LET’S MAKE A HAPPY ENDING STORY

COP works everywhere orangutans are, both in natural habitats and those in captivities, including zoos. We assist the captive wildlife managements to improve the welfare of their orangutans, If it is technically not possible, we recommend closure and evacuation of the orangutans to a better facility. In 2011, the goverment execited COP’s recommendation to close down Rominsy Zoo in Central Java and evacuated 2 orangutans to the Wildlife Rescue Center in Yogyakarta. Those orangutans are Joko and Ucokwati. This couple had a baby named Mungil in 2013.

Will they be forever inside the cage? Help COP to send Mungil to the wild, also send Joko-Ucokwati to the sanctuary island of COP Borneo. Let’s make a happy ending story.

AKHIR CERITA YANG BAHAGIA
COP bekerja dimana pun orangutan berada, baik di habitat alami maupun yang berada dalam pemeliharaan, termasuk kebun binatang. Kami membantu manajemen untuk meningkatkan kesejahteraan orangutannya. Jika secara teknis memungkinkan, kami merekomendasikan penutupan dan evakuasi orangutannya ke fasilitas yang lebih baik. Pada tahun 2011, pemerintah mendengarkan rekomendasi COP untuk menutup kebun binatang Rominsy di Jawa Tengah dan mengevakuasi orangutannya ke Pusat Penyelamatan Satwa Yogya. Mereka adalah Joko dan Ucokwati. Pasangan ini akhirnya melahirkan 1 anak bernama Mungil pada tahun 2013.

Apakah mereka selamanya berada di kandang? Bantu COP untuk mengirim si Mungil ke alam bebas dan Joko-Ucokwati ke pulau sanctuary COP Borneo.

BERAU ORANGUTANS ARE LOSING THEIR HABITAT

Excavators continue to knock down trees that are orangutan feed on. New land clearing for palm oil plantations has ignored orangutans existence. The orangutans, which look very similar to humans, also lost their home.

“Land clearing continues to move to the north where the largest orangutan population in Berau is located. Only 2.5 km left.”, said Paulinus Kristanto, APE Crusader captain, COP’s fast-moving team to protect orangutan habitat.

Orangutans are more frequently seen on the roadside to look for food. “Four bulldozers and one excavator are seen parking while waiting for logging in Kelay sub-district, Berau district, East Kalimantan.”, said Ramadhani, COP campaigner for COP Habitat and Orangutan Protection. “Don’t wait for trees that feed the orangutan to collapse! Let’s save the Berau orangutan.”, added Ramadhani. (EBO)

ORANGUTAN BERAU KEHILANGAN HABITATNYA
Ekskavator terus merobohkan pohon-pohon yang merupakan pakan orangutan. Pembukaan lahan baru untuk perkebunan kelapa sawit tak menghiraukan keberadaan orangutan lagi. Orangutan yang terlihat sangat mirip dengan manusia ini pun kehilangan rumahnya.

“Landclearing terus bergerak ke arah utara dimana populasi orangutan terbesar di Berau berada. Tinggal 2,5 km lagi.”, ujar Paulinus Kristanto, kapten APE Crusader, tim gerak cepat perlindungan habitat orangutan COP.

Orangutan semakin sering terlihat muncul di tepi jalan raya untuk mencari makan. “Empat buldoser dan 1 ekskavator sedang terpakir sambil menunggu penebangan kayu di kecamatan Kelay, kabupaten Berau, Kalimantan Timur.”, ujar Ramadhani, juru kampanye Perlindungan Habitat dan Orangutan COP. “Jangan tunggu pohon-pohon pakan orangutan itu roboh! Mari selamatkan orangutan Berau.”, tambah Ramadhani.

SCHOOL VISIT AWAL TAHUN DI SEKOLAH CIKAL-AMRI SETU

Undangan permohonan menjadi pembicara untuk kelas Environment and Development di sekolah Cikal – AMRI Setu, Jakarta Timur mengawali kunjungan ke sekolah COP tahun 2019. Selasa, 8 Januari 2019, Amadhea W. Kaslan bersama satu orangufriends Jakarta yang juga merupakan alumni COP School Batch 8 yaitu Zara Zein mulai berbagi bagaimana perlindungan orangutan yang dilakukan Centre for Orangutan Protection, satu-satunya organisasi orangutan yang didirikan oleh putra-putri Indonesia.

Dua belas siswa dari kelas 6,7,8 dan 9 yang mengikuti program mendapatkan topik Wildlife and Its Contribution to Sustainable Environment. Kunjungan ke sekolah kali ini menjadi berbeda dengan begitu aktifnya para siswa. Kuis-kuis tentang orangutan dan satwa liar lainnya mewarnai kelas selama hampir dua jam.

COP dengan bantuan Orangufriends (kelompok pendukung orangutan) memandang edukasi memiliki peran penting dalam perlindungan orangutan. “Kelak, mereka yang akan menggantikan kita, melanjutkan perlindungan orangutan.”, ujar Amadhea dengan bersemangat. Untuk kamu yang ingin sekolahnya dikunjungi COP dan ingin lebih tahu tentang orangutan, hubungi email info@orangutanprotection.com Yuk jadikan Orangutan kebanggaan Indonesia.

Page 4 of 259« First...23456...102030...Last »