DARI PADANG UNTUK INDONESIA (ORANGUTAN DAY)

International Orangutan Day, suatu hari yang diperingati karena orangutan semakin terancam punah akibat berkurangnya hutan sebagai habitatnya untuk perkebunan maupun pertambangan dengan turunan penyebabnya perdagangan, kepemilikan ilegal dan perburuan. Kelompok pendukung orangutan yang tergabung dalam Orangufriends Padang, Sumatera Barat mengemas serangkaian acara dengan berkolaborasi dengan komunitas maupun perorangan.

Novi Fani Rovika, orangufriends Padang, seorang ibu yang telah menjadi relawan diberbagai kesempatan COP mengatakan bahwa setiap keinginan memang hanya tinggal menunggu waktu untuk terwujud dan diwujudkan. Yang penting itu adalah jangan pernah berhenti dan lelah untuk menemukan jalannya. Ya, jalan (hidup) kita itu kita sendiri yang bisa menentukan. Mau jadi apa kita memang hanya kita sendiri yang tahu. 

Sementara Ana Neveria Zuhri, orangufriends yang baru saja menikah 21 Agustus 2019 yang lalu juga tak mau ketinggalan dalam memperingati Hari Orangutan yang jatuh pada tanggal 19 Agustus setiap tahunnya. Ana menjadi salah satu pembicara di Dialog Musikal yang dilaksanakan di Sunday Coffee Padang. “Monyet, Kera dan Manusia.”, katanya dalam menggali kearifan lokal dalam dunia konservasi.

Sabtu, 24 Agustus 2019 dari pukul empat sore musikalisasi puisi dan kelompok gambar dengan goresan jari mencuri perhatian pengunjung. “Melihat semangat anak-anak muda yang hadir dan berkolaborasi malam itu… sungguh membuat perasaan di dada semakin membuncah! Bahwa ternyata, saya dan mereka memiliki kesamaan. Bahwa ternyata rasa ingin selalu bersatu padu itu ada dan nyata!”, tulis Novi di status media sosialnya. Terus semangat Orangufriends… tanpa kalian tentu saja ini menjadi sulit. 

 

SETELAH COP SCHOOL… APA YA?

Halo anak muda? Sebenarnya tidak hanya anak muda, siapa pun yang berjiwa muda dan tentu saja tidak bisa diam, ingin terus berbagi dan berkarya untuk dunia konservasi Indonesia. COP School dengan rangkaian seleksinya yang diramu dengan tugas-tugas lapangan maupun laporan di atas kertas mempersiapkan pesertanya untuk menerima materi dari para ahlinya yang telah berkecimpung di dunianya lebih dari lima tahun. Setelah materi tatap muka selama seminggu penuh di Yogyakarta, para peserta dipersilahkan untuk kembali ke daerahnya masing-masing untuk menerapkan apa yang telah didapat selama COP School. Di akhir tahun, tepatnya di Jambore Orangufriends, silahkan berbagi apa yang telah diterapkan usai dari Yogya.

Lalu… tim khusus akan memilih kamu, para alumni COP School untuk mengikuti Leadership Training Camp di Yogyakarta. Tahun ini, Leco Park Kulon Progo Jogjakarta menjadi tempat pelatihannya. Tidak selama COP School, pelatihan ini hanya memakan waktu dua hari. Ada lima belas orangufriends (relawan) yang terpilih. Mereka berasal dari Jakarta, Bandung, Lampung, Yogyakarta, Surabaya dan Bogor. 

Mau tahu lebih banyak tentang Centre for Orangutan Protection, organisasi orangutan satu-satunya yang didirikan putra-putri Indonesia ini? Ikutan COP School Batch 10 ya… sampai ketemu di Yogya!

SEPTI DAN ALOUISE BERMAIN DI SEKOLAH HUTAN LAGI

Sekitar lima bulan yang lalu, di sekolah hutan kedatangan siswa baru yang merepotkan banyak keeper yaitu Alouise. Dua hari sekolah hutan, dua hari pula keeper harus bersabar menunggu dia turun dari pohon. Bahkan di hari keduanya sekolah hutan, Alouise menginap di pohon tinggi yang tidak dapat dipanjat oleh animal keeper. Hingga akhirnya keeper harus menunggunya di bawah pohon. Alouise masih terlalu kecil kalau harus menginap di hutan sendirian. Setelah kejadian itu, Alouise diperkenalkan pada Septi, Alouise pun berada dalam satu kandang dengan Septi untuk menenangkan Alouise yang terlihat sangat ketakutan.

Rabu, dua hari yang lalu, Alouise sekolah hutan lagi, namun kali ini bersama Septi yang menjadi ibu angkatnya. Tujuan dari sekolah hutan kali ini adalah ketika hasilnya bagus, mereka akan dipindahkan ke pulau pra-rilis bergabung dengan orangutan Michelle.

Namun, selama dua hari di sekolah hutan, Septi masih belum mau memanjat pohon. Berbeda dengan Alouise di hari pertamanya ke sekolah hutan dan berkesempatan terpisah dari Septi, dia langsung memanjat pohon tinggi dan tidak mau turun sementara Septi selalu berusaha untuk mencari jalan kembali ke kandang. Di hari kedua, Septi masih hanya bermain di tanah. Lalu Alouise tidak memanjat, dia hanya bermain di dekat Septi. Beberapa kali orangutan Annie mencoba mengajak Alouise bermain, tapi Alouise malah menggigit dan mencari perlindungan ke Septi. 

Ikuti terus perkembangan Alouise bersama Septi ya, dan jangan lupa donasi melalui https://kitabisa.com/orangindo4orangutan (WET)

Page 4 of 292« First...23456...102030...Last »