AMBON DAN DURIAN HIJAU

Dibandingkan dengan durian yang biasa kita makan, durian ini memiliki bentuk yang lebih kecil dan duri yang lebih tajam. Dagingnya pun berwarna kuning cerah. Durian ini biasa disebut dengan nama durian daun. Di hutan Kalimantan, durian tumbuh sangat subur, tidak terkecuali di hutan sekitaran pusat rehabilitasi COP Borneo. Di musim buah kali ini, Ambon dan orangutan lainnya sangat beruntung sekali dapat menikmati buah hutan ini. 

Durian daun dari mentah sampai matang, warnanya akan tetap hijau dan tidak akan terbuka sendiri ketika sudah matang seperti durian biasanya. Untuk membukanya, menjadi tantangan tersendiri bagi orangutan. Bagi Ambon, ini bukan masalah. Tangan besarnya dan giginya yang kuat dengan mudah membuka durian daun ini. 

Cara Ambon memakan durian hijau ini pun penuh dengan wibawa. Satu per satu diambil, dikulum hingga bersih, lalu bijinya dikeluarkannya. Ambon benar-benar menikmati durian daun hutan ini. Tatapan Ambon yang ramah sempat membuai kami, ya Ambon seperti orang dewasa yang sangat bijak. Ambon seperti kita, manusia. Ya kita berbagi 97% DNA yang sama dengannya. (WET)

HAMMOCK OWI DKK DIPERBAIKI

Apakah kamu bisa membayangkan betapa berantakannya kamar anak balita tanpa pengawasan? Bedak bertaburan, minyak telon yang berceceran dan pakaian yang sudah tidak berada di tempatnya lagi? Seperti itulah kandang yang berada di blok kandang sosialisasi. Kandang yang berisi orangutan Owi, Happi, Bonti dan Annie. 

Keempat orangutan ini adalah orangutan dengan usia 3 hingga 5 tahun. Hammock yang merupakan tempat tidur gantung mereka, tak terhitung lagi harus diperbaiki berapa kali. Putus bahkan robek walaupun hammock terbuat dari selang pemadam kebakaran yang sangat kuat. “Ternyata orangutan-orangutan kecil sudah menunjukkan kekuatannya. 

“Kalau hanya diikat, pasti putus lagi. Coba pakai baut, biar kuat.”, kata Johni, kordinator perawat satwa di pusat rehabilitasi orangutan COP Borneo. Minggu pagi, 11 Agustus beberapa perawat satwa sibuk memperbaiki hammock kandang grup Owi. Sementara Owi dan kawan-kawannya dibawa ke arena bermain dengan dokter hewan. Perbaikan ini tidak memakan waktu lama, karena keahlian perawat satwa COP Borneo yang bisa diandalkan, apalagi hanya memperbaiki hammock.

Baiklah Owi dan gengnya, kita lihat, hammock akan bertahan berapa lama. (FLO)

BERANI, TIDAK BERANI TURUN

Ini dia orangutan yang bernama Berani. Dia merupakan siswa sekolah hutan COP Borneo. Catatan sekolah hutannya tidak cukup bagus karena Berani tercatat selalu bermain di tanah. Jarang sekali dia terlihat memanjat di tali akar maupun di atas pohon. 

“Berani lebih sering di tanah, bermain dengan orangutan lainnya (saling menggigit). Karena itu orangutan Berani dikawatirkan dapat mempengaruhi orangutan lain untuk tidak memanjat pohon. Sedangkan orangutan adalah satwa arboreal yang sebagian besar aktivitasnya berada di atas pohon.”, ujar drh. Flora Felisitas.

Namun hari Sabtu yang lalu menjadi satu cerita tersendiri. Hari itu, orangutan Berani memanjat ke ujung pohon. Berani memanjat hingga ketinggian 15 meter. Dan… dia tidak mau turun meskipun orangutan lainnya sudah kembali ke kandang. Bahkan pancingan susu maupun makanan kesukaannya pun diabaikannya.

Usut punya usut, ternyata orangutan Berani tida mau turun karena dia tidak berani dengan salah satu keeper. Akhirnya, perawat satwa yang membujuknya turun pun diganti. Tak lama kemudian, Berani turun dan kembali ke tanah. 

“Baiklah Berani, kami berhasil menemukan cara untukmu, khusus untukmu, saat sekolah hutan, perawat itu akan menemanimu.”. (FLO)

Page 4 of 290« First...23456...102030...Last »