CAMPUS VISIT UNIVERSITAS DARWAN ALI

Kesempatan untuk campus visit diberikan Pembantu Rektor III Universitas Darwan Ali, Hermansyah S. Kom, MM. pada APE Crusader untuk memberikan materi kuliah umum di kampus. Ada 40 mahasiswa dari Fakultas Ilmu Komputer, Agri Bisnis Perikanan, Pertaninan, Teknik Sipil dan Akutansi berkumpul di kelas kampus pada 27 April 2017.

Melalui film dokumenter dan slide, tim campus visit kali ini mengajak mahasiswa untuk memahami kehidupan satwa liar yang hidup di habitat alaminya. Kehancuran hutan akibat pembukaan perkebunan kelapa sawit, pertambangan dan perburuan liar, menjadikan status satwa liar terancam punah.

Suasana sore tak penyurutkan semangat mahasiswa mengikuti kuliah umum ini. Mereka pun ingin terlibat langsung untuk menjaga hutan dan satwa liar di Kuala Pembuang, kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.

“Menyebarkan virus konservasi dari pintu ke pintu sudah Centre for Orangutan Protection lakukan sejak 2007. Ini adalah proses panjang, seiring ilmu pengetahuan yang terus berkembang.”, ujar Septian sambil mempersiapkan kunjungan ke SMP Negeri 4 Kuala Pembuang keesokan harinya.

WE HAVE TO PAY THE COST FOR JAILING CRIMINALS

23 people have been jailed as the result of work done by the law enfocerment agencies and the APE WARRIOR TEAM. No doubt that this team is the nightmare for illegal wild animals trade in Indonesia and the crminlas know how to strike back.

Last week, our car suddenly stuck on th street during assignment. The Ford Service Station have confirmed that our car might be sabotaged and experience serious damaged in its engine. What make us so shock is the reparation cost: about 5000 USD.
COP is a very tiny group and not well anticipate for serious trouble like this. Without your support, it quiet difficult for the team to get back to the street to fight. Please, spare some of your money to make repair the APE Warrior. 

This is the link you can follow to donate. We have paypal button:
http://www.orangutan.id/what-you-can-do/

23 orang sudah dipenjara sebagai hasil kerja yang dilakukan para penegak hukum dan tim APE Warrior. Tidak diragukan lagi, APE WARRIOR adalah mimpi buruk bagi para pedagang satwa liar dan mereka tahu persis bagaimana cara membalas dendamnya.

Minggu lalu, mobil kami mogok tiba – tiba di jalanan selama penugasan. Bengkel Ford mengkonfirmasi bahwa kemungkinan besar mobil kami sudah kena sabotase dan mengalami kerusakan serius di mesinnya. Yang mengangetkan kami adalah biaya perbaikannya yang mencapai 50 juta rupiah lebih.

COP adalah organisasi yang sangat kecil dan tidak mengantasipasi kesulitan seperti ini. Tanpa bantuan anda, tim ini akan sulit sekali kembali ke jalanan untuk bertarung. Mohon, sisakan sedikit uang untuk perbaikan mobil APE Warrior.

Ini tautan donasinya, ada Paypal di sana:
http://www.orangutan.id/what-you-can-do/

TERIMAKASIH OPPIE ANDARESTA

Ovie Ariesta atau lebih dikenal dengan Oppie Andaresta adalah musisi yang memiliki kepedulian sosial dan lingkungan hidup. Rabu, 26 April 2017, tepat pada Hari Buku Sedunia, tampil pada Expo & Forum Energi Efficiency di Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk menyajikan album barunya yang mengambil tema sungai, air dan hutan serta orangutan. Bahkan salah satu judul lagu dalam album ini adalah Orangutan. Isi buku dan CD album diilhami dari perjalanan Oppie keliling Indonesia memberikan edukasi untuk anak-anak.

Oppie menyumbangkan 100% keuntungan dari penjualan album yang diberi nama Lagu Dari Tepian Sungai untuk Centre for Orangutan Protection. Hingga saat ini, album Anak Tepian Sungai yang digarapnya bersama Suara Anak Bumi tersedia di iTunes dan sudah terjual 1000 copy. “Untuk kamu yang peduli orangutan, langsung beli albumnya ya.”, ujar Hong June, relawan COP yang berasal dari Korea Selatan.

Sebelumnya, Oppie pernah manggung di acara konser musik amal tahunan Sound For Orangutan 2014 di Rolling Stone Cafe, Kemang, Jakarta Selatan. Sound For Orangutan adalah kombinasi unik antara musik, photo exhibition, video screening dan fundraising juga penyadartahuan tentang orangutan dan habitatnya. Musisi yang tampil dan yang terlibat rela tidak dibayar karena kepedulian mereka untuk membantu orangutan Indonesia.

Siapa bilang, orang Indonesia tidak peduli satwa liarnya. Mari bersama, bangga pada keanekaragaman hayatinya. Indonesia, peduli orangutan.

Page 4 of 110« First...23456...102030...Last »