BANANA, NOT BULLET

Centre for Orangutan Protection (COP) dari tahun 2004 hingga sekarang mencatat paling tidak ada 32 kasus orangutan yang bermasalah, dengan 769 peluru senapan angin. Data yang dihimpun dari beberapa lembaga yang menangani orangutan baik yang di Sumatera dan Kalimantan cukup mengkhawatirkan.

Perhatian dunia sekarang tertuju kepada Indonesia setelah ramai adanya kasus orangutan mati dengan 130 peluru senapan angin di Kalimantan Timur awal minggu lalu.

Banana, Not Bullet.

Kita kabarkan pada dunia kalau kita warga Negara Indonesia peduli dan bergerak. Bahwa orangutan membutuhkan kasih sayang (pisang/banana) bukannya peluru.

Tepat pada hari Rabu, 14 Pebruari 2018 yang bertepatan dengan Hari Kasih Sayang, Orangufriends di beberapa kota di Indonesia seperti :

1. Jakarta,
2. Bandung,
3. Yogyakarta,
4. Malang,
5. Surabaya,
6. Karawang,
7. Padang,
8. Palangka Raya,
9. Samarinda,
10. Berau

Membagikan pisang kepada masyarakat umum sebagai simbol bahwa yang dibutuhkan orangutan adalah kasih sayang bukan peluru.

GTV HENTIKAN SIARAN PERANGKAP

Program Siaran “Perangkap” menuai kecaman dari para organisasi yang bergerak di bidang perlindungan satwa liar maupun perorangan. Stasiun televisi GTV dinilai dapat memancing masyarakat untuk menangkap satwa liar yang dilindungi yang berada di alam. Hal tersebut bisa merusak keseimbangan ekosistem di suatu kawasan.

Hery Susanto, koordinator Anti Wildlife Crime mengingatkan efek negatif dari acara tersebut. “Kami memohon Komite Penyiaran Indonesia (KPI) untuk memberikan teguran kepada stasiun televisi GTV dan menarik acara tersebut dari peredaran televisi maupun media sosial GTV.”, ujar Hery dengan tegas.

Senin, 12 Februari 2018 Komisi Penyiaran Indonesia Pusat (KPI Pusat) mengadakan Mediasi antara Centre for Orangutan Protection dengan GTV terkait program siaran “Perangkap” yang dimaksud. Dihadapan COP dan organisasi lain, GTV mengakui kesalahannya dan sepakat tayangan “Perangkap” dihentikan.

COP menyampaikan terimakasih kepada para seluruh orangufriends (kelompok pendukung COP) yang telah menyampaikan informasi awal dan ikut peduli pada efek negatif tayangan yang tidak mendidik ini. Orangufriends… informasi kalian sangat berharga!

PRO 1 RRI, SELAMATKAN SATWA KALTIM

Berita kematian dua orangutan dalam kondisi yang mengenaskan di awal tahun 2018 ini semakin menarik perhatian masyarakat. Kedua orangutan dengan lokasi yang berbeda, satu di Kalimantan Tengah ditemukan dengan kondisi tanpa kepala dan mengapung di sungai Barito dan satu lagi ditemukan dalam kondisi yang sudah sangat lemah di embung, Taman Nasional Kutai. Persamaannya, kedua orangutan mati dengan peluru yang banyak di tubuhnya.

Pro 1 RRI yang berada di jalan M Yamin Samarinda mengundang COP dan BKSDA pagi tadi. Topik ajakan ‘Selamatkan Satwa Langka Kaltim’ menjadi sangat diperlukan untuk menyadarkan kita akan peran satwa liar di alam. Jumlah yang terus menerus menurun seiring dengan semakin sempitnya hutan sebagai rumah dan tempat hidup satwa liar menjadi persoalan yang tidak dapat dipisahkan.

Seperti kata pepatah Indian yang sangat terkenal yaitu, “Only when the last tree has died and the last river been poisoned and the last fish been caught will we realise we cannot eat money.”. Peran orangutan di hutan adalah si ahli reboisasi. Ratusan jenis tanaman hutan yang dimakannya, buah-buahan hutan yang dimakan lalu bijinya berserakan di lantai hutan merupakan bibit alami yang akan tumbuh. Perjalanan orangutan dari satu pohon ke pohon yang lain, membuka kanopi-kanopi agar cahaya matahari bisa menembus lantai hutan untuk membantu bibit-bibit alami ini tumbuh. Itu, adalah peran orangutan di alam.

Page 39 of 217« First...102030...3738394041...506070...Last »