinik COP Borneo. Klinik menjadi penuh dengan peralatan kedokteran dan obat-obatan yang dibawa Nigel dari Inggris. Setelah drh. Rian Winardi mendata, Reza Kurniawan pun mencatat apa saja yang harus dibeli untuk merapikan klinik. Akhirnya, ketiga pria ini pun berangkat ke kota untuk membeli lemari kaca dan kotak penyimpanan untuk merapikan peralatan medis ini.

“Belajar itu sepanjang hidup. Ilmu terus berkembang. Diskusi medis pun menjadi topik yang sangat menarik.”, semangat drh Rian. “Menyelaraskan teori dan kenyataan di lapangan, itulah kesulitannya. Kita harus kreatif dan inovatif.”, kata Reza, manajer pusat rehabilitasi orangutan COP Borneo.

Pertemuan drh Rian dengan drh. Nigel adalah saat COP School Batch 3 berlangsung. Nigel yang saat itu memberi materi medis, begitu memberi kesan mendalam pada Rian. “Ini adalah pertemuan kembali antara guru dan murid setelah 4 tahun yang lalu.”, ujar Rian.

Terimakasih OVAID yang telah mendukung medis Centre for Orangutan Protection selama tiga tahun terakhir ini. Terimakasih para pendukung OVAID… peralatan medis sudah sampai di COP Borneo. Semoga kerjasama ini akan terus berlanjut.

EDUKASI DI SMPN 24 BERAU

Setelah mengajar anak-anak di desa Merasa minggu lalu, kami melanjutkannya ke anak-anak SMP. “Sebenarnya, kami grogi loh. Ngadepin remaja… ini untuk pertama kalinya kami akan ngadepin anak remaja.”, ujar Aga, relawan yang bergabung di COP Borneo setelah mengikuti COP School Batch 7 bulan Mei yang lalu.

Menghadapi remaja tentu saja berbeda dengan anak-anak. Yang pasti kekawatiran kami adalah, saat kami teringat masa peralihan remaja yang sudah kami lalui. Sulit mendengar, dengan emosi yang meluap-luap sampai siapa saja bisa ditantang. Tapi inilah kami, kesulitan yang kami bayangkan tetap harus kami lalui. Saatnya kami berlatih langsung.

Pagi hari, sebelum matahari bersinar di ujung cakrawala, mata kami sudah terlebih dahulu bersinar. Segera kami bangun tidur untuk berangkat ke SMPN 24 yang berada di dekat jembatan sungai Kelay, desa Merasa, Berau. Bapak Junaedi, kepala sekolah menyambut kami dengan senyumannya.

Melalui nyanyian orangutan, permainan tebak gambar dan tebak suara satwa kami memulai school visit ini. Print out foto satwa satu per satu kami tampilkan. “Kami harus menyiasati keterbatasan yang ada. School visit tanpa fasilitas listrik ini harus berjalan. Makanya, kami mencetak slide show dan beberapa foto sebagai gantinya.”, ujar Alfa Gasani.

Di akhir pertemuan, kami merangkum materi dengan sebuah permainan pemburu dan satwa. Siswa membentuk lingkaran besar dengan bergandengan tangan, berperan sebagai pohon. Beberapa siswa, kami minta untuk menjadi satwa liar masuk ke dalam lingkaran. Dan ada siswa yang lain berperan sebagai pemburu, berada di luar lingkaran. Pohon harus berusaha sekuat tenaga melindungi satwa yang berada di dalam lingkaran dari ancaman pemburu. Suasana pun menjadi sangat meriah dan para siswa memerankan perannya dengan baik.

“Kami berharap, para siswa memahami pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, terutama satwa liar agar hutan tetap terjaga. Melindungi satwa liar dan hutan adalah tanggung jawab kita semua. Salam lestari.” (Aga_Orangufriends)

Page 42 of 169« First...102030...4041424344...506070...Last »